17 Jenis Gaya Kepemimpinan Dalam Organisasi Berdasarkan Teori Kepemimpinan

Gaya Kepemimpinan – Dalam berbagai hal, yang namanya pemimpin adalah salah satu simbol dan hal yang sangat penting untuk menjadi perhatian setiap orang. Mulai dari lingkup yang terkecil hingga yang terbesar sekalipun.
Dalam hal ini, dalam setiap lingkup kepemimpinan, termasuk dalam sebuah negara, ada beberapa gaya yang berbeda.
Pada umumnya, hal ini tergantung kesepakatan bentuk kepemimpinan itu sendiri, atau mungkin bisa jadi karena kehendak pemimpin nya. Nah, berbicara mengenai hal tersebut, berikut ini ada beberapa daftar gaya kepemimpinan yang perlu Anda ketahui beserta penjelasannya. 


Pengertian Pemimpin dan Kepemimpinan

Pemimpin adalah individu yang melakukan proses mempengaruhi sebuah kelompok atau organisasi untuk mencapai sesuatu tujuan yang telah disepakati bersama, sedangkan kepemimpinan adalah sifat yang diterapkan individu yang bertindak sebagai pemimpin untuk mempengaruhi anggota kelompoknya untuk mencapai sasaran dan tujuan yang telah disepakati bersama.

 

Teori Kepemimpinan

Setidaknya ada 3 teori tentang asal-usul terbentuk seorang pemimpin, diantaranya sebagai berikut:
  1. Teori Genetik – menyatakan bahwa pemimpin itu terlahir dengan bakat yang yang sudah terpendam di dalam diri seseorang.
  2. Teori Sosial – menyatakan bahwa seseorang dapat menjadi pemimpin melalui latihan, kesempatan dan pendidikan.
  3. Teori Ekologis – teori ini merupakan gabungan dari 2 teori di atas.

 

Sifat-sifat Pemimpin

Beberapa sifat yang biasanya melekat pada diri seorang pemimpin, diantaranya adalah sebagai berikut.
  1. Intelejensi – Kemampuan bicara, menafsir, dan bernalar yang lebih kuat daripada para anggota yang dipimpin.
  2. Kepercayaan Diri – Keyakinan akan kompetensi dan keahlian yang dimiliki
  3. Determinasi – Hasrat untuk menyelesaikan pekerjaan yang meliputi ciri seperti berinisiatif, kegigihan, mempengaruhi, dan cenderung menyetir
  4. Integritas – Kualitas kejujuran dan dapat dipercaya oleh para anggota
  5. Sosiabilitas – Kecenderungan pemimpin untuk menjalin hubungan yang menyenangkan, bersahabat, ramah, sopan, bijaksana, dan diplomatis. Menunjukkan rasa sensitif terhadap kebutuhan orang lain dan perhatian atas kehidupan mereka.

 

Keahlian Administratif Dasar Seorang Pemimpin

  1. Keahlian Teknis – Kompetensi khusus tertentu, kemampuan analitis dan menggunakan alat serta teknik yang tepat.
  2. Keahlian Manusia – Kemampuan bekerja sama dengan orang lain.
  3. Keahlian Konseptual – Kemampuan bekerja dengan berbagai gagasan dan konsep.



Contents

        1 Gaya Kepemimpinan Otokratis
        2 Gaya Kepemimpinan Demokratis
        3 Gaya Kepemimpinan Delegatif
        4 Gaya Kepemimpinan Birokratis
        5 Gaya Kepemimpinan Laissez Faire
        6 Gaya Kepemimpinan Karismatis
        7 Gaya Kepemimpinan Diplomatis
        8 Gaya Kepemimpinan Otoriter
        9 Gaya Kepemimpinan Moralis
        10 Gaya Kepemimpinan Administratif
        11 Gaya Kepemimpinan Analitis
        12 Gaya Kepemimpinan Asertif
        13 Gaya Kepemimpinan Enterpreneur
        14 Gaya Kepemimpinan Visioner
        15 Gaya Kepemimpinan Situasional
        16 Kepemimpinan ( Traits Model Of Leadership )
        17 Kepemimpinan Militeristik

     

    Gaya Kepemimpinan Otokratis


    Gaya kepemimpinan otokratis ini merupakan gaya dimana yang paling banyak memberikan keputusan dan wewenang adalah sang pemimpin itu sendiri.
    Gaya ini bisa dilihat dari ciri-ciri dimana banyak sekali petunjuk dan keputusan yang datang dari pemimpin. Jadi, instruksinya secara penuh berada di tangan pemimpin itu sendiri. 

