Makalah - Hubungan Regional Australia Dengan Negara-Negara di Asia dan Negara Pasifik

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Australia merupakan benua yang berbentuk pulau yang terletak diantara samudra Hindia dan pasifik dan diapit oleh kepulauan Asia Tenggara dan daratan Kutub Selatan, secara geografis posisi Australia terisolasi, satu-satunya tetangga terdekat Australia sejak tahun 1949 (sampai Papua New Guinea dan Timur Leste merdeka) adalah Indonesia yang sebelumnya disebut Hindia Belanda. Jika Australia dan negara tetangga (seperti Indonesia) mampu membangun hubungan dengan baik maka kedua negara akan dapat menstabilkan kawasan.

Dalam perkembangannya hubungan tersebut diwarnai oleh nuansa yang memperburuk hubungan Australia dengan negara asia dan pasifik. Perbedaan budaya dan kebijakan politik dalam dan luar negeri antar negara negara sangat mempengaruhi hubungan kerjasana antar negara tersebut. Situasi yang demikian yang menyebabkan Australia harus berhubungan dengan negara di asia dan negara pasifik. Dalam perkembangan selanjutnya karena didorong oleh berbagai kepentingan Australia dan Indonesia saling menjalin kerjasama. Hubungan Australia dengan negara asia dan negara pasifik mengalami pasang surut yang diwarnai oleh ketegangan yang sempat terjadi.

1.2 Rumusan masalah

Dari uraian diatas maka dapat dirumuskan beberapa masalah:
  1. Bagaimana hubungan kerjasama Australia denan Asia Selatan dan Asia Tenggara?
  2. Bagaimana hubungan kerjasama Australia dengan Jepang?
  3. Bagaimana hubungan kerjasama Australia dengan Cina?
  4. Bagaimana hubungan kerjasama Australia dengan Korea Selatan?
  5. Bagaimana hubungan kerjasama Australia dengan Amerika Serikat?
  6. Bagaimana hubungan kerjasama Australia dengan negara Pasifik Selatan dan Pasifik Baratdaya?

1.3 Tujuan Makalah
  1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Sejarah australia yang di ampu oleh dosen Bapak Kuswono,M.Pd
  2. Untuk mengetahui hubungan kerjasama Australia denan Asia Selatan dan Asia Tenggara?
  3. Untuk mengetahui hubungan kerjasama Australia dengan Jepang?
  4. Untuk mengetahui hubungan kerjasama Australia dengan Cina?
  5. Untuk mengetahui hubungan kerjasama Australia dengan Korea Selatan?
  6. Untuk mengetahui hubungan kerjasama Australia dengan Amerika Serikat?
  7. Untuk mengetahui hubungan kerjasama Australia dengan negara Pasifik Selatan dan Pasifik Baratdaya?

Baca Juga;

Contoh Pidato Singkat Peringatan Hari Sumpah Pemuda





BAB II
PEMBAHASAN

1. KERJASAMA REGIONAL AUSTRALIA DENGAN NEGARA ASIA SELATAN DAN ASIA TENGGARA

A. Kerjasama Australia Dengan Asia Selatan dan Asia Tenggara

Berdasarkan semua pertimbangan, lembaga-lembaga politik, gaya hidup, dan kebutuhan akan pertahanan, Australia muncul bagaikan sebuah pulau putih terapung di laut yang berwarna. Di pihak lain, oleh karena lokasinya yang berada di kawasan Asia-Pasifik, di bandingkan dengan posisi hampir semua Negara-negara Barat lainnya,mengharuskan Australia menyelenggarakan sebagian terbesar hubungan-hubungan regionalnya dengan negara-negara Dunia Ketiga. Perubahan wajah politik dunia sesudah Perang Dunia II ikut menjadi faktor yang menggerakkan perubahan politik luar negri Australia.

Salah satu perubahan penting dalam politik luar negeri Australia, didorong oleh meningkatnya kesadaran di Australia tentang lokasinya, yang secara geografis merupakan bagian dari Asia, khususnya Asia Tenggara. Dan perubahan pandangan ,strategi, dan peranan Australia sesudah Perang Dunia II seirama dengan kondisi dalam negeri dan letak geografis (geographical setting). Di gambarkan oeleh schlegel sebagai berikut.

”perubahan strategis dan faktor-faktor ekonomi dalam decade yang lalu, bagaimanapun,  telah memaksa Australia untuk menilai kembali citra nasionalnya. pada akhir 1960-an, perkembangan politik dunia telah membawa pusat-pusat konflik internasional lebih dekat ke Australia dari penonton yang berkepentingan menjadi satu Negara peserta yang aktif dalam peratuean politik di kawasan asia tenggara. bagi Australia bagian penting dari perubahan perannya ini adalah suatu perubahan atas citranya sendiri. banyak kebijakan akhir-akhir inidi ilhami oleh ide bahwa Australia, dengan situasinya yang unik memainkan peran sebagai bangsa penghubung antara pusat-pusat utama kekuatan barat dengan bangsa-bangsa sedang berkembang di asia.

