Pengertian Inovatif Dan Syarat-Syarat nya Secara Lengkap

Pengertian inovatif adalah sebuah daya untuk berfikir secara baru dengan melewati beberapa tahap dan syarat yang sudah di tentukan. Ada beberapa syarat yang harus di penuhi dalam berfikir inovatif yaitu elastisitas yang tinggi yaitu berfikir secara luas dengan batasan-batasan norma dan agama agar tidak terlalu jauh dari jalur kemudian produktifitas yang tinggi yaitu dapat menciptakan segala sesuatu yang baru tanpa henti tetapi tetap dalam batasan lalu memiliki sensitifitas yang tinggi terhadap lingkungan sekitar dan yang terakhir ialah originalitas yang tinggi dengan tidak mencuri atau mengakui kreatifitas orang lain serta benar-benar baru dari otak kita. Inovatif yang baik dan positif mencangkup keempat hal tersebut sehingga tidak boleh di pisahkan dari hal tersebut.

Pengertian atau definisi inovatif yang benar pun selain menyandarkan kepada sebuah pemikiran inovatif harus menghasilkan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi dirinya maupun bagi orang lain secara umum inovatif yang bermanfaat bagi orang lain yaitu menciptakan segala sesuatu yang berguna untuk masyarakat baik lapangan pekerjaan, pemikiran atau paham serta hal-hal lain yang berkaitan dengan kehidupan sosial. Secara khusus arti inovatif bagi diri sendiri yaitu menciptakan sesuatu yang berguna bagi diri kita seperti gaya hidup yang baik, menciptakan sebuah wirausaha dan berbagai macam hal yang berkaitan pada kelangsungan hidup diri kita.

Inovatif yang positif tetunya sangat diinginkan setiap semua masyarakan karena setiap orang memiliki hak asasi untuk berfikir tetapi tetap terbatas pada hak-hak orang lain karena itulah dalam berfikir inovatif jangan terlalu jauh menyimpang dari agama, adat atau budaya yang kita anut supaya ide atau inovasi yang kita buat dapat di terima secara baik oleh seluruh masyarakat. Dari paparan di atas dapat di simpulkan bahwa pengertian inovatif yang positif ialah kemampuan atau daya upaya kita sebagai umat manusia untuk menciptakan sebuah produk atau karya yang baru untuk keberlangsungan hidup baik untuk diri sendiri dan lingkungan sosial atau masyarakat yang ada di sekeliling kita
 
 
 
Mitchell Ditkoff, Direktur dari Idea Champions, mengetengahkan tentang kualitas dari seorang inovator, dengan ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Challenges status quo; tidak merasa cepat puas dengan keadaan yang ada dan selalu mempertanyakan otoritas dan rutinitas serta mengkonfrontasikan asumsi-asumsi yang ada.
  2. Curious; senantiasa mengeksplorasi lingkungannya dan menginvestigasi kemungkinan-kemungkinan baru, memiliki rasa kekaguman (sense of awe)
  3. Self-motivated; tanggap terhadap kebutuhan dari dalam (inner needs) senantiasa secara proaktif memprakarsai proyek-proyek baru, menghargai setiap usaha.
  4. Visionary; memiliki imaginasi yang tinggi dan memiliki pandangan yang jauh ke depan.
  5. Entertains the fantastic; memunculkan ide-ide “gila”, memandang sesuatu yang tidak mungkin menjadi sebuah kemungkinan, memimpikan dan menghayalkan sesuatu yang besar-besar.
  6. Takes risks; melampaui wilayah yang dianggap menyenangkan, berani mencoba dan menanggung kegagalan.
  7. Peripatetic; merubah lingkungan kerja sesuai yang dibutuhkan, senang melakukan perjalanan (travelling) untuk memperoleh inspirasi atau pemikiran segar.
  8. Playful/humorous; memliki ketertarikan terhadap hal-hal yang aneh dan mengagumkan, berani tampil beda, bertindak nekad, serta mudah dan sering tertawa layaknya seorang anak kecil.
  9. Self-accepting; dapat mempertahankan ide-idenya dan menganggap “kesempurnaan sebagai musuh kebaikan”, tidak terikat dengan apa-apa yang diipandang baik menurut orang lain.
  10. Flexible/adaptive –terbuka bagi setiap perubahan, mampu melakukan penyesuaian terhadap rencana-rencana yang telah dibuat, menyajikan berbagai solusi dan gagasan
  11. Makes new connections;mampu melihat hubungan-hubungan diantara unsur-unsur yang terputus, mensintesakan dan mengkombinasikannya.
  12. Reflective, menginkubasi setiap masalah dan tantangan, mencari dan merenungkan berbagai pertimbangan dalam mengambil keputusan.
  13. Recognizes (and re-cognizes) patterns; perseptif terhadap sesuatu dan dapat membedakannnya, dapat melihat kecenderungan dan prinsip serta mampu mengorganisasikannnya, dapat melihat ”the Big Picture.”
  14. Tolerates ambiguity, merasa nyaman dalam situasi kacau (chaos), dapat menyajikan situasi paradoks, tidak tergesa-gesa membenarkan terhadap suatu ide yang muncul.
  15. Committed to learning; berusaha mencari pengetahuan secara terus menerus, mensintesakan segala in put, menyeimbangkan setiap informasi yang terkumpul dan menyelaraskan setiap tindakan.
  16. Balances intuition and analysis memilih dan memilah diantara pemikiran divergen dan pemikiran konvergen, memiliki intuisi tertentu sebelum melakukan analisis, meyakini apa yang sudah dianalisis dan menggunakannya secara hati-hati dengan menggunakan akal.
  17. Situationally collaborative; berusaha menyeimbangkan pemikiran dari setiap individu, membuka pelatihan dan mencari dukungan organisasi.
  18. Formally articulate; mengkomunikasikan setiap gagasan secara efektif, menterjemahkan konsep abstrak ke dalam bahasa penuh arti, menciptakan prototype atau model yang dianggap paling mudah
  19. Resilient; merefleksi hal-hal dianggap mengecewakan atau yang tidak dinginkan, belajar dengan cepat dari umpan balik, berkemauan untuk mencoba dan terus mencoba lagi
  20. Persevering; bekerja keras dan tekun, memperjuangkan gagasan-gagasan baru dengan gigih, memiliki komitmen terhadap hasil-hasil yang telah digariskan.
 

Related Posts

Pengertian Inovatif Dan Syarat-Syarat nya Secara Lengkap
4/ 5
Oleh