Revolusi Menegakkan Panji-Panji NKRI

A.  Menganalisis Perkembangan Dan Tantangan Awal Kemerdekaan

1.  Kondisi Awal Indonesia Merdeka
Secara politis keadaan indonesia pada awal kemerdekaan belum begitu mapan. Ketegangan,kekacauan,dan berbagai insiden masih terus terjadi. Hal ini tidak lain karena masih ada kekuatan asing yang tidak rela kalau indonesia merdeka. Sebagai contoh rakyat indonesia masih harus bentrok dengan sisa-sisa kekuatan jepang. Disamping menghadapi kekuatan jepang, bangsa indonesia harus berhadapan dengan tentara inggris atas nama sekutu, dan juga NICA (Belanda). Kondisi perekonomian negara masih sangat memprihatinkan, sehingga terjadi inflasi yang cukup berat. Inilah yang menyebabkan jakarta semakin kacau, sehingga pada tanggal 4 januari 1996 Ibu Kota RI pindah ke Yogyakarta. Pada 1 Oktober 1946, Indonesia mengeluarkan uang RI yang disebut ORI, Uang NICA dinyatakan sebagai alat tukar yang tidak sah.

2.  Kedatangan Sekutu Dan Belanda
Penyerahan Jepang kepada sekutu tanpa syarat tanggal 14 Agustus 1945 membuat analogi bahwa sekutu memiliki hak atas kekuasaan Jepang di berbagai wilayah, terutama wilayah yang sebelumnya merupakan jajahan egara-negara yang masuk kedalam sekutu. Belanda adalah salah satu negara yang berada di balik kelompok sekutu.
Bagi sekutu dan belanda,Indonesia dalam masa Vacuum of Poweratau kekosongan pemerintahan. Karena itu, logika Belanda adalah kembali berkuasa atas Indonesia seperti sebelum Indonesia direbut Jepang. Faktanya, rakyat Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Sekutu masuk ke Indonesia melalui beberapa pintu wilayah Indonesia terutama daerah yang merupakan pusat pemerintahan pendudukan Jepang seperti Jakarta, semarang, dan surabaya. Setelah PD II, terjadi perundingan Belanda dengan Inggris di London yang menghasilkanCivil Affairs Agreement. Isinya tentang pengaturan penyerahan kembali Indonesia dari pihak inggris kepada Belanda,khusus yang menyangkut daerah Sumatra,sebagai daerah yang berada di bawah pengawasan SEAC (South East Asia Command). 
 
 
Langkah-langkah yang di tempuh sebagai berikut:
1.Fase pertama.
2.Fase kedua.
Setelah di ketahui  Jepang  menyerah pada tanggal 15 Agustus 1945, maka Belanda mendesak Inggris agar segera mensahkan hasil perundingan tersebut dan pada tanggal 24 Agustus 1945, hasil perundingan tersebut disahkan.Louis Mountbatten membentuk pasukan komando khusus yang di sebut AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) di bawah pimpinan Letnan Jenderal Sir Philip Christison.
Tugas tentera AFNEI sebagai berikut :
1.     Menerima penyerahan kekuasaan tentera Jepang tanpa syarat.
2.    Membebaskan para tawanan perang dan interniran Sekutu.
3.    Melucuti dan mengumpulkan orang-orang Jepang untuk d pulangkan ke negerinya.
4.    Menegakkan dan mempertahankan keadaan damai, menciptakan ketertiban, dan ke amanan, untuk kemudian d serahkan kepada pemerintah sipil.
5.    Mengumpulkan keterangan tentang penjahat perang untuk kemudian diadili sesuai hukum yang berlaku.
Pasukan Sekutu yang bergabung dalam AFNEI mendarat di Jakarta pada tanggal 29 September 1945. Kekuatan pasukan AFNEI dibagi menjadi tiga divisi, yaitu sebagai berikut.
1.     Divisi India 23
2.    Divisi India 5
3.    Divisi India 26
Sementara Christison sebagai pemimpin AFNEI menyadari bahwa, untuk menjalankan tugasnya tidak mungkin tanpa bantuan pemerintahan RI. Oleh karena itu, pada tanggal 1 Oktober 1945 Christison mengeluarkan pernyataan pengakuan secara de facto tentang negara indonesia. Namun dalam kenyataannya pernyataan tersebut banyak dilanggarnya.

