Pengertian dan Contoh Daftar Pustaka

 
Daftar Pustaka adalah tulisan yang tersusun di akhir sebuah karya ilmiah yang berisi nama penulis, judul tulisan, penerbit, identitas penerbit dan tahun terbit sebagai sumber atau rujukan seorang penulis. Daftar Pustaka ada pada semua jenis karya tulis ilmiah seperti buku, skripsi, makalah, artikel dan sebagainya.

 

Alasan Penulisan Daftar Pustaka

Penulisan daftar pustaka ini tak lepas dari fungsinya. Setidaknya ada empat fungsi dari dituliskannya daftar pustaka dalam sebuah karya ilmiah. 
  1. Pertama, membuktikan kejujuran penulis bahwa isi tulisan dalam karya ilmiah tersebut bukan hasil dari buah pemikirannya sendiri, namun sebagiannya mengambil referensi dari sumber lain.
  2. Kedua, tanda penghargaan ataupun pengakuan untuk penulis yang hasil pemikirannya dijadikan sebagai sumber referensi.
  3. Ketiga,  meringankan beban pembaca yang hendak mendalami lebih jauh karya tulis tersebut dengan meringkas sumber-sumber referensinya.
  4. Keempat, untuk memenuhi lazimnya penulisan sebuah karya tulis. 
 

Cara Menulis Daftar Pustaka

Selain itu, terdapat pula cara baku namun tak mengikat dalam penulisan Daftar Pustaka. Pertama, daftar pustaka akan dirangkai sesuai urutan abjad secara urut mulai dari A hingga Z. Kedua. Format tidak menggunakna urutan huruf ataupun angka. Ketiga, jarak penyusunan dari satu sumber ke sumber berikutnya akan menggunakan jarak spasi.
Tujuan dari dituliskannya daftar pustaka ini adalah
  • sebagai karakteristik khas dari karya tulisan,
  • menghasilkan kepuasan batin bagi penulis maupun penerbit,
  • sebagai kajian atau rujukan atas sumber ilmu pengetahuan yang masih berhubungan dengan karya tulis yang dibuat,
  • menumbuhkan sikap kepercayaan dari pembaca,
  • serta mendorong pembaca supaya mencari materi bacaan ataupun ilmu pengetahuan yang masih ada hubungannya dengan isi dari karya tulis tersebut.


Aturan Tatacara Penulisan Daftar Pustaka

Terdapat beberapa aturan yang harus diperhatikan dalam penulisan daftar pustaka. Mulai dari hal-hal yang harus ada dalam daftar pustaka, di antaranya adalah
  • nama penulis,
  • tahun terbit,
  • judul buku atau karya,
  • tempat terbit yang biasanya menggunakan nama kota, serta
  • nama penerbit.
Daftar pustaka juga takkan ditulis secara sembarangan karena kita harus memenuhi beberapa aturan dalam penulisannya. Pertama adalah aturan terkait penulisan nama penulis dari karya atau buku yang kita kutip.
Nama penulis yang terdiri dari dua kata atau lebih, maka tata cara penulisannya adalah dibalik dan diberi tanda koma. Sebagai contoh adalah jika nama penulisnya Muhammad Ali, maka penulisannya pada daftar pustaka akan menjadi Ali, Muhammad.
Jika penulis terdiri dari dua orang, maka cukup nama penulis pertama saja yang dibalik. Kemudian, antara nama penulis pertama dan kedua ditulis kata “dan”. Jika penulis ada tiga orang atau lebih, maka cukup tuliskan nama penulis pertama dengan tetap dibalik dan dibarengi kata “dkk” (dan kawan-kawan). 