Salah satu aktivitas dalam kerangka strategis dan poliitik luar negri Australia terhadap Negara-negaranya tetangganya di asia khususnya asia selatan dan asia tenggara dapat anda amati dalam keterlibatan  Australia sebagai salah satu utama Colombo plan, atau rencana kerjasama di bidang ekonomi dan social budaya untuk meningkatkan kemajuan bangsa-bangsa di Asia selatan dan asia tenggara. Colombo plant yang menurut berbagai sumber diprakarsai oleh mentri luar Australia pada waktu itu di cetuskan dalam konversi menteri-menteri luar negri dari Negara-negara yang bergabung dalam Britsh commonwealth of natons,yang di selenggarakan di Colombo (Ceylon/srilanka) pada tahun 1950. para menteri luar negri itu menyadari bahwa pelaksanaan itu sangat diperlukan untuk membantu Negara-negara asia tersebut dalam upaya mengembangkan ekonominya.

Pada mulanya,Negara-negara yang ikut dalam Colombo plant ini hanya united kingdom dengan daerah-daerah jajahannya di asia tenggara Australia, selandia baru, kanada, india, Pakistan, srilanka. akan tetapi, sejak permulaan pembentukannya, sudah ditetapkan bahwa plant (rencana) juga meliputi Negara-negara non commonwealth of notions di asia selatan dan asia tenggara.
Negara- Negara non commonwealth of notions yang terletak di asia selatan dan asia tengara dan kemudian bergabung dalam Colombo plant, adalah Indonesia ,Burma (Myanmar), Nepal, Kamboja, Laos, Vietnam, Thailand, dan Filipina. Untuk melaksanakan tugas-tugasnya,colambo plant membentuk consultative committee yang mengadakan rapat pertamanya di Sydney pada bulan mei 1950.

Para pengambil inisiatif pembentuk Colombo plant ini meyadari bahwa kepentingan penduduk di kawasan asia selatan dan asia tenggara tersebut meliputi kepentingan seperempat penduduk dunia (pada waktu itu). Negara-negara di kawasan ini kaya akan sumber daya alam, akan tetapi kekurangan fasilitasnya untuk memanfaatkan dan mengembangkannya.oleh karna itu,praktek kerjasama dalam Colombo plant  ini,terutama meliputi dua pokok,yaitu economic development programmed dan technical Cooperation Scheme.

Keberhasilan kerjasama dalam Colombo Plan ini terlihat dari adanya peningkatan yang nyata dalam produksi pertanian, pengairan, dan luas tanah diolah.Technical Cooperation Scheme menyediakan para ahli (teknisi) yang dikirimkan ke Asia Selatan dan Asia Tenggara untuk memberikan pelatihan bagi teknisi-teknisi di negara-negara di kawasan tersebut,  juga memberikan kesempatan bagi para teknisi dari negara-negara tersebut untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan di Australia.

Dari hasil kerjasama di bawah Colombo Plan ini, dapat dilihat bahwa Plan ini merupakan kerjasama regional Australia dengan negara-negara di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara yang dapat dimanfaatkan oleh negara-negara di kedua kawasan Asia ini untuk mempercepat laju pembangunannya. Colombo Plan ini sedikit banyak telah ikut membangkitkan semangat bertetangga baik antara Australia dengan negara-negara di kawasan Asia selatan dan Asia Tenggara secara timbal balik.

Dengan meningkatnya taraf kehidupan (kehidupan) penduduk di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara, sedikit banyak akan mengurangi hasrat untuk bermigrasi ke Australia.

Pada tahun 1980-an, perkembangan perekonomian di negara-negara di Asia (kawasan Asia Timur dan negara-negara yang tergabung dalam ASEAN) yang menghendaki pertukaran ekonomi baik langsung maupun tidak langsung, mendorong para pengambil keputusan di Australia untuk memasukan faktor ekonomi dalam pertimbangan kebijakan politik luar negerinya.

Langkah Australia yang menempatkan aspek ekonomi dalam kerangka hubungan politik dan strategi tampak pada upaya perdana menteri Australia, Bob Hawke, melakukan berbagai diskusi dan dorongan untuk membentuk Asia Pacific Economic Cooperation (APEC). Dalam pertemuan penjajakan pembentukan APEC yang diselenggarakan di Canberra pada bulan November 1989, Australia berusaha menempatkan ASEAN sebagai inti yang dilingkungi oleh negara-negara industry di kawasan Asia Pasifik,  yaitu Jepang, Amerika Serikat, Kanada, dan Selandia Baru (kompas,7 November 1994:10).

Pada awal munculnya gagasan tentang pembentukan APEC sebagai badan resmi kerjasama ekonomi di kawasan asia pasifik, disadari dan dirasakan adanya berbagai kepentingan dan konflik sebagai kendala. Namun dengan kearifan, akhirnya Australia berhasilan mempertaruhkan 12 negara di Canberra.

Pertemuan di Canberra pada November 1989 ini dihadiri oleh kelompok ASEAN dan non-ASEAN. Dari kelompok ASEAN hadir di Indonesia, Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Thailand, sedangkan dari Negara-negara non-ASEAN hadir Australia, Amerika serikat, Jepang, Kanada, Korea Selatan, dan New Zealand (Selandia Baru).

Sekalipun pertemuan di Canberra ini dibumbui ‘perdebatan’ dan ‘saran’,namun harian kompas mencatat ada berberapa kesepakatan yang berhasil dicapai,antara lain:
  • Membentuk APEC yang berifat informal.
  • Mengadakan konsultasi di singapura pada tahun 1990 dan di dalam tahun korea pada 1991
  • Mengadakan pertemuan APEC di masa mendatang secara bergantian antara Negara-negara ASEAN dan non-ASEAN.
Kesepakatan dimana disebutkan di atas itulah yang menjadi dasar anggapan, bahwa Walaupun secara informal APEC di bentuk di Canberra, yang pada waktu itu beranggotakan 12 negara.

