Teks Ulasan, Tujuan, Ciri, Struktur, dan Contohnya

Pengertian Teks Ulasan

Teks ulasan adalah suatu teks yang berisi ulasan, penilaian atau review terhadap suatu karya seperti film, drama, atau sebuah buku. Teks ulasan disebut juga dengan resensi. Ketika mengulas suatu karya, pengulas harus bersikap kritis agar hasil ulasannya dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan karya tersebut.
  • Tujuan Teks Ulasan
Teks ulasan memiliki beberapa tujuan, yaitu:
  • Menunjukkan pandangan atau penilaian penulis resensi terhadap suatu karya
  • Memberikan informsi kepada publik tentang kelayakan yang dimiliki suatu karya
  • Membantu pembaca untuk mengetahui isi suatu karya
  • Memberikan informasi kepada pembaca tentang kelebihan dan kekurangan karya yang diulas atau diresensi
  • Mengetahui perbandingan karyaa tersebut dengan karya lain yang sejenis
  • Memberikan informasi yang komprehensif tentang suatu karya.
  • Memberi tahu dan mengajak pembaca untuk merenungkan, memikirkan dan mendiskusikan masalah yang terdapat dalam suatu karya.
  • Memberikan pertimbangan pada pembaca apakah suatu karya tersebut pantas untuk dinikmati atau tidak.
  • Memudahkan pembaca dalam memahami hubungan suatu karya dengan karya lain yang serupa.
  • Memberikan pertimbangan bagi pembaca sebelum memutuskan untuk memilih, membeli dan menikmati suatu karya.



  • Ciri-ciri Teks Ulasan

Teks ulasan atau resensi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Strukturnya terdiri atas orientasi, tafsiran, evaluasi dan rangkuman.
  • Memuat informasi berdasarkan pandangan atau opini penulis mengenai suatu karya atau produk.
  • Opininya berdasarkan fakta yang di interpretasikan
  • Memiliki nama lain yaitu resensi.
  • Struktur teks ulasan

Struktur teks ulasan merupakan susunan yang membangun sebuah teks ulasan sehingga menjadi suatu teks yang utuh. Struktur teks ulasan terdiri dari beberapa hal berikut:
  • Orientasi

Orientasi merupakan bagian pertama yang menjelaskan tentang gambaran umum sebuah karya baik film, drama maupun sebuah buku yang akan diulas. Bagian orientasi memberikan penjelasan kepada pembaca mengenai apa yang akan diulas.
  • Tafsiran

Tafsiran merupakan bagian yang berisi penjelasan detail mengenai sebuah karya yang diulas, misalnya berisi tentang bagian-bagian suatu karya, keunikan, keunggulan, kualitas, dsb.
  • Evaluasi

Evaluasi merupakan bagian yang berisi pandangan dari pengulas mengenai hasil karya yang diulas. Evaluasi dilakukan setelah pengulas melakukan tafsiran secara cukup terhadap hasil karya tersebut. Pada bagian evaluasi ini pengulas akan menyebutkan bagian yang bernilai atau kelebihan dari karya tersebut. Ataupun bagian yang kurang bernilai atau kekurangan dari karya tersebut.
  • Rangkuman

Rangkuman merupakan bagian yang berisi kesimpulan dari ulasan terhadap suatu karya. Bagian ini juga memuat komentar penulis apakah hasil karya tersebut berkualitas atau tidak untuk ditonton atau dibaca.

Kaidah Kebahasaan Teks Ulasan

Kaidah kebahasaan dalam teks ulasan terdiri dari beberapa hal:
  • Teks ulasan drama atau film berisi penonjolan terhadap unsur-unsur karya seni yang akan diulas.
  • Menggunakan kalimat opini atau persuasif
  • Menggunakan konjungsi internal dan konjungsi eksternal
  • Menggunakan ungkapan perbandingan baik persamaan atau perbedaan
  • Menggunakan kata kerja material dan kata kerja relasional

Jenis jenis Teks Ulasan

Teks ulasan berdasarkan isinya dibagi menjadi beberapa jenis:

Teks ulasan informatif

Teks ulasan jenis ini berisi gambaran singkat, padat, dan umum suatu karya. Resensi jenis ini tidak menyampaikan isi karya secara keseluruhan, namun hanya memaparkan bagian yang penting saja dan menekankan pada kelebihan dan kekurangan karya tersebut.

Teks ulasan deskriptif

Resensi jenis ini berisi gambaran detail pada tiap bagian suatu karya. Teks ulasan ini biasanya dilakukan pada suatu karya fiksi untuk mendapat gambaran jelas tentang manfaat, pentingnya informasi, dan kekuatan argumentatif yang dituangkan penulis pada sebuah karya.

Teks ulasan kritis

Resensi jenis ini berisi ulasan suatu karya secara terperinci dengan mengacu pada metode atau pendekatan ilmu pengetahuan tertentu. Teks ulasan ditulis secara objektif dan kritis bukan berdasar pandangan subyektif dari penulis resensi. Contoh: Resensi terhadap novel dengan menggunakan pendekatan sosiologi.

Contoh Teks Ulasan

Berikut ini kami berikan contoh resensi tentang Puisi berjudul “Ayah” karya dari Cantika Ayu yang kami sarikan dari thegorbalsla.com dengan pengubahan seperlunya.

Orientasi
Puisi dengan judul “Ayah” ditulis oleh Cantika Ayu. “Ayah” telah diterbitkan di suatu majalah khusus anak dan remaja pada tahun 2017. Puisi ini berisi tentang perjuangan-perjuangan yang dilakukan seorang Ayah. Perjuangan yang dilakukan hanya demi keluarganya yang tercinta. Di dalam puisi ini juga menggambarkan besarnya rasa cinta seorang anak untuk ayahnya.

Tafsiran
Pada bait pertama, digambarkan betapa beratnya perjuangan seorang ayah. Ayah harus bekerja dengan cucuran keringat demi pundi-pundi rupiah. Panas matahari tidak ia permasalahkan lagi. Pada bait selanjutnya digambarkan tentang rasa sayang seorang anak. Ayah merupakan cinta pertama seorang anak. Ayah juga pemberi kebahagiaan dan seorang sosok yang penting utntuk anaknya.

Evaluasi
Puisi ini hadir dengan bahasa yang indah namun tetap sederhana. Kata-katanya sangat mendalam dan mudah dipahami. Selain itu, puisi “Ayah” sangat menyatu dengan kehidupan nyata. Namun, penulisan puisi ini kurang tepat jika dilihat dari kaidah penulisan puisi. Pada bait kedua dan seterusnya hanya terdapat dua baris dengan beberapa kata saja.

Rangkuman
Disamping beberapa kekurangan yang ada, puisi “Ayah” tetap layak diterbitkan. Dengan mengambil tema tentang keluarga, puisi ini dapat dijadikan suatu peringatan. Peringatan itu ialah keharusan seorang anak untuk menyadari sulitnya perjuangan seorang Ayah untuk memenuhi segala kebutuhan keluarga. Seorang anak harus terus menghargai perjuangan yang telah dilakukan ayahnya.

Frasa dan Klausa, Ciri dan Contoh

Pengertian Frasa

  • Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif atau tidak memiliki prediket.

Ciri-ciri frasa

  • Susunan katanya terdiri dari dua kata atau lebih
  • Tidak memiliki unsur subyek dan predikat
  • Memiliki makna

Contoh :

  • Nasi goreng
  • Nasi bakar
  • Anak emas
  • Rumah mewah
Meskipun frasa tidak memiliki subyek dan predikat, namuni frasa tetap sebagai satuan linguistik yang memiliki makna dan berdiri sendiri.
Frasa juga memiliki inti utama yang disebut unsur utama dan unsur atributif. Unsur utama yaitu suatu unsur yang menjadi pokok utamanya dan disebut dengan istilah diterangkan (D). Unsur atributif yaitu suatu unsur yang menjadi unsur penjelas yang disebut dengan menerangkan (M).
Contoh: hidung mancung
Hidung merupakan unsur yang diterangkan (D) dan mancung adalah unsur yang menerangkan (M)

Jenis jenis Frasa

Jenis jenis frasa dibagi menjadi dua yaitu berdasrkan bentuknya dan berdasarkan kelas katanya.

