Sejarah Kerajaan Kalingga Paling Lengkap

Kerajaan kalingga adalah kerajaan hindu budha pertama yang berada di wilayah jawa tengah. Sumber sumber yang ada menunjukkan bahwa Sejarah Kerajaan Kalingga dimulai pada abad ke 6 masehi. Kerajaan ini merupakan kerajaan yang memiliki gaya india, sebab memang kerajaan ini memiliki corak hindu budha yang sangat kuat. Meski demikian, sampai saat ini memang belum diketahui secara pasti di mana tepatnya pusat pemerintahan dari kerajaan kalingga ini. Para ahli hanya membuat dugaan, berdasar berbagai macam penemuan, bahwa kerajaan kalingga berpusat di kota pekalongan dan juga jepara, jawa tengah.

Sejarah keberadaan kerajaan kalingga ini memang tak banyak diulas, hal tersebut dikarenakan minimnya sumber sejarah yang ditemukan. Namun, para ahli sejarah percaya bahwa kerajaan ini memang dulu benar benar ada dan menjadi salah satu kerajaan yang cukup berkuasa pada zamannya.
Untuk memperjelas soal keberadaan kerajaan kalingga, terdapat beberapa kisah kisah tiongkok, cerita temurun masyarakat sekitar, dan juga carita parahyangan yang mengisahkan soal keberadaan kerajaan kalingga tersebut, khususnya menceritakan tentang ratu yang berkuasa, bernama Ratu Shima. Ia juga merupakan seseorang yang masih memiliki kaitan dengan kerajaan galuh di wilayah jawa barat.
 


Sejarah Kerajaan Kalingga memang tak benar benar jelas. Ada banyak hal yang tidak bisa diungkap. Namun begitu, keberadaan kerajaan ini memberikan banyak pengaruh pada perjalanan nusantara hingga menjadi seperti saat ini. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh suatu sumber yang menyebut bahwa kerajaan kalingga ini ada pada sekitar abad 6 hingga abad 7 masehi.
Untuk urusan penyebutan kalingga sebagai nama kerajaan ini, ada sebuah sumber yang mengatakan bahwa nama kalingga tersebut berasal dari bahasa India kuno, yaiti kaling. Hal ini pada akhirnya mengungkap sebuah fakta menarik bahwa pada abad tersebut, yakni antara abad 6 hingga abad 7 masehi, wilayah indonesia atau yang dahulu masih bernama nusantara telah memiliki hubungan
dengan India, sebuah negeri yang jauh di sana.

Pusat Pemerintahan Kerajaan Kalingga

Sebelumnya telah disebutkan bahwa kemungkinan besar kerajaan kalingga ini memiliki pusat pemerintahan di wilayah pekalongan dan jepara. Disebutnya dua tempat tersebut bukan tanpa sebab, melainkan ada sedikit bukti yang menunjukkan bahwa kerajaan kalingga pernah beroperasi di wilayah tersebut. Disebutnya Jepara sebagai salah satu kota pemerintahan adalah karena di wilayah tersebut terdapat sbeuah tempat bernama keling yang berada di wilayah pantai utara.
Lalu, disebutnya pekalongan sebagai tempat pusat pemerintahan pun juga bukan tanpa sebab. Beberapa sumber Sejarah Kerajaan Kalingga mengatakan bahwa pada saat kerajaan kalingga dibangun, pekalongan merupakan sebuah pelabuhan kuno, bahkan beberapa sumber juga menduga bahwa nama pekalongan adalah nama yang berasal dari pe-kaling-an. Ini adalah nama yang sesuai dengan kerajaan kalingga.

Namun, hal tersebut memang tak bisa dibuktikan secara ilmiah, sebab bukti bukti berupa sumber sejarah yang terkumpul belum cukup untuk mendukung berbagai macam hal tersebut.
Kisah lain tentang Sejarah Kerajaan Kalingga adalah tentang ratu yang memimpin. Selain sangat sulit ditemukan sumber mengenai keberadaan kerajaan ini, kerajaan kalingga juga sangat krisis dengan nama nama yang dikenal sebagai raja atau pemimpin. Salah satu yang dikenal hanyalah Ratu Shima, ia merupakan seorang pemimpin dengan berbagai peraturan yang kejam, khususnya terhadap pencurian. 


