Makalah - Sejarah Dekolonisasi Negara Afrika | Kumpulan Makalah

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dekolonisasi adalah lepasnya negara-negara jajahan dari tangan negara penjajah. Afrika termasuk daerah yang menjadi korban Perang Dunia II. Secara geografis letaknya berada di jalur persimpangan dunia yang dalam perang Dunia II diperebutkan. Sejak dimuncul-kannya imperialisme dan kolonialisme oleh Eropa pada masa abad pertengahan, Afrika selalu hidup di bawah cengkeraman penjajahan. Hal ini menimbulkaan perasaan senasib, yang melahirkan berbagai kerja sama dan upaya memperbaiki pandangan minor sebagai bangsa terjajah.

B. Rumusan Masalah 

Adapun rumusan masalah yang hendak diuraikan dalam makalah ini adalah:

1. Bagaimana pergerakan Nasionalisme di kawasan Bangsa Afrika ?
2. Bagaimana proses terjadinya Dekolonisasi  ?
3. Negara apa saja yang termasuk dekolonisasi Afrika ?
4. Dampak dari paska terjadinya dekolonisasi Afrika ?

C. Tujuan Makalah

1. Untuk mengetahui perkembangan Negara-negara di Afrika pada masa Dekolonisasi.
2. Untuk mengetahui Hubungan PD II dengan gerakan Dekolonisasi Afrika.
3. Untuk mengetahui gerakan-gerakan nasionalisme yang tumbuh dan berkembang di Afrika

D. Manfaat Makalah 

Kita dapat mengetahui perkembangan Negara-negara di Afrika pada masa Dekolonisasi
1. Kita dapat mengetahui bagaimana proses terjadinya Dekolonisasi di Afrika.
2. Kita dapat mengetahui bagaimana PD II dengan gerakan Dekolonisasi Afrika.
3. Kita dapat mengetahui gerakan-gerakan nasionalisme yang tumbuh dan berkembang diAfrika.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Proses Dekolonisasi

Dekolonisasi adalah lepasnya negara-negara jajahan dari tangan negara penjajah.Dekolonisasi dimulai dengan gerakan menentang penjajah dengan berbagai cara kemudian dilanjutkan dengan proses kemerdekaan kemudian lahirlah negara- negara baru di kawasan Afrika

B. Gerakan Nasionalisme Afrika

1. Faktor-faktor yang mempengaruhi.
2. Gerakan Nasionalisme Afrika.
3. Lahirnya negara-negara baru.

C. Hubungan PD II dengan gerakan Dekolonisasi Afrika

Akibat PD II telah mempengaruhi pola pikir bangsa Afrika yang telah lama mengalami penindasan dan penjajahan sehingga menimbulkan suatu gerakan yang ingin melepaskan diri dari penjajah yang terlibat dalam PD I maupun PD II’.

Akibat PD II  dengan lahirnya negara Adi Kuasa ( Super Power ). Berakhirnya PD II dengan kemenangan di pihak Sekutu dimana Amerika Serikat sebagai negara pemenang dan penyebab kemenangan sehingga Amerika Serikat menjadi negara kreditur di dunia, misalnya di negara-negara Eropa Barat AS memberi bantuan untuk membangun kembali negara-negar tersebut yang hancur akibat perang.

Begitu juga dengan Uni Soviet yang juga keluar sebagai pemenang di pihak Sekutu yang berhasil membebaskan Eropa Timur dari tangan Jerman. PD II telah berakhir dan telah mengubah perkembangan politik dunia. AS dan US sebagai pemenang muncul sebagai negara Adi Kuasa yang sangat dibutuhkan dunia sehingga disebut juga sebagai negara Super Power

D. Dekolonisasi di Afrika dengan Transformasi Politik dan Sosial di Berbagai Negara.

Sejak permulaan abad ke-20 bangsa-bangsa dikawasan Afrika mulai bangkit menentang kekuasaan bangsa-bangsa Eropa.Perjuangan yang dilakukan oleh bangsa-bangsa di Afrika itu bertujuan untuk mencapai kemerdekaannya agar terbebas dari segala bentuk kekuasaan bangsa asing.Semangat perjuangan bangsa Afrika ini semakin meningkat setelah kemenangan pasukan Jepang terhadap Rusia tahun 1905.Akibat kemenangan itu,dimulailah proses dekolonisasi di kawasan Afrka. Munculnya proses dekolonisasi dikawasan Afrika diawali oleh bangkitnya rasa nasionalisme dari bangsa-bangsa dikawasan Afrika.