A. Berdasarkan Bentuknya

Berdasarkan bentuknya frasa dibagi menjadi dua jenis yaitu frasa endosenrtris dan frasa eksosentris
  1. Frasa Eksosentris
Frasa jenis ini tidak memiliki unsur inti di dalamnya dan pada penerapannya diawali dengan kata sambung atau kata depan. Contoh :
Ke rumah paman, untuk adik tercinta, di atap rumah, ke kolam paman dan lain sebagainya.
      2. Frasa Endosentris
Frasa jenis ini memiliki unsur inti didalamya. Frasa jenis ini dibagi lagi menjadi dua bentuk
  • Frasa endosentris koordinatif
Frasa endosentris koordinatif adalah frasa yang memiliki unsur yang setara. Dalam penerapannya frasa ini menyisipkan kata “dan” dan “atau”. Contoh:
Ayah dan ibu, buah dan sayur, benar dan salah, baik atau buruk, hitam atau putih.
  • Frasa endosentris atributif
Frasa endosentris atributif adalah frasa yang tidak mempunyai kesamaan unsur atau tidak setara. Contoh:
Rumah mewah, anak kecil, sahabat baik, pemuda tampan.

B. Berdasarkan Kelas Katanya
Jika didasarkan pada kelas katanya, maka frasa dapat dibagi menjadi beberapa macam jenis diantaranya:
  • Frasa kata kerja
Frasa kata kerja terbentuk dengan kata kerja yang berperan sebagai unsur inti Diterangkan (D). Contoh:
Minum air, jalan cepat, makan banyak, tidur cepatsenyum manis
  • Frasa kata sifat
Frasa ini terbentuk dari susunan kata sifat yang berperan sebagai unsur Diterangkan (D). Contoh:
Begitu angkuh, sombong sekali, sangat cantik, sangat ramah, tampan sekali
  • Frasa kata benda
Frasa ini adalah frasa yang terbentuk atas susunan gabungan dari kata benda yang berperan sebagai unsur diterangkan (D). Contoh:
Gedung serbaguna, rumah bertingkat, minuman dingin, makanan basi, sepeda ontel.
  • Frasa kata keterangan
Frasa ini adalah frasa yang terbentuk sebagai unsur inti yang diterangkan (D). Contoh:
Tahun depan, besok malam, besok pagi, bulan depan, esok lusa

Klausa

Klausa adalah gabungan atau kelompok kata yang memiliki fungsi sintaksis yang di dalamnya terdiri atas unsur subyek dan predikat yang berpotensi menjadi kalimat.

Ciri-ciri klausa

  • Tidak memiliki intonasi akhir didalamya.
  • Tidak memiliki tanda baca di dalamnya karena kedudukannya yang lebih rendah dari kalimat.
Contoh
  • Kakek berolahraga (klausa)
  • Adik belajar (klausa)
  • Kakak membaca (klausa)

Jenis jenis Klausa

  • Klausa inti
Klausa inti adalah klausa yang memiliki makna di dalamnya dan dapat berdiri sendiri. Klausa memiliki kedudukan sebagai induk kalimat jika berada pada kalimat majemuk. Contoh klausa inti dalam kalimat:

Kakak makan sambil membaca
Klausa inti: kakak makan
Bowo menangis ketika ayahnya harus pergi
Klausa inti: bowo menangis
Anjing itu menggigil kedinginan saat hujan deras turun
Klausa inti: anjing itu menggigil kedinginan
  • Klausa bawahan
Klausa bawahan adalah klausa yang tidak memiliki makna jika berdiri sendiri tanpa adanya klausa inti. Dalam kalimat majemuk klausa bawahan berkedudukan sebagai anak kalimat yang memiliki fungsi perluasan obyek, subyek, keterangan, dan pelengkap. Contoh:
Nita membaca sambil memakan cemilan
Klausa bawahan: sambil memakan cemilan
Neneng tertwa terbahak-bahak ketika menonton acara komedi
Klausa bawahan: ketika menonton acara komedi
Beni membeli buku pada saat tanggal gajian tiba
Klausa bawahan: pada saat tanggal gajian tiba

Ekosistem Laut Serta Jenis, Ciri Dan Zonasinya

Ekosistem bahari atau dapat disebut juga Ekosistem laut merupakan ekosistem yada ada di perairan laut, terdiri dari ekosistem perairan dalam, ekosistem pasang laut, dan ekosistem pantai pasir bitarol/dangkal.

Ciri Ekosistem Laut

Ekosistem air laut mempunyai ciri-ciri umum yaitu.
  1. Mempunyai salinitas tinggi, jika semakin mendekati khatulistiwa semakin tinggi.
  2. NaCl lebih mendomminasi mineral ekosistem laut, mencapai 75%.
  3. Cuaca dan iklim tidak begitu berpengaruh pada ekosistem laut.
  4. Memiliki variasi perbedaan suhu di permukaan dengan di kedalaman.
Ekosistem laut juga memliki peran yang begitu penting untuk lingkungan di daratan. 50% oksigen yang dihisap organisme di daratan yang berasal dari fitoplankton di lautan. Habitat pantai (hutan bakau, estuari, dsb) adalah kawasan yang sangat produktif di bumi. Ekosistem terumbu karang menyediakan sumber makanan serta tempat berlidung untuk berbagai jenis organisme dengan keanekaragaman hayati tingkat tinggi dilautan.
Ekosistem laut biasanya memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi sampai diperkirakan mempunyai ketahanan yang baik pada spesies invatif. Tetapi beberapa kasus yang melibatkan spesies invasif sudah ditemukan serta mekanisme yang ditentukan dapat menyukseskan spesies invasif ini belum dipahami secara pasti.

Zonasi Ekosistem Laut

Laut marupakan wilayah yang luas, kurang lebih dua pertiga dari permukaan bumi adalah lautan. Wilayah ekosistem laut begitu terbuka sehingga pengaruh cahaya matahari sangat besar. Daya tembus cahaya Matahari ke laut terbatas, sehingga ekosistem laut terbagi menjadi du wilayah, yakni laut yang masih terkena cahaya Matahari, yaitu fotik, daerah laut yang gelap gulita, yaitu afotik. Di antara keduanya ada daerah remangremang cahaya yang disebut disfotik.
Dengan berdasarkan jarak dari pantai serta kedalamannya ekosistem lautan dibedakan menjadi zona litoral, oseanik, serta neritik. Secara vertikal kedalamannya dibedakan menjadi epipelagik, batio pelagik, mesopelagik, hadal pelagik, dan abisal pelagik.

Zona litoral/ekosistem perairan dalam

Komunitas ekosistem perairan dalam di Indonesia belum bayak diketahui secara pasti. Hal tersebut disebabkan belum dikuasainya perangkat teknologi untuk meneliti perairan dalam, namun secaara umum keanekaragaman komunitas kehiduoan yang ada di perairan dalam itu tidaklah setinggi ekosistem ditempat lain. Komunitas yang ada hanya konsumen dan pengurai, tidak da produsen sebab pada daerah ini cahaya Matahari tidak dapat tembus. Makanan konsumen berasal dari plankton yang mengendap serta vaktor yang sudah mati.
Jadi, didalam laut ini terajdi peristiwa makan dan dimakan. Hewan-hewan yang hidup diperairan dalam warnanya gelap serta memiliki mata yang indah yang peka dan mengeluarkan cahaya. Daur mineralnya terjadi sebab gerakan air di pantai ke tengah laur pada lapis atas. Perpindahan air tersebut digantikan air pada daerah yang terkena cahaya, sehingga terjadi perpindahan air dari lapisan bawah ke atas.