Sebagai contoh adalah apabila satu buku ditulis oleh empat orang, yaitu Muhammad Ali, Fauzi Akbar, Dian Mahesa dan Rojali Ahmad, maka cukup tuliskan Ali, Muhammad dkk.
Penulisan daftar pustaka juga tak perlu disertai gelar dari penulis tersebut, baik gelar akademis, gelar keagamaan ataupun gelar kebangsawanan. Sebagai contoh adalah nama penulis H. Muhammad Ali, M.Pd maka cukup tulis Ali, Muhammad tanpa mencantumkan gelar Haji serta Masternya.
Urutan menulis dari samping kanan yaitu nama penulis (dibalik dan diakhiri tanda titik), tahun terbit (jika memang tidak ada tahun terbitnya, maka tuliskan “Tanpa Tahun” dan diakhiri tanda titik), nama kota tempat terbit (diakhiri tanda titik dua) dan nama penerbit (diakhiri tanda titik). Judul karya ilmiah akan ditulis Italic atau miring. Format penulisannya adalah secara berurutan mulai dari A hingga Z yang disesuaikan huruf awal dari nama pengarang karya tulis atau buku yang dijadikan referensi tersebut. Jika huruf depan sama-sama A, misalnya, maka diambil berdasarkan urutan huruf keduanya. Begitu seterusnya agar menjadi urut dan rapi. 

Contoh Umum Penulisan Daftar Pustaka

Penulisan daftar pustaka dari buku diawali dengan nama penulis, tahun terbit, judul buku, tempat terbit serta nama penerbit. Contohnya adalah:
Ali, Muhammad. 1989. Tata Bahasa Baku. Jakarta: Balai Pustaka.
Penulisan daftar pustaka yang sumbernya ditulis oleh dua atau tiga orang adalah:
Ali, Muhammad dan Putra Ahmad. 1990. Metode Pembelajaran Guru Olahraga. Jakarta: Balai Pustaka.
Jika sumber bacaan tidak memiliki nama penulis, maka tuliskan sebagai berikut:
Divisi SDM. 2006. Community Service. Jakarta: Citra Titipan Kilat.
Selalu ingat untuk gunakan tulisan miring atau Italic dalam penulisan daftar pustaka.
Jika sumber bacaan berasal dari buku terjemahan, maka yang kita tuliskan adalah nama penerjemahnya dengan disertai keterangan. Contohnya adalah:
Prakoso, Hilman (Penterjemah). 1990. Analisa Pasar. Jakarta: Penerbit Manajemen.
Jika kita mengutip dua buku berbeda dari penulis atau penerjemah yang sama, maka saat menuliskan sumber kedua, tidak perlu cantumkan kembali nama penerjemah. Cukup tuliskan tanda “_”.
Apabila sumber bacaan berasal dari majalah, maka sertakan juga edisi terbitnya. Contoh:
Pramesto, Wijaya. 2002. Menuju Kebangkitan Asia. Jakarta: Majalah Bisnis, No. 4 Thn. 04. (12 Februari – 20 Maret 2004).
Sementara untuk penulisan daftar pustaka yang berasal dari koran, sertakan pula judul artikel serta halamannya. Contoh:
Putri, Maharani (2005). Gaya Busana Terkini. Majalah Femina, Oktober-Desember, 2006, pp. 21-22.

Penulisan Daftar Pustaka Dari Jurnal

Bagaimana jika daftar pustaka berasal dari jurnal? Untuk referensi bacaan dari skripsi, tesis atau disertasi, penulisannya adalah sebagai berikut:
Mustofa, Dimas. 2010. Sudut Pandang Ilmu Kanji. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta.
Sementara untuk daftar pustaka yang sumbernya dari jurnal internet, tuliskan bersama dengan link jurnal tersebut di internet serta tanggal kita mengakses jurnal. Contohnya:
Gates, Harry. 2002. Advancing Quality. Chronicle. Vol. 2 number 20, January 3. Diambil dari: http://www.jempolkaki.com. (21 Desember 2007).
Mengingat tanggal akses jurnal harus disertakan, maka pastikan kita mengingat kapan kita mengakses jurnal tersebut.