Kemudian proses dekolonisasi dilanjutkan dengan munculnya negara-negara baru dikawasan Afrika. Melalui berbagai bentuk perjuangan yang dilakukan oleh bangsa-bangsa di kawasan Afrika berhasil membebaskan dirinya dari kaum penjajah, serta kemudian berhasil mendirikan negara-negara baru yang terbebas dari segala bentuk ikatan dari kekuasaan asing.

E. Gerakan-gerakan nasionalisme yang tumbuh dan berkembang di Afrika

1. Pergerakan Nasionalisme Mesir

Secara turun temurun Mesir dikuasai oleh Bangsa Turki, Perancis dan Inggris secara bergantian. Upaya pertama dilakukan oleh Muhammad Ali, Ia mulai memodernisasi dan membangun Mesir agar menjadi negara yang kuat dan mereka dengan menggunakan tenaga-tenaga orang Perancis. Mesir mencoba melepaskan diri dari Turki dengan bantuan Perancis sehingga pecah perang Mesir-Turki (1839-1840).

Namun, Turki yang dibantu Rusia dan Inggris terlalu kuat bagi Mesir. Gerakan ini dipimpin oleh Arabi Pasha (181-1882) dengan tujuan menentang kekuasaan Bangsa Eropa terutama Inggris di negeri Mesir. Setelah PD II berakhir nasionalisme Mesir terus berkobar menentang kekuasaan Inggris yang masih bercokol di Mesir. Puncaknya, pada Juli 1952 meletus Revolusi Mesir. Akhirnya, pada tanggal 18 Juni 1953 menjadi negara merdeka berbentuk republik. Meskipun telah merdeka, gerakan nasionalisme ini terus digelorakan oleh Gamal Abdul Nasser.

2. Gerakan Nasionalisme di Libya

Di Libya, pergerakan nasionalisme dipelopori oleh Raja Idris El-Sanusi. Ia mulai memimpin perjuangan rakyat Libya dalam melawan dominasi penjajahan Italia tahun 1916. Keberhasilan pergerakan nasionalisme yang dipimpin olehnya tercapai pada tahun 1949. Ia mempelopori pendeklarasian Libya sebagai Negara merdeka dengan menetapkan Tripoli sebagai ibu Dunia II. Idris El-Sanusi juga berperan dalam mempersatukan Tripolitania, Fezzan, dan Cyrenaica tahun 1949. Meskipun tersingkir dari kudeta militer yang dipimpin oleh Muammar Khadafi di tahun 1969, Idris telah berhasil memimpin perjuangan nasionalisme di Libya.

3. Gerakan Nasionalisme di Ethiopia

Masuk Negara bebeas sejak 1930. Ethiopia berbentuk kerajaan konstitusional dengan kaisar Haile Selassie sebagai kepala eksekutif. Ia seorang kaisar yang diktator dan kurang disenangi oleh rakyat, maka pada masa pemerintahannya selalu ada perlawanan, dan yang terbesar dari kelompok militernya.
Ada beberapa sebab timbulnya perlawanan, yaitu :
1. Sifat kaisar yang otoriter.
2. Masyarakat tersusun sebagai masyarakat feudal.
3. Aparatur pemerintahan sangat lemah.
4. Kegagalan pemerintahan menghadapi kekeringan dan kemiskinan.
5. mengganasnya inflasi.

Sesudah PD II, Ethiopia tetap memiliki beberapa kesulitan terutama masalah kekeringan dan kemiskinan yang hingga kini belum dapat terpecahkan, sebab sering terjadi kekeringan yang membawa bencana kelaparan.