3.  Merdeka atau Mati !
a.    Perjuangan Rakyat Semarang Dalam Melawan Tentara Jepang
        Pada tanggal 19 agustus 1945, sekitar pukul 13.00 WIB berkumandang lewat radio tentang sebuah pernyataan dan perintah agar pemindahan kekuasaan dari tangan jepang ke pihak indonesia terus dilakukan. Pada tanggal 14 Oktober 1945, sekitar 400 orang kawanan jepang dari pabrik gula cipiring di angkut oleh para pemuda ke penjara bulu, Semarang.Dalam perjalanan terjadiah pertempuran sengt antara rakyat Indonesia melawan pasukan jepang, pertempuran ini dikenal dengan Pertempuran Lima Hari di Semarang. Untuk mengenang pertempuran Lima Hari di Semarang ini, maka dibangun sebuah monumen yang terkenal dengan sebutan Tugu Muda.
 
b.    Pengambilalihan Kekuasaan Jepang diYogyakarta
DiYogyakarta, perebutan kekuasaan secara serentak dimulai pada tanggal 26 september 1945. Dimulai dari perebutan gedung Cokan Kuntai di Jalan Malioboro yang berhasil di rebut pada tanggal 5 Oktober 1945. Kemudian perebutan senjata dan markas Osha Butai di Kotabaru yang berhasil direbut pula pada tanggal 7 Oktober 1945. Setelah itu usaha perebutan kekuasaan meluas, R.P. Sudarsono kemudian memimpin pelcutan senjata Kaigundi Maguwo. Dengan berakhirnya pertempuran di Kotabaru dan dikuasainya Maguwo, maka Yogyakarta berada dibawah kekuasaan RI. 
 
c.    Ribuan Nyawa Arek Surabaya Untuk Indonesia
Beliau bernama bung tomo, terkenal karena perjuangannya dalam pertempuran surabaya pada tahun 1945. Pertempuran rakyat surabaya dengan sekutu terjadi pada tahun 1945 tersebut, menyebabkan ribuan rakyat yang gugur. Karena itulah bangsa indonesia menetapkan tanggal 10 november sebagai hari pahlawan.
Pada tanggal 25 oktober 1945, Brigade 49 dibawah pimpinan brigadier A.W.S. Mallabi mendarat diSurabaya brigade ini adalah bagian dari divisi india ke-23, dibawah pimpinan jenderal D.C. Hawthorn. Mereka mendapat tugas dari panglima Allied Forces For Netherlands East Indies (AFNEI) untuk melucuti serdadu jepang dan menyelamatkan para intermiran sekutu.Kedatangan mereka diterima secara enggan oleh pemimpin pemerintah Jawa timur,Gubernur Suryo maka dihasilkan kesepakatan :
1.Inggris berjanji bahwa diantara tentaramereka tida terdapat Angkatan peraang Belanda.
2.Disetujui kerjasama antara kedua beleh pihak untuk menjamin keamanan dan ketentraman.
3.akan segera dibentuk “ Kontak Biro” agar kerjasama dapat terlaksana sebaik-baiknya
4.Inggris hanya akan melucuti senjata Jepang saja.
Namun pada perkembangan selanjutnya, ternyata piihak inggris mengingkari janjinya. Terjadi pertempuran-pertempuran antara Rakyat Surabaya dengan Inggris. Salah satu tokoh pemuda yang mengobarkan semangat juang arek-arek Surabaya adalah Sutomo ( Bung Tomo ). Pertempuran di surabaya telah menunjuukan begitu heroiknya para pejuang kita untuk melawan kekuatan asing. 
 
d.    Pertempuran Palagan Ambarawa
Pertempuran Ambarawa terjadi pada tanggal 20 November dan berakhir pada 15 Desember 1945 antara pasukan TKR dan pemuda Indonesia melawan pasukan Inggris. Latar belakang dari peristiwa ini dimulai dengan insiden yang terjadi di Magelang sesudah mendaratnya Brigade Artileri dari Divisi India ke-23 di Semarang pada tanggal 20 Oktober 1945. Dalam pertempuran itu, pasukan TKR mengalami kemenangan gemilang. Menyambut kemenangan itu udirman yangmasih berpakaian perang langsung mengambil air wudhu dan segera melakukan sholat dan sujud syukur seraya berdoa kepada Allah SWT. Untuk mengenang pertempuran Ambarawa, tanggal 15 Desember dijadikan Hari Infanteri. Di Ambarawa juga dibangun Monumen Palagan, Ambarawa.
 
e.    Pertempuran Medan Area
Pada tanggal 9 November 1945, pasuka sekutu dibawah pimpinan Brigadir Jenderal T.E.D. Kelly mendarat di Sumatera Utara. Pendaratan pasukan sekutu itu diboncengi oleh pasukan NICA yang telah dipersiapkan untuk mengambil alih pemerintahan. Pada tanggal 18 Oktober 1945 Kelly memberikan Ultimatum kepada para pemuda Medan agar menyerahkan senjatanya kepada sekutu. Pada bulan April 1946 tentara inggris mulai berusaha mendesak pemerintah RI keluar Kota Medan. Gubernur, Markas Divisi TKR, Walikota RI pindah ke Pematang Siantar. Dengan demikian, Inggris berhasil menguasai Kota Medan. Pada tanggal 10 Agustus 1946 di Tebingtinggi diadakan pertempuan antara komandan-komandan untuk memutuskan dibentuknya satu komando yang bernama “ Komando Resimen laskar Rakyat Medan Area “ untuk meneruskan perjuangan di Medan Area.
 