Zona neritik/ekosistem pantai pasir dangkal

Komunitas ekosistem pantai pasir dangkal ada di sepanjang pantai pada saat air pasang. Luas wilayahnya meliputi pesisir terbuka yang tidak terkena air sungai besar atau ada diantara dinding batu yang terjal/curam. Komunitas dididalamnya didominasi oleh bermacam jenis tumbuhan rerumputan dan ganggang.
Jenis ekosistem pantai pasirdangkal ada tiga, yaitu sebagai berikut.
  1. Ekosistem terumbu karang
  2. Ekosistem pantai lumpur
  3. Ekosistem pantai batu

Zona Oseanik

Zona oseantik adalah wilayah ekosistem laut lepas yang kedalamannya tidak bisa ditembus cahaya Matahari sampai ke dasar, sehingga bagian dasarnya yang paling gelap. Akibatnya bagian air pada permukaan tidak bisa tecampur dengan air dibawhnya, sebab ada perbedaan suhu. batas dari kedua lapisan air itu disebut daerah Termoklin, daerah tersbut merupakan daerah yang banyak ikannya.

√ Contoh Pidato Tentang Narkoba Di Kalangan Pelajar

Pidato tentang narkoba - Tema tentang narkoba tampaknya masih menjadi salah satu topik yang sering di ulas dalam berbagai kesempatan dan dari berbagai ruang lingkup yang berbeda tak terkecuali di lingkungan pelajar. Upaya untuk mensosialisasikan bahaya penggunaan narkoba khususnya di lingkungan pelajar salah satunya adalah melalui contoh pidato tentang narkoba. Selain sebagai media sosialisasi bahaya penggunaan narkoba, contoh pidato ini juga dapat dijadikan sebagai latihan untuk terampil membawakan pidato dihadapan audiens  namun jika tema tentang narkoba ini kurang pas menurut anda, dapat anda lihat contoh pidato lainnya dengan tema pidato tentang pendidikan dan contoh pidato lainnya yang dapat anda cari pada label makalah dan pidato dibagian atas pada blog contoh artikel ini
Ada beberapa hal yang mesti kita pelajari untuk dapat membawakan pidato dengan baik yaitu
  1. Menguasai tema atau topik dari apa yang akan anda sampaikan pada pidato tersebut
  2. Melatih atau memiliki mental untuk terbiasa tampil dihadapan audiens
  3. Mengetahui ruang lingkup atau yang menjadi audiens
  4. Terampil dalam merangkai bahasa
  5. Gunakan bahasa yang dimengerti oleh audiens. Seorang pembicara yang baik adalah mampu menempatkan bahasa sesuai pada tempatnya

 

Pidato Tentang Narkoba


Assalamualaikum Wr. Wb. dan salam sejahtera untuk kita semua

Yang terhormat Bapak Kepala Sekolah
Yang saya hormati Bapak dan Ibu Guru dan Staf pengajar
Dan yang saya hormati teman-teman semuanya

Segala puji bagi Allah SWT dan puji syukur kita panjatkan atas limpahan rahmat dan karuniaNYA sehingga kita dapat berkumpul di sini dalam keadaan sehat wal afiat. Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada baginda nabi Muhammad SAW dan semoga kita mampu meneladaninya.

Sebagai pembuka dari apa yang akan saya sampaikan pada kesempatan yang berbahagia ini, saya ucapkan terimakasih atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan untuk menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan narkoba yang merupakan tema dari pidato kali ini.

Narkoba adalah segala zat berbahaya yang dapat merusak kesehatan dan dapat mengakibatkan efek kecanduan bagi para penggunanya dan narkoba terus berkembang melalui sebuah proses hingga muncul narkoba-narkoba jenis baru dan memiliki efek lebih berbahaya dari narkoba jenis sebelumnya.

Melalui media cetak dan elektronik kita dapat menyaksikan bagaimana para pengedar narkoba membangun jaringan dalam rangka menjual dan mengedarkan barang tersebut. Dari jaringan internasional sampai pada gerbong gerbong narkoba melalui kurir dan di kemas secara rapi dan diedarkan hingga sampai pada daerah-daerah pelosok bahkan sampai pada lembaga pemasyarakatan yang notabene merupakan tempat untuk memberikan efek jera bagi siapa saja yang melanggar hukum termasuk mengedarkan dan mengkonsumsi narkoba.

Bapak dan Ibu Guru serta teman-teman yang saya hormati

Jika lembaga pemasyarakatan yang setiap waktunya ada pemeriksaan dan post penjagaan mampu mereka lewati untuk mengedarkan narkoba lantas bagaimana dengan lembaga pendidikan? Perlu kita ketahui bersama bahwa pelajar yang secara usia dan psikologis umumnya memiliki tingkat emosional yang labil dan pola berpikir yang  belum matang sangat rentan untuk terpengaruh dan tertarik dengan hal-hal yang menurut mereka baru dan ini menjadi ruang bagi para pengedar narkoba untuk mempengaruhi dan menghasut untuk menggunakan narkoba dengan dalih sebagai gaya hidup dan trend remaja masa kini.

Untuk menghindari peredaran dan penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar baik itu di lingkungan sekolah maupun di lingkungan pergaulan sehari-hari, kesadaran dan pengetahuan tentang bahaya narkoba perlu ditanamkan pada setiap anak didik yaitu dengan cara penyampaian materi, forum diskusi, maupun dalam bentuk tugas-tugas sekolah dan lainya seperti tugas pembuatan cerpen dengan tema bahaya narkoba, tugas makalah tentang narkoba atau dengan media sosialisasi lainnya seperti poster dan majalah dinding yang kesemuanya bertemakan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.

Dengan cara-cara di atas secara tidak langsung para siswa ataupun pelajar akan mengenal dampak dari penyalahgunaan narkoba dan seiring waktu akan terbentuk pola pikir untuk menjauhi penggunaan narkoba

Sebelum saya akhiri pidato tentang narkoba ini sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas perhatian dan mohon maaf apabila ada kata ataupun ucapan yang tidak berkenan bagi teman teman dan khusunya Bapak Kepala Sekolah dan Bapak Ibu guru semuanya
Wassalamualaikum Wr. WB.

Penjelasan Tentang Sistem Periodik Unsur Kimia Secara Lengkap

Apa itu Sistem Periodik Unsur ?

  • Sistem periodik adalah suatu tabel berisi identitas unsur-unsur yang dikemas secara berkala dalam bentuk periode dan golongan berdasarkan kemiripan sifat-sifat unsurnya.
  • Tabel Berkala adalah Penataan secara tabel dari unsur-unsur berdasarkan hukum berkala
  • Periode adalah : lajur-lajur horizontal dalam sistem periodik
  • Golongan adalah : kolom-kolom vertikal dalam sistem periodik

Pengelompokan Unsur Unsur berdasarkan sifat kelogamannya

Unsur Logam

  1. Kerapatannya tinggi
  2. Padat (dapat ditempa/dibentuk)
  3. Bersifat konduktor
  4. Mengkilap

Unsur Non Logam

  1. Kerapatannya rendah
  2. Rapuh
  3. Bersifat isolator
  4. Tidak Mengkilap

Unsur kimia, adalah zat kimia yang tidak dapat dibagi lagi menjadi zat yang lebih kecil, atau tidak dapat diubah menjadi zat kimia lain dengan menggunakan metode kimia biasa.
Partikel terkecil dari unsure (Unsur Kimia) adalah atom. Sebuah atom terdiri atas inti atom (nukleus) dan dikelilingi oleh elektron. Inti atom terdiri atas sejumlah proton dan neutron. Hingga saat ini diketahui terdapat kurang lebih 117 unsur di dunia.
Tabel Sistem Periodik Unsur Kimia
Tabel Sistem Periodik Unsur Kimia

Penjelasan Tabel Sistem Periodik Unsur Kimia

Hal yang membedakan unsur satu dengan lainnya adalah “jumlah proton” dan jumah elektron suatu unsur atau ikatan dalam inti atom tersebut. Misalnya, seluruh atom karbon memiliki proton sebanyak 6 buah, sedangkan atom oksigen memiliki proton sebanyak 8 buah. Jumlah proton pada sebuah atom dikenal dengan istilah nomor atom (dilambangkan dengan Z).
Namun demikian, atom-atom pada unsur yang sama tersebut dapat memiliki jumlah netron yang berbeda; hal ini dikenal dengan sebutanisotop. Massa atom sebuah unsur (dilambangkan dengan “A”) adalah massa rata-rata atom suatu unsur pada alam. Karena massa elektron sangatlah kecil, dan massa neutron hampir sama dengan massa proton, maka massa atom biasanya dinyatakan dengan jumlah proton dan neutron pada inti atom, pada isotop yang memiliki kelimpahan terbanyak di alam. Ukuran massa atom adalah satuan massa atom (smu). Beberapa isotop bersifat radioaktif, dan mengalami penguraian (peluruhan) terhadap radiasi partikel alfa atau beta.