Contoh Daftar Pustaka Dari Makalah

Daftar pustaka tak jarang akan didapat pula dari kamus. Penulisannya harus menyertakan nama kamus dan halaman kamus tempat kita mengutip referensinya. Contoh:
Logan, David. 2005. Geographic Science. The New Encyclopedia Britannica. Encyclopedia Britannica 300: 605-610.
Sementara untuk daftar pustaka yang berasal dari makalah, dapat ditulis dengan contoh sebagai berikut:
Indriyati, W. 1998. Javanese People. Makalah dipresentasikan pada The Interntional Conference of Paleoanthropology, November 14-15, Beijing.
Daftar pustaka yang berasal dari koran akan ditulis sebagai berikut:
Purba, Onno. 2004. Kemajuan Bulutangkis Indonesia. Jakarta: Berita Olahraga. (25 Mei 2005).
Ada pula yang menuliskannya dengan menyertakan halaman surat kabar. 

Contoh Daftar Pustaka Dari Internet

Menulis daftar pustaka dari internet hampir sama seperti penulisan daftar pustaka untuk jurnal online. Kita harus sematkan pula alamat website tempat mendapatkan artikel serta tanggal akses artikel tersebut. Contohnya:
Rahmat, Budi. 2001. Pentingnya Peran Aktif Orangtua Dalam Pendidikan Keagamaan Anak. Diambil dari: http://agribisnis.org/2001/12/5-pentignya-peran-aktif-orangtua.html. (13 Desember 2002).
Dapat juga ditulis sebagai berikut:
Ilham, Agung. 2015. Contoh Rumusah Masalah. www.anakkampus.com. Diakses pada 20 November 2017.
Kedua cara penulisan di atas adalah benar dan bisa dipakai. 

Cara Menulis Daftar Pustaka Dari Skripsi

Cara penulisan daftar pustaka yang berasal dari skripsi tak jauh beda seperti penulisan daftar pustaka dari buku. Hanya saja, nama penerbit diganti nama universitas. Contoh:
Maria, Anna. 2011. Rasisme Dalam Film 12 Years of Slave. Jakarta: Universitas Indonesia.
Setelah mengetahui cara-cara penulisan daftar pustaka dari aneka sumber di atas, tentu kita akan semakin paham bagaimana caranya menulis daftar pustaka dengan baik dan benar.
Mengingat pentingnya daftar pustaka pada sebuah karya ilmiah, maka hal ini harus benar-benar diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan tulis yang menyebabkan revisi berulang kali. Terutama pada penulisan skripsi di mana semua bab termasuk daftar pustaka harus ditulis secara benar.
Kita bisa menemukan contoh daftar pustaka di halaman terakhir sebuah karya ilmiah ataupun buku. Perhatikan bagaimana cara penulisannya agar kita bisa menirunya untuk karya ilmiah sendiri. Bukan tidak mungkin skripsi yang dibuat harus kembali direvisi jika daftar pustakanya masih salah. 

Adanya daftar pustaka juga penting untuk menjamin orisinalitas karya dan memastikan kita mencantumkan sumber referensi bacaan. Jika tidak, maka karya kita bisa tersandung kasus plagiasi. Tentu kita tak ingin terlibat masalah di kemudian hari yang dikarenakan tak adanya daftar pustaka pada karya ilmiah yang ditulis. Daftar pustaka sekaligus sebagai bentuk penghargaan kita pada penulis yang kita kutip sebagian hasil pemikirannya dalam karya tulis yang dibuat.
Pentingnya daftar pustaka membuat kita tak bisa menyepelekan bagian ini dalam karya ilmiah walaupun letaknya ada di paling belakang dari karya tulis dan seringkali akan dilewatkan untuk dibaca apabila tidak benar-benar perlu. Kita juga perlu untuk paham benar tentang bagaimana cara penulisan agar tak salah tulis dan berujung pada revisi. Karya tulis yang tidak dilengkapi daftar pustaka ini tentu tak bisa disebut sebagai karya tulis ilmiah karena tidak lengkap aspek-aspek di dalamnya.


EmoticonEmoticon