15 Ciri Ciri Makhluk Hidup Beserta Gambar dan Penjelasannya

CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP – Manusia, hewan, dan tumbuhan merupakan makhluk hidup yang ada di Bumi. Terdapat banyak sekali jenis makhluk hidup baik tumbuhan  maupun hewan yang tinggal berdampingan bersama manusia. Manusia membuat sistem klasifikasi makhluk hidup 5 kingdom agar lebih mudah mempelajarinya.
Terdapat berbagai ukuran, bentuk, kebiasaan, ekosistem, dan cara hidup yang dimiliki setiap kingdom makhluk. Walaupun demikian semua makhluk hidup memiliki ciri-ciri yang membedakan dirinya dengan makhluk tak hidup atau benda mati. Apa sajakah ciri-ciri makhluk hidup? Berikut penjelasan mengenai ciri-ciri makhluk hidup..Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri maupun perbedaan yang ditemukan pada masing-masing individu. 
 
Selain itu pengklasifikasian juga dilakukan atas dasar ukuran, bentuk, manfaat, cara hidup serta habitat dari makhluk hidup tersebut.
Manusia membagi makhluk hidup ke dalam 5 kingdom yaitu kingdom monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.Selain memudahkan mempelajari makhluk hidup, klasifikasi juga bermanfaat dalam mengetahui jenis-jenis makhluk hidup dan mengetahui hubungan kekerabatan antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup yang lainnya.

Ciri ciri Makhluk Hidup

Makhluk hidup pada dasarnya mempunyai ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan makhluk yang tak hidup. Secara umum makhluk hidup harus mempunyai 9 ciri- ciri sebagai berikut : 

Bernafas (Respirasi)

 
 
 Bernafas atau yang biasa disebut respirasi dapat diartikan sebagai proses menghirup oksigen dari udara dan mengeluarkan karbondioksida. Pada peristiwa respirasi terjadi pertukaran antara gas oksigen dengan gas karbondioksida di dalam tubuh.
Oksigen digunakan untuk proses metabolisme tubuh dan menghasilkan tenaga atau energi. Oksigen akan dialirkan oleh sel darah ke seluruh tubuh. Sisa metabolisme tubuh yang berupa karbondioksida selanjutnya akan dialirkan menuju paru-paru dan dikeluarkan melalui hidung.
Bukan hanya manusia yang melakukan proses pernafasan, hewan pun juga membutuhkan oksigen untuk bernafas. Sistem pernafasan pada hewan berbeda-beda didasarkan pada jenis dan tempat hidupnya.
Seperti cacing bernafas menggunakan kulit, kucing bernafas dengan paru-paru, burung bernafas menggunakan paru-paru dan pundi-pundi udara, serangga bernafas dengan trakea dan ikan bernafas dengan insang.
Sama seperti halnya makhluk hidup yang lain, tumbuhan juga melakukan proses respirasi. Bagian tumbuhan yang berguna sebagai tempat respirasi adalah stomata dan lentisel yang terletak pada daun dan batang tumbuhan. Di dalam stomata ini terjadi proses pertukaran udara antara oksigen dan karbondioksida.

Bergerak

 
 
Bergerak dapat diartikan sebagai berpindahnya sebagian atau seluruh bagian tubuh makhluk hidup karena adanya rangsangan internal atau pun eksternal. Mari kita amati hewan seperti kuda dan lumba-lumba. Kedua jenis hewan ini mampu bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya.

Cara bergerak kuda tentu berbeda dengan cara bergerak lumba-lumba. Kuda berjalan dan  berlari menggunakan kaki. Sedangkan lumba-lumba berenang menggunakan sirip dan ekornya. Hewan-hewan lainnya juga dapat bergerak dengan cara melata, terbang, melompat, dan lain sebagainya.

Alat gerak yang dimiliki oleh setiap  makhluk hidup juga bervariasi tergantung habitat dan jenisnya. Sehingga dapat diartikan bahwa ciri-ciri makhluk hidup adalah bergerak. Semua organisme bisa bergerak, namun tidak seluruh benda yang bergerak termasuk makhluk hidup. Karena harus memenuhi terlebih  dahulu 9 ciri-ciri makhluk hidup.
 