Dalam pertemuan tingkat menteri di seoul (1991),dengan diterimanya Republik Rakyat Cina (RRC), Taiwan,dan Hongkong,sekalipun secara politis RRC tidak setuju mengakui “tiga cina” ini,jumlah APEC berkembang menjadi 15 negara. Di seoul juga di tandatangani ”Seoul APEC Declaration” yang mengubah status APEC dari informal menjadi formal.pada tahun berikutnya (1992),dalam pertemuan tingkat menteri di Bangkok ditandatangani Bangkok declaration yang antara lain menyatujui pembentukan seketariat APEC. Pertemuan para mentri luar negri Negara-negara yang bergabung dalam APEC di seattle (Negara Bagian Washington,Amerika Serikat)pada 1993 memasuki papua New Guinea (PNG) dan Meksiko (1993)serta chile (1994) menjadi anggota APEC. Dengan demikian jumlah Negara yang bergabung dalam APEC menjadi 18 negara.

Dalam kesempatan itu,presiden Amerika Serikat,Bill Cinton,mengadakan pertemuan dengan para pemimpin ekonomi APEC (APEC Ieconomic leaders). Pertemuan ini hanya dihadiri oleh 14 negara,dan pertemuan inilah yang di anggap sebagai pertemuan pertama para pemimpin ekonomi APEC.

Dalam pertemuan di seattle ini tampak tampak kecendrungan yang ingin mengembangkan APEC sebagai suatu masyarakat yang bersatu dan bertanggung jawab atas kehidupan rakyatnya. Pertemuan juga menyepakati untuk melanjutkan pembahasan tentang berbagai hal melalui rapat menteri keuangan,mendorong membentuk forum bisnis pasifik (Pacific business forum) dan mengembangkan program pendidikan APEC.

B. HUBUNGAN KERJASAMA AUSTRALIA DENGAN ASIA TIMUR

1. kerjasama australia-jepang

Bagi australia, hubungan dengan jepang memainkan peran penting dan menguntungkan bagi berbagai kebijakan dalam dan luar negrinya hubungan itu tidak juga menambah ikatan australia dengan amerika serikat, tetapi juga mengurangi ketergantungan australia hanya ada satu patner utama. Hubungan itu cenderung menghasilkan pengaruh australia yang lebih seimbang terhadap perumusan kebijakaan jepang yang berpengaruh terhadap pokok-pokok persoalan yang penting bagi australia, beberapa pokok persoalan tersebut:
  • Rencana pertahanan jepang
  • Kebijakan kebijakan jepang yang berkenal dengan korea terutama mengingat hubungan ekonomi australia dungan korea selatan yang penting dan makin meningkat 
  • Kebijakan politik dan bantuan jepang di asia tenggara dan berkenal dengan ASEAN
Persetujuan perdagangan australia-jepang yang di tandatangani pada tahun 1957 merupakan perkembangan yang penting dalam hubungan ekonomi kedua negara, hungan kedua negara terikat dengan general agreement on tariffs and trade (GATT) terutama sejak 1963 setelah dilakukan revisi terhadap persetujuan yang bersifat umum tersebut. Hubungan perdagangan dalam GATT yang sepenuhnya mulai berlaku sejak tahun 1963 tersebut mengandung makna bahwa dam beberapa hal kedua negara terhindar dari hak untuk saling mendiskriminasikan satu terhadap yang lain dalam hubungan perdagangan. Perdagangan yang di selenggarakan oleh australia dengan jepang dalam kurun waktu seperempat abad akhir ini, mempunyai pengaruh terhadap kinerja performance dan stuktur ekonomi australia.

Pentingnya hubungan ekonomi  secara timbal balik antara australia dengan jepang diperkirakan akan terus bertambah. Secara kasar,gelber memperkirakan, bahwa dewasa ini jepang mendapat dari australia 2\3 dari seluruh impor baksitnya 3\4 dari impor batu bara 1\2 impor bijih besi, hampir 1\2 impor nikelnya,1\3 dari impor setengahnya , hampir 1\2 dari impor gandum, lebih 1\2 impor daging,dan lebih 3\4 seluruh ampor wool nya, diperkirakan jumlah impor barang akan tersebut akan terus bertambah, belum lagi ditambah dengan barang lain seperti gas alam cair dan uranium.

Perdagangan australia dengan jepang sejak tahun 1957 secara garis besar dapat digolongkan dalam tiga tahap;
  1. Terlibat dalam perkembangan perdagangan komoditas yang berkaitan dengan pertanian seperti; wool, gandum, gula, daging,dan hasil hutan. 
  2. Perkembangan yang lebih hebat terjadi dalam tahun 1960-an yaitu pada waktu australia terlibat dalam penjualan bahan mentah untuk industri jepang seperti: bijih besi dan batu bara untuk industri baja jepang,bauksiat,alumunium,dan berbagai jenis 
  3. Menyangkut perkembangan perdagangan produk yang dihasilkan industri dengan sumbertenaga non minyak dan juga produk yang dihasilkan dengan energy intensive.

Jepang termasuk negara yang bersemangat menjalankan program tenaga nuklir, khusnya untuk pembangkit tenaga listrik. sampai tahun 1983, telah di operasikan pembangkit listrik dengan tenaga nuklir (PLTN) yang menghasilkan sekitar 17.000mw, dan perluasnya yang dapat menghasilkan  tambahan 9.000mw, sedang dalam proses pembangunan di sekitar tahun 1990, suatu PLTN tambahan yang dapat menghasilkan 20.000mw, juga sedang di pertimbangkan. Hal tersebut memberi kesempatan bagi australia sebagai hasil ranium untuk memasok jepang dengan bahan tersebut.