4. Gerakan Nasionalisme Mozambique

Gerakan pembebasan Mozambique bernama Frelimo didirikan oleh Dr.Eduardo Chivambo Mondlane di Dar-es-Salam (ibukota Tanzania) tahun 1962. Dari Tanzania, para gerilyawan Mozambique mengadakan perlawanan terhadap Portugis. Mereka mendapat bantuan senjata dari RRC dan negara-negara komunis di Eropa, sedangkan bantuan tempat dan moril diperoleh dari negara-negara Afrika merdeka. Setelah Modlene meninggal, ia digantikan oleh Samora Moises Machel sebagai presiden pertama. Negara baru tersebut menjalankan sistem komunis dengan mengadakan pertanian kolektif dan nasionalisasi perusahaan-perusahaan.

5. Gerakan Kemerdekaan Tunisia

Tunisia merupakan sebuah negara di Afrika bagian Utara. Tunisia juga merupakan sebuah negara protektorat Prancis yang selalu ingin merdeka penuh. Seperti kita ketahui bahwa negara Protektorat adalah sebuah negara yang diberikan status Dominion oleh negara induk. Dengan keadaan yang seperti itu tentunya rakyat Tunisia ingin mendapatkan sebuah kemerdekaan yang penuh. Berbagai cara dilakukan baik melalui meja perundingan ataupun melalui jalur kekerasan.

Akan tetapi tetap belum bisa mendapatkan hasil sesuai yang diinginkan perundingan perundingan yang ada selalu tidak menghasilkan sebuah kesepakatan bahkan cenderung merugikan rakyat Tunisia. Dalam hal ini Prancis lebih senang menggunakan cara kekerasan, tentu saja dengan peralatan yang lebih canggih hal ini tidak dapat diimbangi oleh Tunisia dan menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit.

Setelah Usaha-usaha yang dilakukan selalu gagal maka pada tahun 1952 Tunisia membawa masalah sengketa dengan Prancis ke PBB. Dengan harapan akan menemukan subuah penyelesaian sesuai yang diharapkan. Setelah melalui perjalanan panjang dan tak kenal lelah dan melalui bemacam sidang dalam PBB Akhirnya Tunisia dapat mencapai Kemerdekaan pada tahun 1956. Dengan perjuangan yang sangat keras dan juga korban jiwa yang tidak sedikit.

6. Gerakan Kemerdekaan Maroko.

Maroko merupakan sebuah bangsa di Afrika yang pada abad ke 5 menjadi propinsi dari bangsa Romawi. Penduduk asli Maroko adalah orang Barbar. Sedangkan bentuk negara Maroko adalah kekaisaran. Seperti bangsa Afrika lainya Maroko juga merupakan negara Protektorat dari Prancis.

Selain dijajah Prancis Maroko juga pernah dijajah oleh Spanyol, disini terdapat tokoh perlawanan melawan Spanyol yang sangat terkenal yaitu Amir Abdul Karim pahlawan Rif yang sangat terkenal. Akan tetapi Akhirnya Abdul Karim berhasil dilumpuhkan oleh Spanyol yang bekerja sama dengan Prancis.

Sebagai negara protektorat tentunya Maroko ingin mendapatkan sebuah kemerdekaan penuh. Dan perjuangan menuju arah itu terus dilakukan baik melalui jalur perundingan atau jalur kekerasan. Jalur kekerasan Maroko selalu mengalami kegagalan karena dalam bidang persenjataan tentara Prancis jauh lebih maju. Dan cara ini yang disenangi oleh Prancis.

Selain jalur kekerasan maroko juga melakukan perjuangan melalui jalur perundingan dan diplomasi. Hal ini sampai membawa masalah maroko ke sidang PBB pada tanggal 15 oktober 1952. setelah melakukan perjuangan dengan berbagai cara akhirnya pada tahun 1955 Prancis mengijinkan sultan Maroko Muhammad V kembali dari perasingan Akhirnya Maroko memperoleh kemerdekaan penuh pada tahun 1956, dan pada tahun 1957 Sultan Muhammad V memakai gelar raja hingga Wafat pada tahun 1961.

7. Gerakan kemerdekaan Sudan

Pada abad14 terdapat 2 kerajaan di Sudan yairtu Maqurra dan Alwa. Pengaruh budaya Islam Mesir begitu kuat di Sudan sebelum datangnya Inggris. Setelah datang Inggris ternyata membuat Sudan daerah rebutan Inggris dan Mesir karena memang letaknya yang strategis. Setelah terjadinya keributan itu maka muncul tokoh di Sudan yaitu Jendral Nadjib yang berhasil menggulingkan Raja Farouk. Pada saat itu diadakan Plebiciut/jajak pendapat yang hasilnya rakyat Sudan menghendaki kemerdekaan.