Lambang kimia Tabel Sistem Periodik Unsur Kimia

Sebelum kimia menjadi bidang ilmu, ahli alkemi telah menentukan simbol-simbol baik untuk logam maupun senyawa umum lainnya. Mereka menggunakan singkatan dalam diagram atau prosedur; dan tanpa konsep mengenai suatu atom bergabung untuk membentuk molekul. Dengan perkembangan teori zat, John Dalton memperkenalkan simbol-simbol yang lebih sederhana, didasarkan oleh lingkaran, yang digunakan untuk menggambarkan molekul.
Sistem yang saat ini digunakan diperkenalkan oleh Berzelius. Dalam sistem tipografi tersebut, simbol kimia yang digunakan adalah singkatan dari nama Latin (karena waktu itu Bahasa Latin merupakan bahasa sains); misalnya Fe adalah simbol untuk unsur ferrum (besi),Cu adalah simbol untuk unsur Cuprum (tembaga), Hg adalah simbol untuk unsur hydrargyrum (air raksa), dan sebagainya.
Simbol kimia digunakan secara internasional, meski nama-nama unsur diterjemahkan antarbahasa. Huruf pertama simbol kimia ditulis dalam huruf kapital, sedangkan huruf selanjutnya (jika ada) ditulis dalam huruf kecil.

Tata nama

Penamaan unsur telah jauh sebelum adanya teori atom suatu zat, meski pada waktu itu belum diketahui mana yang merupakan unsur, dan mana yang merupakan senyawa. Ketika teori atom berkembang, nama-nama unsur yang telah digunakan pada masa lampau tetap dipakai. Misalnya, unsur “cuprum” dalam Bahasa Inggris dikenal dengan copper, dan dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan istilah tembaga. Contoh lain, dalam Bahasa Jerman “Wasserstoff” berarti “hidrogen”, dan “Sauerstoff” berarti “oksigen”.
Nama resmi dari unsur kimia ditentukan oleh organisasi IUPAC. Menurut IUPAC, nama unsur tidak diawali dengan huruf kapital, kecuali berada di awal kalimat. Dalam paruh akhir abad ke-20, banyak laboratorium mampu menciptakan unsur baru yang memiliki tingkat peluruhan cukup tinggi untuk dijual atau disimpan. Nama-nama unsur baru ini ditetapkan pula oleh IUPAC, dan umumnya mengadopsi nama yang dipilih oleh penemu unsur tersebut. Hal ini dapat menimbulkan kontroversi grup riset mana yang asli menemukan unsur tersebut, dan penundaan penamaan unsur dalam waktu yang lama.
Kelimpahan Sistem Unsur Periodik

SEJARAH PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK UNSUR

Sistem periodik yang ada sekarang ini merupakan hasil dari perkembangan pengelompokkan unsur yang dilakukan oleh para ahli sebelumnya.

Pengelompokan Unsur Menurut Para Ahli

Awal Mula Perkembangan Pengelompokkan Unsur

  • Ahli Kimia dari Arab dan Persia

Para ahli kimia dari Arab dan Persia awalnya mengelompokkan zat-zat berdasarkan sifat logam dan non logam.
  • A. Antoine Lavoisier (1789)

Pada 1789, Lavoisier mengelompokkan 33 unsur kimia.
  1. GAS
Cahaya,Kalor,Oksigen,Nitrogen,Hidrogen
  1. TANAH
Kapur,Magnesium Oksida, Barium Oksida, Aluminium Oksida, Silikon Oksida
  1. LOGAM
Antimon, Perak, Arsenik, Bismuth, Kobalt, Tembaga, Timah, Besi, Mangan, Raksa, Molibdenum, Nikel, Emas, Platina,Timbel,Tungsten, Seng
  1. NON LOGAM
Sulfur, Fosfor, Karbon, Asam Klorida, Asam Fluorida, Asam Borak

Kelemahan dan Kelebihan  Teori Lavoisier

  • Kelemahan : pengelompokan masih terlalu umum, ada senyawa dan zat lain yang bukan merupakan unsur.
  • Kelebihan : sudah mengelompokkan 33 unsur yang ada berdasarkan sifat kimia sehingga bisa dijadikan referensi bagi ilmuwan-ilmuwan setelahnya.

  •  B.   John Dalton (1808)

Dalton mengemukakan bahwa unsur dari atom yang berbeda mempunyai sifat dan massa yang berbeda. Massa atom diperoleh dari perbandingan massa atom unsur terhadap massa atom unsur hidrogen. Berangkat dari teorinya itu Dalton mengelompokkan zat-zat yang berupa unsur-unsur (sebanyak 36 unsur) berdasarkan kenaikan massa atomnya.
Daftar Unsur yang disusun oleh Dalton:
Daftar Unsur yang disusun oleh Dalton
Daftar Unsur yang disusun oleh Dalton

  • C. John Jacobs Berzellius (1828)

Dalam daftar massa unsur yang dibuat oleh Dalton terdapat kesalahan dalam penentuan massa atom unsur. Pada tahun 1828 Barzellius berhasil membuat dan mempublikasikan daftar massa atom unsur-unsur yang lebih akurat.

  • D. Johann Dobereiner (1829)

*Ilmuwan pertama yang mengembangkan sistem periodik unsur (tahun 1817)
Pada tahun 1829, Johann Wolfgang Dobereiner, seorang ilmuwan Jerman, adalah yang pertama untuk mengklasifikasikan unsur-unsur ke dalam kelompok berdasarkan pernyataan John Dalton yaitu berdasarkan massa atomnya.
Dari hasil penelitiannya, diperoleh bahwa massa atom Stronsium hampir = massa atom rata-rata dua unsur lain yg mirip dengan Stronsium yaitu Kalsium dan Barium.
Tabel Triade
  • Dobereiner membuat kelompok-kelompok unsur yang masing-masing kelompok terdiri atas tiga unsur yang disebut triade.
  • Dalam satu triade, massa atom unsur yang terletak di tengah merupakan harga rata-rata massa atom pertama dan ketiga.
Tabel Triade Dobereiner
Tabel Triade Dobereiner

Kelemahan dan Kelebihan  Triade Dobereiner

Kelemahan :
  1. Pengelompokan unsur ini kurang efisien dengan adanya beberapa unsur lain dan tidak termasuk dalam kelompok triade padahal sifatnya sama dengan unsur dalam kelompok triade tersebut.
  2. Sejumlah besar elemen yang sama tidak dapat dikelompokkan ke dalam triade misalnya, besi, mangan, nikel, kobalt, seng dan tembaga adalah elemen yang serupa tapi tidak bisa ditempatkan di triade.
  3. Memungkinkan unsur-unsur cukup berbeda dapat dikelompokkan ke dalam triade.
Kelebihan : adanya keteraturan setiap unsur yang sifatnya mirip; massa atom unsur yang kedua (tengah) merupakan massa atom rata-rata di massa atom unsur pertama dan ketiga.

  • E. John Alexander Reina Newlands (1865)

Pada tahun 1865, mengelompokkan unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom. Ia mengamati setiap pengulangan delapan unsur akan terdapat kemiripan sifat. Dengan demikian berarti unsur kesatu mirip unsur kedelapan, unsur kedua mirip unsur kesembilan demikian seterusnya. Newlands menyebut pengulangan ini sebagai hukum oktaf.
Disebut hukum Oktaf karena beliau mendapati bahwa sifat-sifat yang sama berulang pada setiap unsur ke delapan dalam susunan selanjutnya dan pola ini menyerupai oktaf  dalam tangga nada musik.
Tabel Periodik Unsur Hukum Oktaf Newlands
  • Newlands menyatakan bahwa sifat-sifat unsur berubah secara teratur. Unsur pertama mirip dengan unsur kedelapan, unsur kedua mirip dengan unsur kesembilan, dan seterusnya.
Tabel Periodik Unsur Oktaf Newlands
Kelemahan dan Kelebihan  Hukum Oktaf Newlands
Kelemahan dari teori ini adalah :
  • Dalam kenyataannya masih ditemukan beberapa oktaf yang isinya lebih dari delapan unsur.
  • Penggolongannya tidak cocok untuk unsur yang massa atomnya sangat besar.
  • Hukum Oktaf Newlands ternyata hanya berlaku untuk unsur-unsur ringan.
  • Jika diteruskan, teryata kemiripan sifat terlalu dipaksakan.
Kelebihan dari teori ini adalah unsur yang disusun ke dalam tabel periodik semakin banyak (kurang lebih sekitar 63 jenis unsur).