Terutama sejak akhir 1980-an. kemudian kasar memperlihatkan bahwa jepang mengambil 6-7 persen dari seluruh kebuthannya dari australia, ternasuk batubara. Diperkirakan, pada tahun 1990-an persentase ini akan meningkat sampai dua kali, jika perkiraan ini tepat, maka hal itu tidak saja meningkatkan perdagangan kedua negara secara bilateral, melainkan juga memperkuat saling bergantungan antar kedua negara, khususnya berkaitan dengan permintaan dan penyediaan komoditi sumber pembangkit tenaga tersebut.

2. kerjasama australia-cina

Bagi australia, hubungan dengan cina dalam berbagai hal merupakan pelengkap terhadap hubungan dengan jepang dan amerika serikat. Australia amat menaruh perhatian terhadap berbagai keberhasilan dalam negri serta perkembangan kebijakan cina ,dan upaya memelihara hubungan damai antara cina, jepang,dan amerika serikat,namun juga tidak bisa mengabaikan hal  haltak menentu yang masih tersisa melalui kelanggengan persahabatan cina. Dalam batas yang di akibatkan oleh rencana pengembangan ekonomi cina yang, australia dapat menjadi pemasok tetap bahan mentah untuk industri bahan mentah cina, dan barangkali yang lebih penting lagi adalah pemasok bahan makanan bagi penduduk cina yang terus meningkat.

Secara umum hubungan dengan cina membantu australia untuk melaksanakan politik luar negri yang bervareasi dan mengejar sejumlah kepentingan secara bebes dari ikatan hubungan- hubungan luar negrinyayang tekesan lebih tradisional, dan hubungan dengan cina memperkat hubungan australia dengan negara negra selatan dalam diskusi tentang masalah masalah utara-selatan dan juga meningkatkan kemampan astralia mengejar kebijakan negara-negara dunia ketiga yang sekaligus memperkuat sumber dukungan internasional bagi australia dalam menghadapi bagian bagian tertentu yang penting bagi australia dari berbagai pendapat yang timbul di negaranya sendiri.

Hubungan kerjasama australia-cina dalam bidang ekonomi

Persetujuan dagang antara australia-cina di tandatangani pada tahun 1973,setelah terjadinnya normalisasi hubungan diplomatik antara kedua negara, walaupun sesungguhnya lebih dari satu dekade sebelumnya cina telah menjaji pasar yang amat berarti bagi gandum australia, berbeda dengan jepang, cina bukan anggota GATT walaupun belakangan ini cina tampak menaruh perhatian terhadap organisasi terseut sehingga hubungan dagang australia dengan cina tidak diatur dalam kerangka GATT.

Hubungan ekonomi antara australia-cina berjalan sesuai dengan perkembangan kebijakan dikedua negara khususnya di cina. Bukti paling dramatis tentang perubahan hubungan ekonomi australia dengan cina akhir ini ialah keterlibatan perusahaan australia dalam tawar menawar hak melakukan eksplorasi minyak dilepas pantai cina. Semua ini mereflesikan cara sistematis yang ditempuh cina yang sedang berupaya menemukan cara agar sistem sistem ekonomi terencana yang sedang digalakkannya lebih efesien, fleksibel, dan mampu menjawab kebutuhan pasar.

Dalam kerjasama australia-cina, tampaknya cina amat membutuhkan keahlian australia dalam teknologi pertanian dan mineral. Dengan berdasar pada hubungan dagang, australia memprakasai bantuan yang memudahkan cina mendapatkan akses kepasar dan meningkatkan statusnya sebagai negara dari ketiga. hal yang paling menentukan dalam mengembangkan hubungan dagang australia dengan cina, terletak pada kinerja (performance) ekonomi negri itu sendiri,dan adanya perasaan rintangan-rintangan yang sangat berarti berkaitan dengan ini. Pertumbuhan penduduk dan ketadak pastian persediaan makanan yang berasal dari dalam negri, secara tradisional merupakan kelemahan perekonomain negara cina.

Keberhasilan dalam pengeboran manyak lepas pantai,di mana perusahaan australia juga berusaha ikut terlibat, akan menjadi tumpuan pertukaran dagang di luar negri dimasa depan untuk mendapatkan keperluan cina dan hal ani akan menjadi salah satu kanerja ekonominya.sementara itu, cina berupaya mempercepat pertumbuhan ekspor hasil industri ringannya, terutana pada waktu perekonomian internasional mengalami depresi.

3. Kerjasama australia-korea selatan

Hubungan ekonomi australia dengan korea selatan secara material menguntungkan australia, namun hubungan tersebut telah memperkuat ekonomi korea selatan, dan juga meningkatkan kemampuan korea selatan untuk mencugah aksi-aksi korea utara, dan dengan demikian mencegah terjadi krisis keamanan, yang jika terjadi akan menyebabkan australia menghadapi pilihan yang amat sulit. Persetujuan dagang antara australia dengan korea selatan secara bilateral dirundingkan untuk pertamakalinya pada tahun 1973 diadakan lagi perundingan baru. Dalam perundingan itu disepakati bahwa diantara kedua negara akan diadakan pembicaraan tingkat mentri perdagangan secara teratur. Bagi australia inilah pembicaraan tingkat mentri perdagangan yang pertamakali dilakukan oleh australia.