f.    Bandung Lautan Api
Di bandung pertempuran diawali oleh usaha para pemuda untuk merebut Pangkalan Udara  Andir dan pabrik senjata bekas Artillerie Constructie Winkel (ACW-sekarang pindad ) dan berlangsung terus sampai kedatangan pasukan sekutu di Bandung pada 17 Oktober 1945. Seperti halnya di kota-kota lain, di Bandung pun pasukan Sekutu dan NICA melakukan Teror terhadap rakyat, sehingga terjadi pertempuran-pertempuran. Menjelang bulan November 1945, pasukan NICA semakin merajalela di bandung. Nica memanfaatkan kedatangan pasukan sekutu untuk mengembalikan kekuasaan kolonial di Indonesia. Tetapi semangat juang rakyat dan para pemuda yang tergabung dalam TKR, laskar-laskar dan badan-badan perjuangan semakin berkobar. Pertempuran demi pertempran pun terjadi. Pada tanggal 24 Maret 1946 Mohammad Toha meledakkan salah satu instalasi militer yaitu gudang mesiu yang diledakkan bersama dengan dirinya. Tengah malam Kota Bandung yang terbakar telah ditinggalkan, menyisakan kenangan perjuangan Bandung Lautan Api.
 
g.    Berita Proklamasi Di Sulawesi
Berita Proklamasi yang dikumandangkan oleh Sukarno dan Moh. Hatta, sampai pula di Sulawesi. Sam Ratulangi, yang saat itu menjabatt sebagai Gubernur Sulawesi, yang berkedudukan di Makassar mendapat tugas dari PPKI untuk menyusun Komite Nasional Indonesia. Sementara itu, para pemuda Sulawesi memperbanyak teks Proklamasi untuk disebarluaskan keseluruh pelosok penjuru. Atas inisiatif Manai Shopian dkk, dibuat plakat Proklamasi di rumah A. Burhanuddin dan di kantor pewarta Celebes, yang kemudian diganti nama dengan Soeara Indonesia.Awalnya upaya sam Ratulangi untuk menyampaikan berita Proklamasi ke penjuru Sulawesi mendapat halangan dari tentara sekutu. Berita Proklamasi di Sulawesi Tenggara di terima di Kolaka,Kendari. Sementara berita Proklamasi baru baru diketahui oleh rakyat Muna, saat jepang menyerahkan pemerintahan Muna kepada Ode Ipa. Di Buton berita Proklamasi diterima rakyat dari para pelayar yang tiba dari Jakarta dan Bangka serta dari orang-orang Jepang yang datang ke Makassar. Di Sulawesi Tengah Berita Proklamasi diterima pada tanggal 17 Agustus pada pukul 15.00 waktu setempat. Berita itu diterima Abdul Latief dari tentara Jepang. Di Manado, berita Proklamasi pertama kali diterima di markas besar tentara jepang yang berkedudukan di Minahasa, tepatnya pada tanggal 18 Agustus 1945. Kemudian Rombot dan W.F. Sumati menyampaikan berita Proklamasi itu kepada para tokoh-tokoh Nasionalis dan juga disebarkan ke Sangit Talaud, Bolaang mongondow, dan Gorontalo. Setelah berita Proklamasi tersebar ke seluruh penjuru Sulawesi, sejak itu pula Bendera Merah Putih mulai berkibar menjadi lambang Indonesia Merdeka.
 
h.    Operasi Lintas Laut Banyuwangi - Bali
Operasi lintas Laut Banyuwangi-Bali merupakan operasi gabungan dan pertempuran Laut pertama sejak berdirinya negara Republik Indonesia. Peristiwa itu dimulai dengan kedatangan belanda dengan membonceng sekutu, mendarat di Bali dengan jumlah pasukan yang cukup besar, tanggal 3 Maret 1946. Hal ini dimaksudkan Bali sebagai batu loncatan untuk menyerbu jawa timur yang dinilai sebagai lumbung pangan untuk kemudian mengepung pusat kekuasaan RI. Bali juga dapat dijadikan penghubung ke arah Australia. Para pemimpin perjuangan yang sudah sampai di Jawa berusaha mencari bantuan dan membentuk kesatuan-kesatuan tempur. Mereka antara lain telah membentuk Pasukan Makardi atau Pasukan Merdeka sebagai pasukan Induk. Pasukan itu kemudian lebih dikenal dengan nama Pasukan M. Untuk mengenang perjuangan pasukan kita yang gugur dalam Operasi Lintas Laut di Bali maka di daerah Cekik, Gilimanuk didirikan monumen yang dinamakan Monumen Operasi Lintas Laut Banyuwangi-Bali.


EmoticonEmoticon