  • f.Lothar Meyer (1869)

Pada tahun 1969, Lothar Meyer mengamati hubungan antara kenaikan massa atom dengan sifat unsur. Hal ini dilakukan antara lain dengan membuat Kurva volume atom versus fungsi massa atom.
Kurva volume atom versus fungsi massa atom
Dari kurva, ia mengamati adanya keteraturan dari unsur-unsur dengan sifat yang mirip, dan pengulangan sifat unsur tidak selalu setelah 8 unsur, seperti dinyatakan dalam hukum oktaf.
Gambar Sistem periodik Meyer. Unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atom secara vertikal. Pengulangan sifat unsur membentuk kolom. Sedangkan unsur-unsur dengan sifat yang mirip terletak pada baris yang sama.
Gambar Sistem periodik Meyer

  • G. Dmitri Ivanovich Mendeleev (1869)

Pada tahun 1869 Mendeleev membuat sistem periodik berdasarkan kenaikan massa atom dan kemiripan sifat. Unsur-unsur dengan sifat yang mirip ditempatkan pada kolom yang disebut golongan. Sedangkan pengulangan sifat menghasilkan baris yang disebut periode.
  • Sistem periodik Mendeleev selain disusun berdasarkan kenaikan massa atom, juga ditentukan berdasarkan kemiripan.
Sistem Periodik Mendeleev
Tabel Periodik Mendeleev
Tabel Periodik Mendeleev

Keunggulan Sistem Periodik Mendeleev :
  1. Sistem Periodik Mendeleev menyediakan beberapa tempat kosong untuk unsur- unsur yang belum ditemukan. Sifat unsur-unsur tersebut dapat diramalkan berdasarkan kemiripan sifat unsur- unsur dalam golongan yang sama.
  2. Sistem Periodik Mendeleev meramalkan sifat-sifat unsur yang belum diketahui. Pada perkembangan selanjutnya, beberapa unsur yang ditemukan ternyata cocok dengan prediksi Mendeleev.
Contoh prediksi unsur Germanium oleh Mendeleev:
Contoh prediksi unsur Germanium oleh Mendeleev
Contoh prediksi unsur Germanium oleh Mendeleev
  1. Sistem Periodik Mendeleev menyediakan satu kolom yang kosong pada group VIII. Kolom ini yang pada perkembangannya berisi unsur-unsur gas mulia. Unsur-unsur  ini sangat tidak reaktif, dalam bentuk gas yang tidak berwarna dan tidak berbau dan dalam jumlah yang sangat sedikit di atmosfir. Karena unsur ini tidak dikenal senyawanya,maka para ilmuan di masa  Mendeleev tidak tahu adanya unsur ini.Lihat Sistem Periodik MendeleevLihat Sistem Periodik Mendeleev

Kelemahan Sistem Periodik Mendeleev :
Kelemahan Sistem Periodik Mendeleev
  1. Adanya unsur-unsur yang tidak mempunyai kesamaan sifat dimasukkan dalam satu golongan, misalnya Cu dan Ag ditempatkan dengan unsur Li, Na, K, Rb dan Cs.
  2. Adanya penempatan unsur-unsur yang tidak sesuai dengan kenaikan massa atom. Sebagai contoh, unsur Iodin (I-127) mempunyai massa atom yang lebih kecil dibandingkan unsur Telurium (Te-128). Namun dari sifatnya, Mendeleev terpaksa harus mendahulukan unsur Telurium dulu baru unsur Iodin.
Kelemahan Sistem Periodik Mendeleev 2
  1. Kelemahan ini menyadarkan para ilmuan bahwa massa atom tidak menentukan sekali dimana  suatu unsur empatkan dalam sistem periodik. Kemudian muncullah Sistem periodik Modern yang disusun berdasarkan kenaikan nomor atom.  Nomor atom unsur Te (Z=52) yang ternyata lebih kecil dari iodin yaitu (Z=53).

  • H. Henry Moseley (1913)

Setelah Rutherford menemukan muatan positif dalam inti atom, pada tahun 1913 ilmuan Henry Moseley menemukan nomor atom suatu unsur dengan bantuan sinar X. dari hasil penelitiannya tersebut ia menemukan bahwa kenaikan nomor atom sejalan dengan kenaikan massa atom. Atas dasar penemuan tersebut Henry Moseley menyusun tabel Periodik Berdasarkan kenaikan nomor atom.
Sistem periodik menurut Moseley
Sistem periodik menurut Moseley diterbitkan pada 1930
  • Sistem Periodik Modern Moesley berhasil menemukan Sistem Periodik Unsur Modern yang disusun berdasarkan pada kenaikan nomor atom dan kemiripan sifatnya.

Sistem Periodik Modern

sistem periodik modern
  • Dari penemuan Moseley, hukum periodik Mendeleev diperbarui menjadi hukum periodik modern dengan sifat-sifat unsur merupakan  fungsi periodik dari nomor atomnya.
  • Dari penemuan Moseley, maka dibuat sistem periodik yang dikenal hingga saat ini yaitu sistem periodik modern.
  • Lajur vertikal (golongan), disusun berdasarkan kemiripan sifat.
  • Lajur  horisontal (periode), disusun berdasarkan kenaikan nomor atom .
  • Sistem  periodik  modern  tersusun  atas 7  periode  dan 18 golongan yang terbagi menjadi 8 golongan utama (golongan  A) dan 8 golongan transisi (golongan B).

Sistem periodik bentuk panjang (Sistem Periodik Modern) terdiri atas :
  • 1. Golongan
Kolom-kolom vertikal dalam sistem periodik disebut golongan. Penempatan unsur-unsur pada golongan menunjukkan kemiripan sifat, jadi unsur segolongan akan memiliki kemiripan sifat satu dengan yang lainnya (terutama berlaku untuk golongan utama).
Ada dua cara penamaan golongan, yaitu :
  • Sistem 8 Golongan
Menurut cara ini, sistem periodik dibagi menjadi 8 golongan, yakni 8 golongan utama (Golongan A) dan 8 golongan transisi (Golongan B). Nomor golongan ditulis dengan angka romawi.
  • Sistem 18 Golongan
Menurut cara ini, sistem periodik dibagi ke dalam 18 golongan, yaitu golongan 1-18, dimulai dari kolom paling kiri. Unsur-unsur transisi terletak pada golongan 3-12.
Golongan terdiri dari :
  • Golongan Utama (golongan A)
  • Golongan IA               : Golongan Alkali
  • Golongan IIA : Golongan Alkali Tanah
  • Golongan IIIA : Golongan Aluminium
  • Golongan IVA : Golongan Karbon
  • Golongan VA : Golongan Nitrogen
  • Golongan VIA : Golongan Kalkogen
  • Golongan VIIA : Golongan Halogen
  • Golongan VIIIA : Golongan Gas Mulia
  • Golongan Transisi (golongan B)
Golongan transisi terdiri dari :
  • Golongan Transisi (Golongan B), yaitu golongan IIIB, IV B, VB, VIB, VIIB, VIIIB, IB dan IIB
  • Golongan Transisi Dalam, yang terdiri dari :
  1. Lantanida, yang beranggotakan 15 unsur (nomor atom 57-71). Ke 15 unsur ini mempunyai sifat yang mirip dengan Lantanium (La), sehingga disebut Lantanida.
Aktinida, yang beranggotakan 15 unsur (nomor atom 89-103).