Bagi australia, korea selatan  menjadi pasar yang dalam tahun 1981 menduduki pringkat keempat dengan hasil penjualan sebesar $669.000.000. sejak awal tahun 1960-an penghasilan australia dari kegiatan ekspor ke korea selatan mengalami kenaikan terutama bersumber dari ekspor hasil-hasilpertanian (wool, daging, dan gula), serta bahan mentah seperti: bijih besi, batu bara, besi, dan baja. Tujuan pokok australia dalam hubungan dagang dengan korea selatan, adalah mempertahankan posisinya sebagai pemasok bahan mentah dan bahan makanan, dan secara umum mengembangkan hubungan ekonomi yang lebih erat lewat penanaman modal secara dua arah dan juga untuk mengembangkan diversitikasi perdagangan. Sama dengan jepang,korea selatan menekankan pengembangan ekonominya pada diversivikasinya menjauhi minyak sebagai energi. Kebijakan korea selatan ini membuka kemungkinan bagi australia untuk meningkatkan penjualan butu bara, demakian juga uranium dan produk produk energi insetif lainnya.

Australia juga amat tertarik melihat perkembangan lebih jauh tentang perdagangan hasil hasil pertanian, secara tradisional, amerika serikat telah menduduki terlebih dahulu posisi sebagai pemasok utama gandum dan padi padian kepasar korea selatan, akan tetapi australia berupaya keras untuk ikut untuk mengambil bagian, sementara itu korea selatan bertujuan, untuk meningkatkan kemampuan berswasembada dibidang hasil hasil pertanian.

Akhir ini australia merupakan pemasok daging yang penting bagi pasar korea selatan, walaupun ada kecendrungan bahwa perdagangan dibidang ini mengalami fluktuasi. Perdagangan hasil hasil peternakan lainnya juga mengalami pertumbuhan secara menyeluruh korea selatan dewasa ini mampu kemungkinan dimasa yang akan datang, merupakan pesar yang penting bagi pengembangan ekspor hasil hasil pertanian australia.

Pada dasarnya hubungan antara australia dengan korea selatan berlangsung baik, walaupun didalamnya terkandung kepekaan atau kerawanan, salahsatu kerawanan iti adalah keprihatinan akan ketidakbeimbangan pedagangan antara kedua negara-negara,dan pertemuan inilah yang di anggap sebagai pertemuan pertama para pemimpin ekonomi APEC.

Dalam pertemuan di seattle ini tampak tampak kecendrungan yang ingin mengembangkan APEC sebagai suatu masyarakat yang bersatu dan bertanggung jawab atas kehidupan rakyatnya. Pertemuan juga menyepakati untuk melanjutkan pembahasan tentang berbagai hal melalui rapat menteri keuangan,mendorong membentuk forum bisnis pasifik (Pacific business forum) dan mengembangkan program pendidikan APEC.

2. KERJASAMA REGIONAL AUSTRALIA DENGAN NEGARA-NEGARA PASIFIK

A.Hubungan dan Kerjasama Australia Dengan Amerika Serikat

Mungkin agak aneh, jika dikatakan bahwa hubungan “orang-orang Australia” dengan Amerika Serikat lebih berlangsung sejak dua ratus tahun yang lalu.Kapal-kapal dari Amerika Serikat sudah mendatangi pantai Australia sejak tahun 1792- empat tahun setelah pendaratan rombongan kolonis pertama, dengan muatan yang secara spekulatif dijual di sekitar dermaga. Konsul Amerika Serikat sudah ditempatkan di Sydney pada 1836, di Hobart pada 1843, dan di Melborne pada 1852. Ribuan orang Amerika Serikat juga ikut ambil bagian dalam “gold rush” (perpindahan penduduk secara besar-besaran ke suatu tempat dimana emas baru ditemukan) yang terjadi pada tahun 1850-an.

Hubungan “orang-orang Australia” dengan Amerika Serikat, bukanlah dalam arti hubungan bangsa Australia sebagai satu bangsa yang merdeka yang memang seyogianya dilakukan dan biasa disebut dengan hubungan diplomatik. Maksudnya adalah hanya ingin memperlihatkan bahwa antara Australia dengan Amerika Serikat, sesungguhnya sudah lama berlangsung kontak, dan lewat kontak-kontak itu antara keduanya juga sudah berkembang saling mengenal.

Hubungan dagang antara Australia dengan Amerika Serikat berlangsung terus seperti biasa selama abad ke-19 sampai awal abad ke-20 (kedua negeri itu masih berstatus sebagai koloni), hingga pada tahun 1980-an Amerika Serikat (terutama karena keunggulan teknologinya) menjadi mitra dagang terbesar bagi Australia hingga sekarang. Investasi  Amerika Serikat,khususnya setelah Perang Dunia II, Merupakan kontributor penting bagi pembangunan Australia.

Ide bahwa Amerika Serikat dapat membantu melindungi Australia, merupakan sesuatu yang berfungsi untuk mengatasi rasa takut terhadap Jepang yang berkembang pada akhir abad ke-19. Untuk menenangkan rasa takut Perdana Menteri Alfred Deakin membujuk agar pemerintah Inggris mengundang armada Amerika Serikat, “Great White Fleet” untuk mengunjungi Australia pada tahun 1908. Untuk tujuan yang sama, Deakin gagal dengan dua prakarsanya yang lai, yaitu usul memberlakukan semacam “Doktrin Monroe untuk Pasifik” (Monroe Doctrine of the Pacific), dan undangan kepada presiden Theofore Roosevelt agar mengunjungi Australia.