   Masa kejayaan kerajaan kalingga :

Masa kepemimpinan Ratu sima menjadi masa keemasan bagi kerajaan kalingga sehingga membuat raja-raja dari kerajaan lain segan, hormat, kagum, sekaligus penasaran. Masa masa itu adalah masa keemasan bagi perkembangan kebudayaan apapun. Agama buddha juga berkembang secara harmonis, sehingga wilayah di sekitar kerajaan Ratu Sima juga sering disebut Di Hyang(tempat bersatunya dua kepercayaan hindu dan buddha).

Dalam bercocok tanam Ratu Sima mengadopsi sistem pertanian dari kerajaan kakak mertuanya. Ia merancang sistem pengairan yang diberi nama subak. Kebudayaan baru ini yang kemudian melahikan istilah Tanibhala, atau masyarakat yang mengolah mata pencahariannya dengan cara bertani atau bercocok tanam.

   Masa kehancuran kerajaan kalingga :

Kerajaan kalingga mengalami kemunduran kemungkinan akibat serangan sriwijaya yang menguasai perdagangan, serangan tersebut mengakibatkan pemerintahan kijen menyingkir ke jawa bagian timur atau mundur ke pedalaman jawa bagian tengah antara tahun 742-755 M. Bersama melayu dan tarumanegara yang sebelumnya telah ditaklukan kerajaan Sriwijaya. Ketiga kerajaan tersebut menjadi pesaing kuat jaringan perdagangan Sriwijaya-Buddha.

    Peninggalan kerajaan kalingga :



Prasasti Tukmas
  • Ditemukan di lereng barat Gunung Merapi, tepatnya di Dusun Dakawu, Desa Lebak, Kecamatan Grabag, Magelang di Jawa Tengah.
  • Bertuliskan huruf Pallawa yang berbahasa Sanskerta.
  • Isi prasasti menceritakan tentang mata air yang bersih dan jernih. Sungai yang mengalir dari sumber air tersebut disamakan dengan Sungai Gangga di India.
  • Pada prasasti itu ada gambar-gambar seperti trisula, kendi, kapak, kelasangka, cakra dan bunga teratai yang merupakan lambang keeratan hubungan manusia dengan dewa-dewa Hindu.


Candi Bubrah, Jepara


  • Candi Bubrah ditemukan di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
  • Candi Bubrah adalah salah satu candi Buddha yang berada di dalam kompleks Taman Wisata Candi Prambanan, yaitu di antara Percandian Rara Jonggrang dan Candi Sewu. Secara administratif, candi ini terletak di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, KabupatenKlaten, Provinsi Jawa Tengah.
  • Dinamakan ‘Bubrah’ karena keadaan candi ini rusak (bubrah dalam bahasa Jawa) sejak ditemukan. Menurut perkiraan, candi ini dibangun pada abad ke-9 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno, satu periode dengan Candi Sewu.
  • Candi ini mempunyai ukuran 12 m x 12 m terbuat dari jenis batu andesit, dengan sisa reruntuhan setinggi 2 meter saja. Saat ditemukan masih terdapat beberapa arca Buddha, walaupun tidak utuh lagi.
Candi Angin

  • Candi Angin terdapat di desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Karena letaknya yang tinggi tapi tidak roboh terkena angin, maka dinamakan “Candi Angin”.
  • Menurut para penelitian Candi Angin lebih tua dari pada Candi Borobudur. Bahkan ada yang beranggapan kalau candi ini buatan manusia purba di karenakan tidak terdapat ornamen-ornamen Hindu-Budha.
Prasasti Sojomerto


  • Ditemukan di Desa Sojomerto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
  • Prasasti ini beraksara Kawi dan berbahasa Melayu Kuno
  • Berasal dari sekitar abad ke-7 masehi.
  • Bersifat keagamaan Siwais.
  • Isi prasasti memuat keluarga dari tokoh utamanya, Dapunta Selendra, yaitu ayahnya bernama Santanu, ibunya bernama Bhadrawati, sedangkan istrinya bernama Sampula. Prof. Drs. Boechari berpendapat bahwa tokoh yang bernama Dapunta Selendra adalah cikal-bakal raja-raja keturunan Wangsa Sailendra yang berkuasa di Kerajaan Mataram Hindu.
  • Bahan prasasti ini adalah batu andesit dengan panjang 43 cm, tebal 7 cm, dan tinggi 78 cm. Tulisannya terdiri dari 11 baris yang sebagian barisnya rusak terkikis usia.

Baca Juga:

Definisi Operasional Implementasi kebijakan publik


EmoticonEmoticon