  • 2. Periode
Lajur-lajur horizontal dalam sistem periodik disebut Periode dan ditulis dengan angka Arab.
Tabel 6 : Jumlah Unsur pada Setiap Periode
Periode Jumlah Unsur Nomor Atom
1 2 1-2
2 8 3-10
3 8 11-18
4 18 19-36
5 18 37-54
6 32 55-86
7 32 87-118
Periode 1,2 dan 3 disebut periode pendek karena berisi relatif sedikit unsur, sedangkan periode 4 dan seterusnya disebut periode panjang.


Pengertian, Anggota, Tugas, Sidang, Dan Tujuan BPUPKI

Pengertian BPUPKI

BPUPKI atau badan penyelidik usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia adalah sebuah badan yang dibentuk oleh pihak jepang pada tanggal 29 april 1945. Badan ini dibentuk dengan alasan mendapatkan dukungan dari bangsa Indonesia supaya mau membantu bangsa jepang dengan menjanjikan kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia. Badan ini diketuai oleh Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T) Radjiman Wedyodiningrat serta wakilnya yaitu Ichibangase Yoshio (orang jepang) dan Raden Pandji Soeroso. Badan ini beranggotakan 67 orang. BPUPKI mempunyai tugas yakni mempelajari dan menyelidiki hal-hal yang bersifat dengan aspek-aspek politik ekonomi, tata pemerintahan serta hal lain yang dibutuhkan untuk persiapan kemerdekaan Indonesia.
Tak lama kemudian BPUPKI pun dibubarkan dibentuk sebuah badan baru untuk menggantikan BPUPKI. Badan tersebut yakni PPKI atau Panitia persiapan kemerdekaan Indonesia (Dokuritsu Junbi Inkai) dengan jumlah anggota 21 orang dengan ketuanya yaitu Ir. Soekarno , wakilnya Drs. M. Hatta dan Mr. Ahmad Soebardjo sebagai penasehat PPKI. Anggota dari PPKI tersebut dipilih dengan mewakili berbagai etnis yang mewakili Indonesia diantaranya yakni : 12 orang asal jawa, 3 orang asal sumatera, 2 orang asal Sulawesi, 1 orang asal Kalimantan, 1 orang asal Sunda Kecil (Nusa Tenggara), 1 orang asal Maluku dan terakhir 1 orang etnis Tionghoa.

Sejarah Pembentukan BPUPKI

Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau (Jepang: Dokuritsu Junbi Cosakaiatau dilafalkan Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai) adalah sebuah badan yang dibentuk oleh pemerintah pendudukan balatentara Jepangpada tanggal 29 April 1945bertepatan dengan hari ulang tahun KaisarHirohito. Badan ini dibentuk sebagai upaya mendapatkan dukungan bangsa Indonesia dengan menjanjikan bahwa Jepangakan membantu proses kemerdekaan Indonesia. BPUPKI beranggotakan 63 orang yang diketuai oleh Radjiman Wedyodiningratdengan wakil ketua Hibangase Yosio (orang Jepang) dan R.P. Soeroso.

Adapun Sejarah Pembentukan BPUPKI secara formil, termuat dalam Maklumat Gunseikan nomor 23 tanggal 29 Mei 1945, dilihat dari latar belakang dikeluarnya Maklumat No. 23 itu adalah karena kedudukan Facisme (kekuasaan) Jepang yang sudah sangat terancam. Maka sebenarnya, kebijaksanaan Pemerintah Jepang dengan membentuk BPUPKI bukan merupakan kebaikan hati yang murni tetapi Jepang hanya ingin mementingkan dirinya sendiri, yaitu pertama; Jepang ingin mempertahankan sisa-sisa kekuatannya dengan cara memikat hati rakyat Indonesia,dan yang kedua; untuk melaksanakan politik kolonialnya.
Di luar anggota BPUPKI, dibentuk sebuah Badan Tata Usaha (semacam sekretariat) yang beranggotakan 60 orang. Badan Tata Usaha ini dipimpin oleh R.P.Soeroso, dengan wakil Abdoel Gafar Pringgodigdo dan Masuda (orang Jepang).
Pada tanggal 7 Agustus 1945, Jepang membubarkan BPUPKI dan membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau (Jepang: Dokuritsu Junbi Inkai) dengan anggota berjumlah 21 orang sebagai upaya pencerminan perwakilan etnis [1]terdiri berasal dari 12 orang dari Jawa, 3 orang dari Sumatra, 2 orang dari Sulawesi, 1 orang dari Kalimantan, 1 orang dari Nusa Tenggara, 1 orang dari maluku, 1 orang dari Tionghoa.
Pada tahun 1944 saipan jatuh ke tangan sekutu.dengan pasukan jepang di Papua Nugini Kepulauan Solomon,dan Kepulauan Marshall yang berhasil di pukul mundur oleh pasukan sekutu.Dalam situasi kritis tersebut,pada tanggal 1 maret 1945 Letnan Jendral Kumakici Harada , pimpinan pemerintah pendudukan jepang di jawa , mengumumkan pembentukan badan penyelidik Usaha-usaha persiapan kemerdekan INDONESIA (Dokuritsu Junbi Cosakai) . pengangkatan pengurus ini di umumkan pada tanggal 29 april 1945 .
Dr.Radjiman Wediodiningrat diangkat sebagai (Kaico), sedangkan yang duduk sebagai ketua muda (fuku kico) pertama di jabat oleh seorang jepang , Shucokai cirebon yang bernama Icibangase . R .P .Suroso diangkat sebagai kepala sekertariat dengan di bantu oleh Toyohiti Masuda dan Mr. A. G . Pringodigdo pada tanggal 28 mei 1945 dilangsungkan upacara peresmian badan penyelidik Usaha-Usaha persiapan kemerdekaan bertempat di gedung Cuo sangi in, jalan pejambon (Sekarang GedungDepartemen Luar negri) ,jakarta.
Upacara peresmian itu dihadiri pula oleh dua pejabat jepang yaitu jendral Itagaki (panglima tentara ke tujuh yang bermarkas di singapura) dan letnan jendral nagano (panglima tentara Keenam belas yang baru ). Pada kesempatan itu di kibarkan bendera jepang ,Hinomaru oleh Mr.A.G. pringgodigdo yang disusul dengan pengibaran bendera merah putih oleh toyohiko Masuda.

Untuk mendapatkan simpati dan dukungan dari bangsa Indonesia maka sebagai realisasi atas janji tersebut maka dibentuklah suatu Badan yang bertugas menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia yaitu Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dekoritsu Zyunbi Tioosakaiyang tugasnya menyelidiki segala sesuatu hal untuk persiapan kemerdekaan Indonesia. Pada hari itu juga di umumkan nama-nama ketua, wakil ketua serta sebagian para anggota
Ketua (kaicoo) : Dr. K.R.T Radjiman Wediodiningrat
Ketua Muda (Fuku Kaicoo Tokubetsu Iin) : Hibangse Yosio (Orang Jepang)
Ketua Muda ( Fuku kaico): R.P. Soeroso ( Merangkap Kepala atau Zimokyoku Kucoo)
Anggota 60 orang :
Disamping itu, pada tanggal 29 april 1945 jepang memperbolehkan berkibarnya bendera merah putih berdampingan dengan bendera Jepang.
Sidang BPUPKI Pertama
Rapat pertama diadakan di gedung Chuo Sangi In di Jalan Pejambon 6 Jakarta yang kini dikenal dengan sebutan Gedung Pancasila. Pada zaman Belanda, gedung tersebut merupakan gedung Volksraad, lembaga DPR pada jaman kolonial Belanda.
Sidang dibuka pada tanggal 28 Mei 1945 dan pembahasan dimulai keesokan harinya 29 Mei 1945 dengan tema Dasar Negara. Sidang ini membahas dan merancang calon dasar Negara R.I. yang akan merdeka. Pada rapat pertama ini terdapat 3 orang yang mengajukan pendapatnya tentang dasar negara.
Pada tanggal 29 Mei 1945, Mr. Muhammad Yamin dalam pidato singkatnya mengemukakan lima asas yaitu :
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat (keadilan sosial)
Pada tanggal 31 Mei 1945, Prof. Dr. Mr. Soepomo dalam pidato singkatnya mengusulkan lima asas :
1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Keseimbangan lahir batin
4. Musyawarah
5. Keadilan rakyat
Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mengusulkan lima asas pula yang disebut Pancasila, yaitu :
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan
3. Mufakat atau Demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan yang Maha Esa
Kelima asas dari Soekarno disebut Pancasila yang menurut beliau dapat diperas menjadi Trisila atau Tiga Sila yaitu :
1. Sosionasionalisme
2. Sosiodemokrasi
3. Ketuhanan dan Kebudayaan
Bahkan masih menurut Soekarno, Trisila tersebut di atas bila diperas kembali disebutnya sebagai Ekasila yaitu merupakan sila gotong royong merupakan upaya Soekarno dalam menjelaskan bahwa konsep tersebut adalah dalam satu-kesatuan. Selanjutnya lima asas tersebut kini dikenal dengan istilahPancasila, namun konsep bersikaf kesatuan tersebut pada akhirnya disetujui dengan urutan serta redaksi yang sedikit berbeda. Sementara itu, perdebatan terus berlanjut di antara peserta sidang BPUPKI mengenai penerapan aturan Islam dalam Indonesia yang baru.