Serbuan Jepang atas Pearl Harbour yang selanjutnya mengobarkan Perang Pasifik, mencampakkan Australia dan Amerika Serikat melakukan kerjasama militer. Australia memerlukan angkatan laut Amerika Serikat untuk melindunginya, dan juga senjata untuk keperluan perang menghadapi Jepang. Sebaliknya, Amerika Serikat memerlukan Australia untuk memasok keperluan pasukannya, dan juga membutuhkan daratan Australia sebagai basis untuk melancarkan operasi-operasi militer yang ternyata sebagian besar berhasil memukul pasukan Jepang sebelum dua bom atom yang diprogramkan sebagai “tindakan yang mengakhiri penderitaan” (coup de grace) dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki dalam bulan Agustus 1945.

Sejak peristiwa yang dialami dalam Perang Pasisfik yang merupakan bagian dari Perang Dunia II inilah berkembang hubungan psikologis, politik, dan keamanan antara Australia dengan Amerika Serikat. Perjanjian pertahanan bersama atau dapat juga dikatakan sebagai perjanjian saling melindungi antar ketiga negara ini. Yaitu pihak Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat.

Menjadi sandaran bagi promosi Australia dalam SEATO, keikutsertaannya dalam Perang Vietnam, penyewaan north west cape, inegap, dan nurungar bagi angkatan laut dan fasilitas komunikasi serta pemantauan ruang angkasa Amerika Serikat, keikutsertaan dalam latihan bersama angkatan laut dan militer, penawaran cockburn sound menjadi pangkalan kapal-kapal angkatan laut Amerika Serikat seta Darwin menjadi daerah persiapan pesawat pembom B-52 yang akan terlibat dalam penerbangan latihan dan pengawasan Samudra Hindia.

Dipandang dari keamanan Australia ANZUS treaty hanya sekedar kerangka resmi  di atas mana suatu jaringan rencana-rencana pertahanan dibangun. Ada sementara anggapan bahwa sampai sekarang Australia telah memberikan konstribusi yang lebih besar di bawah ANZUS, atau di bawah hubungan persekutuan dengan Amerika Serikat, ketimbang yang diterimanya.

Meskipun ada semacam kekhawatiran yang menggelisahkan selama pelaksanaan Trikora dan Dwikora yang di lancarkan oleh pemerintah Indonesia, Australia secara nyata tidak pernah meminta bantuan ANZUS.Kegelisahan masih tetap ada sebagai kenyataan politik, hubungan dibawah ANZUS ini telah memungkinkan Australia memasuki intellensi politik dan militer dan juga kesempatan untuk meningkatkan teknologi militernya yang ternyata amat berguna.

Akan tetapi dilihat dari sisi beban, Australia khususnya pada masa berlangsungnya perang dingin telah menerima tanpa kritsis pikiran-pikiran resmi Amerika Serikat tentang Cina, Vietnam, dan Asia Tenggara. Hal itu amat mengurangi kelenturan gerak diplimatiknya, dan juga status kemerdekaan Australia dikawasan ini. Perang Vietnam ternyata akhirnya menimbulkan pro dan kontra yang membelah Australia.

Dalam masa berlangsungnya Perang Dingin, ada hal yang lebih drastis lagi, yaitu paling tidak dilihat dari segi kemungkinannya, hampir dapat dipastikan bahwa beberapa fasilitas Amerika Serikat di Australia termasuk dalam daftar target senjata-senjata nuklir Unisoviet jika perang global terjadi.
ANZUS beserta struktur yang dijalin disekitar dan bertalian dengannya, sekarang ini tidak lebih dari satu tongkat penunjuk kekuatan-kekuatan atau kelemahan-kelemahan. Ia akan mengungkapkan dirinya (apa dan bagaimana) dalam situasi dimana Australia secara sungguh-sungguh memerlukan bantuan pertahanan.

Keberadaan perjanjian pertahanan bersama itu, kewajiban-kewajiban yang betapapun secara kabur diformulasikan dan dirasakan secara beragam dibawah perjanjian tersebut, akan merupakan suatu faktor dalam tindakan-tindakan yang akan diambl oleh negara-negara anggotanya. Tidak ada partai politik utama Australia yang menyuarakan dengan kesanksian yang paling kecil sekalipun tentang keinginan tetap adanya perjanjian tersebut. Akhir-akhir ini semangat ANZUS treaty amat merosot, karena hubungan Amerika Serikat dengan Selandia Baru menjadi dingin setelah Selandia Baru menloak untuk memberi fasilitas berlabuh bagi kapal Amerika Serikat yang membawa peralatan nuklir.

Akhir-akhir ini terdapat serangkaian perbedaan tekanan politikluar negeri Australia dengan pemerintah Amerika Serikat. Perbedaan yang paling berarti dalam jangka waktu panjang adalah tentang hukum laut. Dlam tahun 1980-an pemerintah Australia mendesak Amerika Serikat pemerintah Reagan berpartisipasisecara fleksibel dalam negosiasi hukum laut menuju terciptanya konsensus mengenai suatu konfrensi atau perjanjian internasional. Bagi sebagian orang luar, kekerasan pendirian Amerika Serikat kelihatan lebih merefleksikan ketamakan kepentingan dan keuntungan perdagangannya ketimbang keinginan untuk mewujudkan perjanjian univaersal serta untuk membagi sumber-sumber kekayaan laut dan dasar laut secara pantas.