Membutuhkan Makanan atau Nutrisi


Makanan atau nutrisi diperlukan makhluk hidup untuk mempertahankan kehidupannya. Tanpa makanan, makhluk hidup akan mati. Makanan diperlukan makhluk hidup untuk menghasilkan energi atau tenaga untuk menunjang proses-proses kehidupannya.
Setiap makhluk hidup mempunyai cara sendiri-sendiri untuk mendapatkan makanan. Manusia dan hewan memerlukan organisme lain untuk memenuhi kebutuhan nutrisi nya sedangkan tumbuhan tidak. Tumbuhan dapat mengolah makanannya sendiri dengan bantuan klorofil dan cahaya matahari. Proses pembuatan makanan  pada tumbuhan dinamakan fotosintesis.
Karena dapat membuat makanannya sendiri maka tumbuhan disebut dengan autotrof. Sedangkan manusia dan hewan disebut dengan heterotrof karena tidak dapat membuat makanannya sendiri.
Berdasarkan jenis makanannya, hewan dibedakan ke dalam tiga kelompok. Pertama, hewan karnivora yaitu hewan pemakan daging contohnya harimau. Kedua, hewan herbivora yaitu hewan pemakan rumput contohnya sapi, kambing, kerbau. Dan yang terakhir adalah hewan omnivora yaitu hewan pemakan daging dan tumbuhan.

Tumbuh dan Berkembang


Manusia dikatakan tumbuh ketika tubuhnya semakin bertambah tinggi. Perubahan bentuk tubuh  terjadi akibat sel-sel dalam tubuh jumlahnya semakin banyak, sehingga volume tubuh menjadi bertambah. Pertumbuhan bersifat irreversibel yang artinya jika Anda bertambah tinggi maka tidak akan mungkin kembali menjadi pendek.

Sementara itu berkembang merupakan proses perubahan menuju kedewasaan. Sebagai contoh perkembangan katak. Awalnya telur ktak menetas dan berubah menjadi berudu, lalu berubah menjadi katak berekor, kemudian menjadi katak muda, dan terakhir berubah menjadi katak dewasa.

Pertumbuhan yang terjadi pada manusia dan hewan bersifat terbatas, artinya kita hanya bisa tumbuh sampai usia tertentu dan setelah itu pertumbuhannya akan terhenti. Sedangkan pertumbuhan pada tumbuhan biasanya tidak memiliki batasan usia, maknanya tumbuhan akan selalu tumbuh seumur hidupnya.

 

Berkembangbiak (Reproduksi)

Berkembangbiak atau reproduksi adalah cara makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan. Reproduksi dilakukan makhluk hidup untuk melestarikan jenisnya agar tidak punah. Naik manusia, hewan maupun tumbuhan dibekali kemampuan untuk melakukan reproduksi.
Terdapat dua cara makhluk hidup dalam melakukan reproduksi yaitu secara seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif). Perkembangbiakan secara seksual atau kawin diawali dengan peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Contoh perkembangbiakan secara seksual adalah unggas berlelur, mamalia beranak dan tumbuhan menghasilkan biji.
Sedangkan perkembangan aseksual atau tak kawin, tidak melalui tahapan peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Contoh hewan yang dapat melakukan perkembangbiakan aseksual adalah amoeba. Hewan ini berkembang biak dengan cara membelah diri. Selain amoeba ada juga hidra yang berkembang biak dengan tunas.
Pada tumbuhan perkembangbiakan vegetatif dapat terjadi melalui du cara yaitu vegetatif alami dan vegetatif buatan. Perkembangbiakan secara vegetatif alami contohnya akar tinggal, umbi lapis, umbi akar, dan tunas. Sedangkan perkembang biakan vegetatif buatan contohnya merunduk, mencangkok, okulasi dan stek.


Peka Terhadap Rangsangan (Iritabilita)

 
Supaya bisa bertahan hidup, seluruh makhluk hidup harus bisa menghadapi perubahan lingkungan. Contohnya secara spontan Anda akan memejamkan mata saat ada benda yang tiba-tiba mendekat ke arah Anda. Contoh lainnya jika ada seekor lalat yang hinggap di belakang tubuh sapi, maka secara spontan ia akan mengibaskan ekornya.

Hewan dan manusia memiliki indera yang berfungsi untuk mengetahui adanya rangsangan. Kita sebagai manusia telah  diberikan oleh Tuhan yang Maha Esa lima indra atau panca indera. Kita telah diberi mata untuk melihat, hidung untuk mencium bau, lidah untuk merasa, telinga untuk mendengar, dan kulit sebagai indera peraba.

Tumbuhan juga peka terhadap rangsangan. Contohnya gerakan tumbuhan yang mendekat ke arah datangnya cahaya yang dikenal dengan nama fotonasti. Akibat cahaya matahari bagian batang tumbuhan menjadi berbelok ke arah datangnya matahari. Adalagi gerakan seismonasti  yaitu daun putri malu yang akan tertutup jika disentuh oleh tangan.


Berdasarkan contoh-contoh dan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa peka terhadap rangssangan termasuk ciri-ciri makhluk hidup.
 