D.    Masa antara Rapat Pertama dan Kedua

Setelah berakhir masa sidang BPUPKI yang pertama, belum nampak hasil kesepakatan Dasar Negara Indonesia. Maka dibentuk panitia delapan (panitia kecil) yang tugasnya untuk memeriksa usul-usul yang masuk untuk ditampung dan dilaporkan pada sidang BPUPKI yang kedua. Beranggotakan 8 orang :
1. Ir. Soekarno (ketua merangkap anggota)
2. Ki Bagoes Hadikoesoemo
3. Kyai haji wachid hasyim
4. Mr. Muhammad yamin
5. M. soetardjo kartohadikoesoemo
6. Mr. A.A. maramis
7. R. Oto iskandar dinata
8. Drs. Mohammad hatta

Hasil rapat panitia kecil (panitia Delapan) :

  1. Supaya selekas-lekasnya Indonesia Merdeka.
  2. Supaya hukum dasar yang akan dirancangkan itu diberi semacam preambule (Mukaddimah).
  3. Menerima anjuran Ir. Soekarno supaya BPUPKI terus bekerja sampai terwujudnya suatu hukum dasar.
  4. Membentuk satu panitia kecil penyelidik usu-usul/perumusan dasar negara yang dituangkan dalam mukaddimah hukum dasar.
Segera selesai sidang Panitia Kecil, dibentuk Panitia Sembilan sebagai penyidik usul-usul/perumus Dasar Negara yang dituangkan dalam Mukaddimah Hukum Dasar yang beranggotakan 9 orang yang besidang di kediaman Ir. Soekarno,di Pegangsaan Timur no. 56 Jakarta.
1.    Ir. Soekarno (ketua merangkap anggota)
2.    Drs. Mohammad hatta
3. Mr. A.A. maramis
4. Kyai haji wachid hasyim
5. Abdul kahar muzakir
6. Abikusno tjokrosujoso
7. H. Agus salim
8. Mr. Achmad soebardjo
9. Mr. Muhammad yamin
Setelah melakukan kompromi antara 4 orang dari kaum kebangsaan (nasionalis) dan 4 orang dari pihak Islam, tanggal 22 Juni 1945 Panitia Sembilan kembali bertemu dan menghasilkan rumusan dasar negara yang dikenal dengan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) yang berisikan:
a. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
b. Kemanusiaan yang adil dan beradab
c. Persatuan Indonesia
d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kendati sudah diumumkan sebelumnya, pembentukan Dokuritsu Junbi Cosakai alias BPUPKI baru diresmikan pada 29 April 1945, sedangkan pelantikan para anggotanya dilakukan hampir sebulan kemudian, 28 Mei 1945.
Secara garis besar, BPUPKI dibentuk untuk “menyelidiki hal-hal yang penting sekaligus menyusun rencana mengenai persiapan kemerdekaan Indonesia,” demikian seperti yang termaktub dalam Maklumat Gunseikan (Kepala Pemerintahan Militer merangkap Kepala Staf) Nomor 23.
Maklumat yang sama memaparkan tugas BPUPKI: mempelajari semua hal penting terkait politik, ekonomi, tata usaha pemerintahan, kehakiman, pembelaan negara, lalu lintas, dan bidang-bidang lain yang dibutuhkan dalam usaha pembentukan negara Indonesia (Asia Raya, 29 April 1945).
Pengaruh Jepang dalam mengiringi kinerja BPUKI masih cukup kuat, termasuk pada komposisi keanggotaannya yang terdiri dari seorang kaico (ketua), 2 orang fuku kaico (ketua muda), dan 59 orang iin atau anggota (R.M. A.B. Kusuma, Lahirnya Undang-Undang Dasar 1945, 2004:10).
Radjiman Wediodiningrat ditunjuk sebagai kaico. Ia adalah tokoh yang dituakan, priyayi Jawa berpengaruh sekaligus sosok penting yang turut menggagas Boedi Oetomo pada 1908. Sedangkan sebagai ketua muda adalah Raden Pandji Soeroso dan Ichibangase Yoshio (wakil Jepang).
Ke-59 anggota BPUPKI didominasi orang Indonesia, termasuk 4 orang dari golongan Cina, 1 orang golongan Arab, dan 1 peranakan Belanda. Selain itu, ada pula tokubetu iin (anggota kehormatan), terdiri 8 orang Jepang. Mereka berhak menghadiri sidang tapi tidak punya hak suara (Marwati Djoened Poesponegoro & Nugroho Notosusanto, Sejarah Nasional Indonesia VI, 1984:67).

Anggota BPUPKI

Dalam suatu perkumpulan, organisasi, badan atau LSM membutuhkan anggota supaya suatu badan tersebut bisa berjalan dengan baik. BPUPKI mempunyai jumlah anggota sebanyak 67 orang. Beberapa diantarnya yaitu sebagai berikut :
  • K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat (ketua)
  • R.P. Soeroso (Wakil Ketua)
  • Ichibangse Yoshio (Wakil Ketua), orang jepang
  • Ir. Soekarno
  • Drs. Moh. Hatta
  • Mr. Muhammad Yamin
  • Prof. Dr. Mr. Soepomo
  • KH. Wachid Hasyim
  • Abdoel Kahar Muzakir
  • Mr. A.A. Maramis
  • Abikoesno Tjokrosoejo
  • H. Agoes Salim
  • Mr. Achmad Soebardjo
  • Prof. Dr. P.A.A. Hoesein Djajadiningrat
  • Ki Bagoes Hadikusumo
  • A.R. Baswedan
  • Soekiman
  • Abdoel Kaffar
  • R.A.A. Poerbonegoro Soemitro Kolopaking
  • K.H. Ahmad Sanusi
  • K.H. Abdul Salim
  • Liem Koen Hian
  • Tang Eng Hoa
  • Oey Tiang Tjoe
  • Oey Tjong Hauw
  • Yap Tjwan Bing.

Tugas BPUPKI

Tugas Utama BPUPKI
Tugas utama BPUPKI yaitu untuk mempelajari serta menyelidiki hal hal penting yang berhubungan dengan berbagai hal yang menyangkut pembentukan Negara Indonesia.

Tugas BPUPKI Berdasarkan Sidang

  • Bertugas membahas mengenai Dasar Negara
  • Sesudah sidang pertama, BPUPKI membentuk reses selama satu bulan
  • Bertugas membentuk Panitia Kecil (panitia delapan) Yang bertugas menampung saran-saran dan konsepsi dari para anggota
  • Bertugas untuk membantu panita sembilan bersama panita kecil
  • Panita sembilan menghasilkan Jakarta Charter atau Piagam Jakarta

Tujuan BPUPKI

  • Bertujuan untuk menarik simpati rakyat indonesia supaya membantu jepang dalam perang melawan sekutu dengan cara memberikan janji kemerdekaan kepada indonesia, melaksanakan politik kolonialnya didirikan pada tanggal 1 maret 1945.
  • Bertujuan untuk mempelajari dan menyelidiki hal penting berhubungan dengan pembentukan negara Indonesia merdeka atau mempersiapkan hal-hal penting mengenai tata pemerintahan Indonesia merdeka.