Dan pada 1 Januari 1956 Sudan mendapatkan kemerdekaan Penuh. Akan tetapi walaupun sudah Merdeka penuh tetap tidak bisa meredakan suasana panas di Sudan karena masih terdapat pertikaian antara Sudan Utara dan Sudan Selatan.

8. Gerakan Kemerdekaan Aljazair.

Aljazair merupakan sebuah daerah dengan penduduk Orang Barbar, namun kemudian ditaklukkan oleh orang Barbarrosa dari Turky. Dan mulai saat itu dikuasai leh orang Turky. Kemudian setelah itu datanglah bangsa Prancis yang berhasil menguasai Aljazair dan menjadikan Aljazair sebagai bagian dari Prancis. Tentu saja rakyat Aljazair ingin mendapatkan kesetaraan dengan Rakyat  Prancis dalam hal hak dan kewajiban sebagai warga negara.

Pada tanggal 1 Nopember 1954 muncul organisasi Front Pembebasan Nasional yang menuntut kemerdekaan penuh bagi Aljazair. Baru akhirnya pada tanggal 3 juli 1962 setelah tentara Oas lemah negara aljazair mendapatkan kemerdekaan penuh yang di proklamirkan oleh De Gaulle. Dengan Presiden pertama adalah Ahmad Beb Bella yang juga merupakan tokoh penting di negara tersebut.

9. Gerakan Kemerdekaan Ghana.

Tahun 1471 tentara Portugis datang ke pantai Emas di Ghana. Dinamakan Pantai Emas karena memang daerahnya kaya akan emas selain itu daerah itu juga penghasil budak belian orang Negro yang akan dikirim ke Amerika tengah. Bahkan bangsa Portugis sempat mendirikan benteng Elmina yang sangat terkenal disana. Belanda dan Inggris sempat bergantian menguasai daerah tersebut. Akan tetapi Akhirnya yang berkuasa adalah Inggris. Akan tetapi disana terdapat sebuah Suku yang tidak setuju dengan kekuasaan Inggris yaitu suku Asjanti yang selalu mengadakan Pemberontakan.

Karena berada dibawah kekuasaan Inggris tentunya rakyat Ghana ingin mendapatkan kemerdekaan. Perjuangan banyak dilakukan melalui perundingan-perundingan. Pada tahun !951 diadakan pemilihan Umum yang pertama dan Dr Kwame Nkrumeh diangkat sebagai Perdana Mentri  akan tetapi saat itu Ghana masih berada dalam Dominion Inggris baru pada tahun 1957 diadakan pemilu yang ke 2 yang disetujui oleh Inggris  dengan anggota perlemen orang Negro Asli. Dengan kenyataan itu Inggris dapat menerima dan pada tanggal 6 Maret 1957 Kemerdekaan Ghana di proklamirkan dengan perdana mentri Dr Kwame Nkrumeh.

10. Gerakan Kemerdekaan Kongo

Congo merupakan sebuah negara Jajahan Belgia dengan nama Belgia-Congo . Explorasi Congo tidak bisa dilepaskan dari 2 tokoh Penting Yaitu Henry Morton Staenly sebagai Peneleti. Karena dari hasil Penelitianya maka keadaan Congo dengan segala kelebihanya dapat terungkap . bahkan dalam temuanya H.M. Staenly juga menemukan Dinamit yang sebelumnya belum terklenal. Karena itulah rakyat Congo menjuluki Staenly “Boela Matari” atau Penghancur Padas.

Adapun untuk tokoh yang ke 2 adalah Raja Belgia saat itu Yaitu Leopold II. Dalam hal ini Leopold II berperan mendanai Penelitian yang dilakukan oleh Staenly  di Afrika. Raja Leopold II punya sebuah pemikiran bahwa Belgia sebagai  negara industri suatu saat pasti akan mengalami kelebihan Hasil Industri, untuk itu perlu dicari adanya daerah pemasaran baru. Setalah bekerja sama dengan Staenly akhirnya ditemukanlah Congo dan mulai 1908 Congo resmi jadi jajahan Belgia.