    Gaya Kepemimpinan Demokratis


    Berbeda dari gaya kepemimpinan demokratis yang berpusat pada pemimpin, dalam hal ini gaya kepemimpinan demokratis lebih menekankan pada bagaimana merangkul yang lain agar bisa mencapai tujuan yang sama.
    Gaya yang seperti ini biasa disebut juga dengan gaya kepemimpinan partisifatif dalam.

    Gaya Kepemimpinan Delegatif

    Gaya kepemimpinan ini juga berbanding terbalik dengan gaya kepemimpinan yang otokratis. Dalam hal ini gaya kepemimpinan delegatif di tandai dengan tidak banyaknya instruksi yang diberikan dari pemimpin.
    Dalam hal ini, dalam sebuah organisasi, gaya tersebut bermaksud agar para anggota organisasi mampu menyelesaikan setiap permasalahannya sendiri.

    Gaya Kepemimpinan Birokratis

    Kalau untuk gaya yang satu ini lebih menekankan pada gaya memimpin yang disesuaikan dengan peraturan yang berlaku.
    Jadi, pada umumnya, akan di tandai dengan adanya banyak hal yang di putuskan oleh pemimpin, namun keputusannya di dasarkan pada aturan yang telah ada dan berlaku disana.

    Gaya Kepemimpinan Laissez Faire

    Kalau untuk gaya yang satu ini, perlu diketahui bahwasanya disini gaya tersebut sangat bergantung pada bagaimana anggotanya.
    Dalam gaya tersebut, pemimpin tidak akan banyak berkomunikasi dengan anggota. Jadi, yang akan menentukan masa depan kepemipinan tersebut nantinya tergantung pada anggota masing-masing organisasi terkait.

    Gaya Kepemimpinan Karismatis


    Pemimpin yang memiliki kepribadian visioner, pada umumnya akan memiliki gaya yang sedemikian rupa. Jadi, gaya kepemimpinan yang satu ini di tandai dengan adanya karisma dan daya tarik dari pemimpin itu sendiri sehingga bisa menarik perhatian dan mempengaruhi setiap yang di pimpinnya.
    Tentu saja nilai plus dari gaya seperti ini adalah, sang pemimpin akan mudah membangkitkan semangat para anggotanya.

    Gaya Kepemimpinan Diplomatis


    Gaya kepemimpinan deplomatis ini memiliki beberapa kelebihan tersendiri, namun juga mengandung kekurangan di dalamnya.
    Dalam hal ini kelebihan yang dimiliki adalah penempatan perspektif dari gaya kepemimpinan ini. Akan tetapi, salah satu kelemahannya adalah, dalam gaya tersebut kesabaran sang pemimpin bisa saja menimbulkan hal yang tidak seharusnya.


    Gaya Kepemimpinan Otoriter

    Gaya kepemimpinan yang otoriter dalam hal ini akan berpusat pada yang namanya tugas. Intinya setiap tugas yang ada akan di proyeksi dan dimaksimalkan.
    Sedangkan yang paling jelas dalam hal ini tidak lain adalah ketika menggunakan gaya tersebut, maka bawahan hanyalah sebagai mesin yang akan menyelesaikan tugas yang diberikan oleh pemimpinnya

    .

    Gaya Kepemimpinan Moralis

    gaya gaya kepemimpinan moralis
    Pemimpin yang menggunakan gaya ini, maka akan menunjukkan banyak kelebihan tersendiri. Diantaranya adalah dia akan bisa merangkul bawahan bawahannya.
    Dalam hal ini,  sang pemimpin akan memiliki kesabaran tinggi dan berhubungan baik serta dengan sikap yang ramah pada banyak orang.