 

Melakukan Metabolisme


Metabolisme secara umum diartikan sebagai proses kimiawi yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Dengan kata lain, metabolisme merupakan suatu proses dalam tubuh yang mengubah zat gizi menjadi energi. Sistem ekskresi dan sistem pernafasan sangat berkaitan erat dengan proses metabolisme. Pada sistem pernafasan tumbuhan, air dan karbondioksida diperlukan dalam proses kimia berupa fotosintesis.
Pada peristiwa fotosintesis, air dan karbondioksida dengan bantuan sinar matahari dan zat hijau daun mengalami proses kimia sehingga berubah menjadi glukosa dan oksigen. Hasil fotosintesis ini akan diedarkan ke seluruh bagian tubuh tumbuhan melalui salah satu jaringan yang dimilikinya yaitu jaringan floem.
Manusia dan hewan juga melakukan proses metabolisme untuk menghasilkan energi sehingga dapat digunakan untuk melakukan berbagai proses kehidupan. Proses metabolisme sendiri dibagi ke dalam dua jenis yaitu anabolisme dan katabolisme.
Anabolisme ialah reaksi yang merangkai senyawa organik dari molekul-molekul tertentu, untuk diserap oleh sel tubuh. Contoh nya pada proses fotosintesis tumbuhan hijau. Sedangkan katabolisme ialah reaksi yang mengurai molekul senyawa organik untuk mendapatkan energi. Misalkan penguraian zat gula menjadi air dan CO2 pada manusia.


Mengeluarkan Zat-zat Sisa (Ekskresi)

Semua makhluk hidup mengeluarkan zat sisa yang bisa berbahaya dan meracuni tubuhnya. Organ ekskresi pada manusia terdiri dari paru-paru, kulit, ginjal, dan anus. Paru-paru mengeluarkan zat sisa yang berbentuk gas karbon dioksida dan uap air. Kulit mengeluarkan zat sisa berbentuk keringat yang tersusun atas air, urea, dan garam.

Ginjal mengekskresikan zat sisa berupa urin yang tersusun atas air, garam, dan urea. Anus adalah bagian paling akhir dalam sistem pencernaan yang berfungsi untuk mengeluarkan feses. Hewan juga melakukan ekskresi dengan cara yang sama seperti manusia.

Lalu bagaimana cara tumbuhan mengeluarkan zat-zat sisa? Pengeluaran zat sisa berupa gas oksigen pada tumbuhan dilakukan melalui bagian stomata dan lentisel. Jadi, telah terbukti bahwa mengelurakan zat sisa termasuk ciri-ciri makhluk hidup

 

Menyesuaikan Diri Terhadap Lingkungannya (Adaptasi)


Ciri-ciri makhluk hidup yang terakhir adalah menyesuaikan diri terhadap lingkungannya atau biasa disebut dengan istilah adaptasi.
Adaptasi secara umum diartikan sebagai kemampuan suatu makhluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Adaptasi diperlukan agar makhluk hidup mampu bertahan hidup-hidup di habitatnya.
Adaptasi pada dasarnya dapat dibagi menjadi tiga macam yaitu adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi dan adaptasi tingkah laku. Adaptasi morfologi ialah penyesuaian bentuk tubuh makhluk hidup terhadap lingkungannya.
Adaptasi morfologi dapat diamati dengan nyata dan jelas. Sebagai contohnya, kaki berselaput pada bebek dan bentuk paruh pada burung yang menyesuaikan jenis makanannya.
Adaptasi fisiologi ialah penyesuaian fungsi alat-alat tubuh makhluk hidup terhadap lingkungannya. Adaptasi fisiologi cukup sulit diamati karena terjadi di dalam tubuh makhluk hidup itu sendiri. Sebagi contohnya bunga rafesia mengeluarkan enzim untuk menarik perhatian serangga dan pada udara dingin, manusia cenderung untuk buang air kecil atau kencing.
Adaptasi tingkah laku ialah cara penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya dalam bentuk tingkah laku. Contoh adaptasi tingkah laku adalah ketika ada petir, manusia akan menutup telinganya. Pada hewan contohnya saat udara panas, kerbau akan berkubang di lumpur untuk mengurangi rasa panasnya. Sedangkan pada tumbuhan, bunga matahari menghadap ke arah datangnya sinar mata hari.
Dengan mengetahui ciri-ciri makhluk hidup, kita akan mudah membedakan antara makhluk hidup dan makhluk tak hidup berdasarkan karakteristiknya. Hal ini akan bermanfaat agar kita tidak salah dalam mengenali makhluk hidup. Semoga bermanfaat !

Related Posts

15 Ciri Ciri Makhluk Hidup Beserta Gambar dan Penjelasannya
4/ 5
Oleh