Sebagai jajahan Belgia tentunya Pendidikan di Congo jga memprihatinkan karena  baru pada tahun 1954 berdiri sebuah Universitas di Congo. Itupun dengan syarat tidak boleh mengadakan pendidikan hukum. Tentunya hal ini sangat memprihatinkan.

Dengan keadaan yang seperti ini membuat Nasionalisme rakyat Congo Meningkat. Mereka menuntut agar Congo diberi kemerdekaan penuh. Perjuangan banyak dilakukan melalui meja perundingan tetapi juga selalu gagal. Sampai akhirnya diadakan KMB (Konfrensi Meja Bundar) pada tahun 1960. Pada moment KMB inilah secara resmi Belgia menyerahkan kemerdekaan penuh pada Congo. Dan pada tanggal 30 Juni 1960 Congo memperoleh kemerdekaan secara penuh setelah melalui perjuangan yang tak kenal lelah.

11. Gerakan Nasionalisme Angola

Orang Eropa pertama yang datang di Angola adalah Diogo Cao dari Portugis, sehingga mulai saat itu Portugis yang menguasai Angola. Pada saat bersamaan Inggris yang sedang memperluas wilayah juga ingin menguasai Angola sehingga diadakan perjanjian dengan Inggris yang mengatur wilayah perbatasan. Setelah PD II Portugis mengubah status hukum tanah jajahan jadi Propinsi Sebrang Laut. Setelah terjadi kekacauan di Portugis maka portugis memberikan kemerdekaan pada Angola pada tahun 1975. Walaupun begitu bukan berarti masalah Angola selesai Karena setelah merdekapun masih terjadi banyak kekacauan di Angola.

12. Gerakan Nasionalisme Kenya dan Tanganyika

Sejarah Kenya dimulai sejak abad ke-7 m. Dimulai dari orang orang Arab yang tinggal di sepanjang pantai. Kemudian datanglah orang Eropa, bangsa Eropa yang pertama datang adalah Portugis dibawah pimpinan Vasco da Gama. Perkembangan setelah itu adalah Kenya berada dibawah Protektorat Inggris tentu saja dalam hal ini rakyat Kenya juga ingin merdeka secara penuh.

Pada masa perjuangan inilah muncul gerakan “Mau-mau” yang mngejutkan masyarakat Eropa pada tahun 1952. Gerakan Mau-mau adalah  Sebuah organisasi rahasia yang terutama diikuti  oleh masyarakat Kikuyu dengan tujuan Untuk mengusir Pemjajah dari Kenya. Dengan juru bicara Jomo Kenyatta. Akhirnya Kenya berhasil merdeka pada tanggal 12 Desember 1963 dan Jomo Kenyatta diangkat sebagai perdana Menteri pertama.

Gerakan kemerdekaan juga muncul di Tanganyika dengan tokoh Yulis Nyrere seorang pemimpin Tanganyika African National Union ( TANU ). Mei 1961 Tanganyika Memperoleh hak mengatur pemerintahan dan pada Desember 1961 Tanganyika resmi merdeka.

13. Gerakan Nasionalisme Kamerun

Nama Kamerun pertama diungkapkan oleh bangsa Portugis “Rio Dos Camaoes”.Sebelum PD I Kamerun merupakan derah protektorat Jerman. Setelah Jerman kalah dalam PD I maka Kamerun dibawah mandat LBB. Dalam hal ini LBB menyerahkan pada Inngris dan Prancis. Kamerun dibawah Prancis merdeka tahun 1960, sedangkan kamerun dibawah Inggris merdeka 1961. baru pada 1972 setelah keluar undang-undang Kamerun dapat bersatu dengan nama Republik Persatuan Kamerun dengan Presiden merangkap sebagai kepala pemerintahan

14. Gerakan Nasionalisme Republik Somalia.

Sejarah Somalia dimulai sejak abad ke 7 m dari orang orang Arab sebagai cikal bakalnya. Sejarah moderen Somalia dimulai sejak dikuasai oleh Inggris yang secara bergantian  menguasai Somalia dengan Italia. Orang Somalia Inggris mulai memperjuangkan kemerdekaanya dan berhasil pada juni 1960 disusul 1 bulan kemudian Somalia Italia. Dan keduanya bergabung membentuk Republik Somalia. Republik ini merupakan negara Demokrasi Parlementer sampai tahun 1969 saat presiden terbunuh dan kekuasaan diambil alih oleh militer.