Dalam beberpa hal kebijakan Australia terhadap Asia Timur dan Asia Tenggara, berbeda dengan kebijakan Amerika Serikat. Perbedaan itu ialah dari sikap pemerintah Australia terhadap pemerintah demokratik Kamboja di bawah pimpinan Pol Pot yang berbeda dengan sikap Amerika Serikat. Dalam tahun 1981 pemerintah Australia menraik pengakuannya terhadap pemerintah demokratik Kamboja dan di bawah Pol Pot.

Amerika Serikat dan Australia memandang dunia dengan cara yang berbeda, karena masing-masing mempunyai pusat perhatian, kewajiban, dan kepentingan nasional yang berbeda. Amerika Serikat dikenal sebagai Global Superpower sementara Australia hanya sebagai Regional middle Power. Australia mengandalkan diplomasi multilateral sementara Amerika Serikat adalah bilateral. Walaupun ada beberapa perbedaan namun diantara keduanya terdapat banyak persamaan :
  • Latar belakang sosial budaya
  • Lembaga-lembaga dan budaya serta praktek politik
  • Tujuan dan metode yang dipraktekkan
Oleh karena itu, dalam kebijakan luar negerinya Australia tidak mudah begitu saja berpaling dari Amerika Serikat.

Bobot hubungan dan masalah antara Australia dan Amerika serikat tidak terletak pada kebijakan luar negeri, melainkan pada perdagangan serta hal-hal yang menyertainya. Dalam tahun 1981 atau 1982, 22% dari impor Australia berasal dari Amerika Serikat yaitu perlengkapan kapital, mesin-mesin khusus, pesawat udara, dan perlengkapan pertahanan. Amerika Serikat juga termasuk pasar yang tergolong besar bagi produk Australia, terutama terdiri dari daging, gula, wol, aluminium, makanan laut, serta barang-barang manufaktur. Tetapi jika dibandingkan volume impor tahun 1981 atau 1982 sebesar $3.577,3 dengan ekspor dalam tahun yang sama sebesar $1.784,6. Hubungan dagang antara kedua negara lebih menguntungkan Amerika Serikat.

Dalam hal perdagangan, termasuk pembelian perlengkapan pertahanan, orang-orang Amerika secara konsisten memperlihatkan hal yang dapat disesalkan, bagi orang Australia dianggap tidak mempunyai perasaan. orang Amerika meminta harga yang mencekik leher, dan tak pernah ragu-ragu memanfaatkan kelemahan kemampuan bernegosiasi serta posisi tawar menawar yang dimiliki Australia.

Dalam tiga tahun 1978 atau 1979-1980 atau 1981,investasi luar negeri dalam perusahaan di Australia diluar penghasilan yang tidak di distribusikan, $1.001 juta dari Amerika Serikat, $742 juta dari Inggris $639 juta dari negara-negara EEC (European Economic Community) lainnya, $502 juta dari Jepang, $128 juta dari Kanada, dan $352 juta dari negara-negara lain. Jadi sepertiga dari Amerika Serikat.

b. hubungan regional australia dngan negara negara fasifik selatan dan fasifik barat daya 
 
akhir akhir ini sejalan dengan dinamika yang dialaminya, rupanya australia mengalami mengalami yang cukup berarti yang memajukan sikap kemandiriannya. Dalam bidang pertahanan yang tadinya hampir dapat dikatakan menggantungkan diri pada persekutuan dengan amerika serikat.(ingat ANZUS treaty), secara bertahap australia menyusun rencana pertahanan yang diletakan diatas kondisi dan kemempuan australia sendiri. Isu ini muncul pada masa pemerintahan perdana mentri roberthawke, ketika kepadi dr. Paul dibb di beri mandat untuk meneliti prioritas sertaa kemampuan australia dalam mempertahankan negaranya sendiri.

Berdasarkan hasil penelitian paul dibbini, australia menempuh kebijakan terkenal dengan kertas putih pertahanan australia pada tahun 1987. Dabb mengamukakan pertahanan berlapis serta meningkatkan kemampuan pertahnan australia dengan menekankan pemanfaatan keadaan geografis australia.

Ratih hardjono(1992;187) mejelaskan pertahaman berlapis tersebut dengan menlis sebagai berikut:
  • Pengawasan dini yang didapatkan dari radar biasa dan radar tembus cakrawala jindalee.
  • Untuk menemui musuh dicelah laut dan angkasanya sebelum meraka menginjakan kaki di australia.
  • Mengandalkan angkatan darat australia, dan yang menjadi fokus adalah mobilitas tentaranya.
Selain melakukan restrukturisasi pertahananya, kabinet hawke juga berupaya mendekatkan australia dengan kawasannya. Berkaitan dengan ini, pada tahu 1988 australia mengamukakan secara resmi bahwa indonesia dan papua new guinea (PNG) dijadikan sebai fokus hubungan bilateralnya mengangat kedua negara ini merupakan negara tetangga terdekat. Berfikir dengan keamanan regional australia, pendekatan yang dilakukan oleh australia tidak lagi hanya bergantnng pada kekuatan militer beserta perangkat kerasnya, tetapi juga pada keuletan diplomasi, perdagangan, dan aspek-aspek lainnya.