    Gaya Kepemimpinan Administratif


    Jika melihat pada gaya yang satu ini, bisa di sebutkan bahwa gaya tersebut cukup kaku dan konservatif. Jadi, sangat kekurangan yang namanya inovasi sehingga hanya mengikuti bagaimana administrasi yang berlaku saja.
    Biasanya gaya yang seperti ini adalah gaya yang muncul ketika seseorang takut mengambil resiko. Sehingga segalanya disesuaikan dengan administrasi tanpa berfikir untuk menumbuhkan inovasi baru.

    Gaya Kepemimpinan Analitis

    Sesuai dengan namanya, gaya kepemimpinan analitis ini lebih pada bagaimana dalam menganalisa banyak hal. Jadi, dalam gaya tersebut, ketika akan membuat keputusan, maka akan sangat menekankan pada yang namanya proses analisa terlebih dahulu.
    Pada umumnya, gaya yang seperti ini akan sangat menekankan pada yang namanya logika dan berbagai pendekatan tertentu.

    Gaya Kepemimpinan Asertif

    Gaya kepemimpinan asertif memiliki sifat keterbukaan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan beberapa gaya lainnya.
    Dalam hal ini, adanya kritik maupun konflik akan lebih di tampung. Sedangkan pengambilan setiap keputusan yang ada, akan muncul dari berbagai argumentasi yang muncul dari beberapa sudut pandang.
    Jadi, intinya, dalam gaya ini ada perhatian yang sangat besar pada berbagai sisi dari seorang pemimpin.


    Gaya Kepemimpinan Enterpreneur

    Pada umumnya, gaya ini tidak mengutamakan, bahkan kurang memperhatikan adanya yang namnay kerjasama. Sedangkan yang menjadi perhatian besar didalamnya adalah bagaimana mencapai hasil akhir yang baik.
    Yang cukup mencolok darinya adalah karena pada umumnya pun banyak menargetkan sesuatu dan banyak pula mencari kompetitor.

    Gaya Kepemimpinan Visioner

    Dalam gaya kepemimpinan yang satu ini, pada umumnya yang lebih ditekankan adalah pencapaian visi dengan kerjasama yang baik bersama setiap anggota perusahaan maupun organisasi.
    Sedangkan dalam penerapannya, akan banyak memberikan arahan dan pemahaman pada bawahan. Akan tetapi, penerapan gaya ini membutuhkan kompetensi tertentu dari seorang pemimpin.

    Gaya Kepemimpinan Situasional

    Gaya yang satu ini bisa di katakan cukup fleksibel. Dalam hal ini seorang pemimpin akan memiliki gaya yang berubah-ubah sesuai situasi dan kondisi yang sedang di alaminya.
    Gaya yang di terapkannya pun akan disesuaikan dengan kondisi serta kesiapan para anggota sehingga bisa memberikan arahan dan sikap yang tepat. Yang jelas, gaya ini fokus pada pendekatan yang sesuai fenomena tertentu. 

    Kepemimpinan ( Traits Model Of Leadership )



    Untuk kepemimpinan yang satu ini, pada umumnya akan melakukan penelitian terhadap apa saja yang melekat pada diri pemimpin itu sendiri. Tentu saja penelitian dilakukan dalam berbagai aspek yang melekat pada diri sang pemimpin.
    Akan tetapi, dalam hal ini hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa watak pribadi seorang pemimpin tidak akan menentukan bagaimana kinerjanya sebagai pemimpin.

    Kepemimpinan Militeristik

    Untuk gaya yang terakhir, dalam hal ini kepemimpinan yang materialistik tersebut sangat mirip dengan gaya kepemimpinan otoriter dimana pemimpin menguasai perintah dan akan memberikan instruksi penuh. Jadi, dalam hal ini pemimpin adalah diktator bagi setiap anggota kelompoknya.
    Demikianlah ulasan mengenai gaya kepemimpinan. Dalam hal ini, dari sekian banyak gaya tersebut, tentu saja Anda pun sudah banyak mendapati bagaimana saja kira-kira kepemimpinan yang gayanya banyak ditemui.
    Namun, perlu diketahui  bahwa adakalanya pemimpin ini tidak hanya memiliki satu gaya. Bisa jadi gaya tersebut diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi maupun situasi yang sedang dihadapinya.

    Related Posts

    17 Jenis Gaya Kepemimpinan Dalam Organisasi Berdasarkan Teori Kepemimpinan
    4/ 5
    Oleh