F. Masalah Yang Dihadapi Negara-Negara Afrika Pasca Kemerdekaan

Setelah melalui perjuangan yang panjang akhirnya negara-negara Afrika berhasil mencapai Kemerdekaan. Tetapi perjuangan tidak selesai sampai disitu karena setelah itu masih muncul berbagai persoalan baru antara lain sebagai berikut:

1. Masalah Politik

Di Afrika sulit tercapai persatuan nasional karena sejak awal bangsa Afrika terdiri dari bermacam-macam ras, suku serta kelompok etnis. Selain itu perpaduan pengaruh politik kolonial membentuk kepribadian bangsa yang berbeda pula. Hal itulah yang menyebabkan di Afrika sering terjadi perang perebutan kekuasaan dan perang saudara. Sehingga menyebabkan proses demokrasi di Afrika sangat tipis. Selain itu Afrika juga tercatat sebagai Benua yang paling bergejolak.

2. Masalah Sosial Ekonomi

Masalah ekonomi juga menjadi masalah yang serius di Afrika .pada awalnya ekonomi negara-negara Afrika bagus dan mapan karena lepas dari tangan penjajah. Tetapi disatu pihak juga terdapat hal yang memprihatinkan karena banyak terdapat pihak yang tidak bertanggungjawab yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan untuk kepentingan pribadi. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya bantuan luar negeri yang di korupsi sehingga menyebabkan kemiskinan dimana-mana.

Dalam bidang sosial juga terjadi kendala serius karena  peningkatan status sosial sukar dilaksanakan hal ini karena adanya warisan dari kolonial berupa ajaran feodal yang tidak mudah lenyap. Hal ini dapat dilihat dibanyak negara dimana hasil kemakmuran hanya dinikmati oleh segelintir orang saja yang saat itu kebetulan sedang berkuasa. Sementara raktyat banyak masih menderita.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan permasalah dan hasil diskusi di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut:
Dekolonisasi adalah lepasnya negara-negara jajahan dari tangan negara penjajah.Dekolonisasi dimulai dengan gerakan menentang penjajah dengan berbagai cara kemudian dilanjutkan dengan proses kemerdekaan kemudian lahirlah negara- negara baru di kawasan Afrika

Berikut ini gerakan-gerakan nasionalisme yang tumbuh dan berkembang di Afrika; India, Mesir, Libiya, Ethiopia, Monzambique, Tunisia, Maroko, Sudan, Aljazair,Ghana,Angola, Kongo, Kenya dan tanganyika, Kameru, Somalia.

Masalah Yang Dihadapi Negara-Negara Afrika Pasca Kemerdekaan:

Masalah Politik Di Afrika sulit tercapai persatuan nasional karena sejak awal bangsa Afrika terdiri dari bermacam-macam ras, suku serta kelompok etnis. Selain itu perpaduan pengaruh politik kolonial membentuk kepribadian bangsa yang berbeda pula. Hal itulah yang menyebabkan di Afrika sering terjadi perang perebutan kekuasaan dan perang saudara. Sehingga menyebabkan proses demokrasi di Afrika sangat tipis. Selain itu Afrika juga tercatat sebagai Benua yang paling bergejolak.

Masalah ekonomi juga menjadi masalah yang serius di Afrika. Pada awalnya ekonomi negara-negara Afrika bagus dan mapan karena lepas dari tangan penjajah.. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya bantuan luar negeri yang di korupsi sehingga menyebabkan kemiskinan dimana-mana.

Dalam bidang sosial juga terjadi kendala serius karena peningkatan status sosial sukar dilaksanakan hal ini karena adanya warisan dari kolonial berupa ajaran feodal yang tidak mudah lenyap.


DAFTAR PUSTAKA

Darsiti, Soeratman. 1965. Sejarah Afrika Zaman Imperialisme Modern: Jilid I. Yogyakarta: Vita.
———————–, 1974. Sejarah Afrika Zaman Imperialisme Modern: Jilid II. Yogyakarta: Vita.


EmoticonEmoticon