Sejalan dengan itu,disadari pula bahwa keamanan bukan hanya urusan departemen pertahanan, tetapi juga terkait dengan depertemen luar negri. mengangat juga bahwa depertemen luar negri australia merupakan gabungan antara depertemen luar negri dengan perdagangan, maka pendekatan keamanan dengan dalakukan austalia dalam kerangaka australia dalam kerangka keamanan regionalnya disebut juga dengan pendekatan multidimensional. Maka dengan ini australia melakukan kerjasama dengann negara negara di kawasn pasifik selatan dan pasifik baratdaya.

Mengingat bahwa australia serta beberapa negara pasifik lainnya seperti PNG menduduki posisi geografis dikawasan pasifik selatan dan dikawasan pasifik baratdaya, dalam tulisan ini tidak dibedakan hubungan dan kerjasama australia dengan kedua subkawasan tersebut. Kecuali yang menyangkut hubungan bilateral australia dengan indonesia.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

1. KESIMPULAN

Berdasarkan semua pertimbangan,lembaga-lembaga politik,gaya hidup,dan kebutuhan akan 12oleh karena lokasinya yang berada di kawasan Asia-Pasifik,di bandingkan dengan posisi hampir semua Negara-negara Barat lainnya,mengharuskan Australia menyelenggarakan sebagian terbesar hubungan-hubungan regionalnya dengan negara-negara Dunia Ketiga. Perubahan wajah politik dunia sesudah Perang Dunia II ikut menjadi faktor yang menggerakkan perubahan politik luar negri Australia.

Bagi australia, hubungan dengan jepang memainkan peran penting dan menguntungkan bagi berbagai kebijakan dalam dan luar negrinya hubungan itu tidak juga menambah ikatan australia dengan amerika serikat, tetapi juga mengurangi ketergantungan australia hanya ada satu patner utama. Hubungan itu cenderung menghasilkan pengaruh australia yang lebih seimbang terhadap perumusan kebijakaan jepang yang berpengaruh terhadap pokok-pokok persoalan yang penting bagi australia.

Bagi australia, hubungan dengan cina dalam berbagai hal merupakan pelengkap terhadap hubungan dengan jepang dan amerika serikat. Australia amat menaruh perhatian terhadap berbagai keberhasilan dalam negri serta perkembangan kebijakan cina ,dan upaya memelihara hubungan damai antara cina, jepang,dan amerika serikat,namun juga tidak bisa mengabaikan hal  haltak menentu yang masih tersisa melalui kelanggengan persahabatan cina. Dalam batas yang di akibatkan oleh rencana pengembangan ekonomi cina yang, australia dapat menjadi pemasok tetap bahan mentah untuk industri bahan mentah cina, dan barangkali yang lebih penting lagi adalah pemasok bahan makanan bagi penduduk cina yang terus meningkat.

Hubungan ekonomi australia dengan korea selatan secara material menguntungkan australia, namun hubungan tersebut telah memperkuat ekonomi korea selatan, dan juga meningkatkan kemampuan korea selatan untuk mencugah aksi-aksi korea utara, dan dengan demikian mencegah terjadi krisis keamanan, yang jika terjadi akan menyebabkan australia menghadapi pilihan yang amat sulit.persetujuan dagang antara australia dengan korea selatan secara bilateral dirundingkan untuk pertamakalinya pada tahun 1973 diadakan lagi perundingan baru. Dalam perundingan itu disepakati bahwa diantara kedua negara akan diadakan pembicaraan tingkat mentri perdagangan secara teratur. Bagi australia inilah pembicaraan tingkat mentri perdagangan yang pertamakali dilakukan oleh australia.

Hubungan dagang antara Australia dengan Amerika Serikat berlangsung terus seperti biasa selama abad ke-19 sampai awal abad ke-20 (kedua negeri itu masih berstatus sebagai koloni), hingga pada tahun 1980-an Amerika Serikat (terutama karena keunggulan teknologinya) menjadi mitra dagang terbesar bagi Australia hingga sekarang. Investasi Amerika Serikat,khususnya setelah Perang Dunia II, Merupakan kontributor penting bagi pembangunan Australia.
hubungan regional australia dengan negara negara fasifik selatan dan fasifik baratdayaakhir akhir ini sejalan dengan dinamika yang dialaminya, rupanya australia mengalami mengalami yang cukup berarti yang memajukan sikap kemandiriannya.

Dalam bidang pertahanan yang tadinya hampir dapat dikatakan menggantungkan diri pada persekutuan dengan amerika serikat.(ingat ANZUS treaty), secara bertahap australia menyusun rencana pertahanan yang diletakan diatas kondisi dan kemempuan australia sendiri. Isu ini muncul pada masa pemerintahan perdana mentri roberthawke, ketika kepadi dr. Paul dibb di beri mandat untuk meneliti prioritas sertaa kemampuan australia dalam mempertahankan negaranya sendiri.

2. SARAN

Dalam pembuatan makalah ini mungkin masis banyak terdapat kekurangan baik dari isi maupun cara penulisannya. Untuk itu kami sebagai penulis mohon maaf apabila pembaca tidak merasa puas dengan hasil yang kami sajikan, dan kritik beserta saran juga kami harapkan agar dapat menambah wawasan untuk merperbaiki penulisan makalah kami.
 
 


DAFTAR PUSTAKA

Hudaidah. 2004. Sejarah Australia dan Oceania. Palembang: FKIP Sejarah Universitas Sriwijaya.
Siboro, J., (1974). Sejarah Australia.Bandung: IKIF. The Official Bicentenial Diary 1988.


EmoticonEmoticon