Sidang BPUPKI

Sidang Pertama

Sidang pertama BPUPKI diadakan di sebuah gedung yakni gedung Chuo Sang In di Jalan Pejambon 6 Jakarta yang sekarang dikenal dengan gedung Pancasila. Rapat pertama dibuka pada tanggal 28 Mei 1945 dan dimulai pada keesokan harinya yakni pada tanggal 29 Mei 1945 yang bertemakan Dasar Negara. Lalu pada sidang pertama ini ada 3 orang yang memberikan pendapat mengenai Dasar Negara,  Mereka yaitu Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo dan Ir. Soekarno.
Pada tanggal 29 Mei 1945 Mr. Muhammad Yamin mengemukakan lima asas dari dasar Negara, yaitu sebagai berikut :
  • Peri Kebangsaan
  • Peri Kemanusiaan
  • Peri Ketuhanan
  • Peri Kerakyatan
  • Kesejahteraan Rakyat
Dua hari kemudian, Prof. Dr.Mr. Soepomo pada tanggal 31 Mei 1945 mengajukan Dasar Negara Indonesia yaitu sebagai berikut:
  • Persatuan
  • Mufakat dan Demokrasi
  • Keadilan Sosial
  • Kekeluargaan
  • Musyawarah
Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno pun mengajukan lima asas Negara yang sekarang kita kenal dengan nama Pancasila.
  • Kebangsaan Indonesia
  • Internasionalisme dan Peri Kemanusiaan
  • Mufakat atau Demokrasi
  • Kesejahteraan Sosial
  • Ketuhanan Yang Maha Esa
Menurut Ir. Soekarno, kelima asas tersebut masih bisa diperas menjadi Ekasila atau Trisila. Selanjutnya Lima Asas tersebut disebut dengan Pancasila dengan urutan yang berbeda.
Lalu, pada pembentukan sila tersebut menjadi perdebatan diantara peserta yang menghadiri siding BPUPKI. Perdebatan ini membahas penetapan aturan Islam dalam Indonesia yang baru.
Sidang pertama BPUPKI berakhir pada tanggal 1 Juni 1945 dan belum menghasilkan suatu keputusan apapun akhir dari Dasar Negara Indonesia Merdeka hingga diadakan masa reses selama 1 bulan.
Pada tanggal 22 Juni 1945, BPUPKI membentuk panitia kecil yang beranggotakan 9 orang dan disebut dengan panitia Sembilan. Anggota dari panitia Sembilan yaitu:
  1. Ir. Soekarno
  2. Drs. Moch. Hatta
  3. Mr. Achmad Soebardjo
  4. Mr. Muhammad Yamin
  5. KH. Wachid Hasyim
  6. Abdul Kahar Muzakir
  7. Abikoesno Tjokrosoejoso
  8. H. Agus Salim
  9. Mr. A.A. Maramis
Seudah dilakukannya musyawarah dengan Panitia Sembilan, menghasilkan suatu rumusan yang mendeskripsikan maksud dan tujuan dari pembentukan Negara Indonesia Merdeka. Oleh Mr. Muhammad Yamin, rumusan tersebut dinamakan Jakarta Charter atau Piagam Jakarta. Rumusan tersebut yaitu sebagai berikut :
  • Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
  • Kemanusiaan yang adil dan beradab
  • Persatuan Indonesia
  • Kerakyatan yang dipimpim oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyarawatan perwakilan
  • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Sidang Kedua BPUPKI

Pada rapat kedua dari BPUPKI berlangsung pada tanggal 10-17 Juli 1945 dengan topic bahasan yakni bentuk Negara, wilayah Negara, kewarganegaraan, rancangan Undang-Undang Dasar, ekonomi dan keuangan, pembelaan Negara, pendidikan serta pengajaran. Pada rapat kedua ini dibentuk panitia yang berjumlah 19 orang yang membahas rancangan undang-undang dasar yang diketuai oleh Ir. Soekarno sendiri sobat. Tak lupa pula dibentuk Panitia Pembelaan Tanah Air yang diketuai oleh Abikoesno Tjokrosoejoso dan Panitia Ekonomi dan Keuangan yang diketuai oleh Drs. Moch. Hatta.
Berdasarkan hasil pemungutan suara, wilayah Indonesia Merdeka sudah ditentukan. Wilayah tersbut mencakup wilayah Hindia Belanda dulu, ditambah dengan Malaya, Borneo Utara, Papua, Timor-Portugis serta pulau-pulau disekitarnya.
Pada tanggal 11 Juli 1945 Panitia Perancang UUD membentuk lagi panitia kecil yang beranggota 7 orang, yaitu:
  1. Prf. Dr. Mr. Soepomo
  2. Mr. Wongsonegoro
  3. Mr. Achmad Soebardjo
  4. Mr. A.A. Maramis
  5. Mr. R.P. Singgih
  6. H. Agus Salim
  7. Dr. Soekiman
Persidangan Kedua BPUPKI pada tanggal 14 Juli 1945, dalam rangka menerima laporan Panitia Perancang UUD , Ir. Soekarno melaporkan tiga hasil, yaitu sebagai berikut :
  • Pernyataan Indonesia Merdeka
  • Pembukaan UUD
  • Batang Tubuh dari UUD

Sejarah Pencak Silat Bela Diri Indonesia

Di Indonesia, nama pencak silat digunakan sejak 1948 untuk mempersatukan berbagai aliran seni bela diri tradisional yang ada di Indonesia. Awalnya pencak merupakan nama yang digunakan di Jawa, sedangkan silat digunakan di Sumatera, Semenanjung Malaya dan Kalimantan. Namun seiring berjalannya waktu, istilah pencak digunakan pada atraksi yang lebih mengedepankan unsur seni dan keindahan gerakan. Sedangkan istilah silat dgunakan untuk atraksi yang mengedepankan unsur pertarungan.
 
 

Asal usul Silat di Indonesia

Mengenai asal usul pencak silat di Indonesia, sampai saat ini belum ada yang dapat memastikan kapan dan bagaimana asal muasal pencak silat ini. Ada yang menyebut adanya bela diri ini karena kemampuan para nenek moyang untuk melindungi dan mempertahankan kehidupannya atau kelompoknya dari tantangan alam. Mereka menciptakan berbagai jurus dengan menirukan berbagai gerakan binatang seperti kera, harimau, ular, atau burung elang. Selain itu, ada pula yang menyebut asal usul seni bela diri karena keterampilan berbagai suku di Indonesia dalam berburu dan berperang dengan menggunakan berbagai senjata seperti parang, tombak, dan perisai. Misalnya suku Nias yang terampil menggunakan parang. Adat dan tradisi suku Nias dipercaya hingga abad ke 20 tidak tersentuh budaya luar sama sekali.


Meskipun asal muasal pencak silat belum diketahui secara pasti namun diyakini pencak silat mulai tersebar dan berkembang di Indonesia sejak abad ke 7 masehi. Pencak silat tersebut berkembang secara lisan, dari mulut ke mulut seperti dari guru ke murid. Ada yang menyebut bahwa perkembangan silat berasal dari cerita legenda seperti cerita kerajaan Sriwijaya dan Majapahit yang dikenal memiliki pendekar-pendekar yang menguasai beladiri dan ilmu kanuragan serta memiliki prajurit yang juga mahir dalam beladiri.

Menurut seorang peneliti silat Donald F. Draeger, bukti adanya seni bela diri bisa dilihat dari artefak senjata yang ditemukan dari masa klasik serta pahatan relief-relief di candi Prambanan dan Borobudur yang menunjukkan sikap kuda-kuda silat.
Sementara itu menurut Shamsuddin, perkembangan silat mendapat pengaruh dari beladiri China dan India. Hal ini karena sejak awal budaya Melayu telah mendapat pengruh dari kebudayaan yang dibawa oleh pedagang dari India, Cina, dll.
Menurut legenda Minangkabau, silat atau silek (dalam bahasa Minangkabau) diciptakan oleh Datuk Suri Diraja dari Pariangan, Tanah Datar di kaki Gunung Marapi pada abad ke 11. Silat atau silek kemudian dibawa dan dikembangkan oleh para perantau Minang ke seluruh kawasan Asia Tenggara.
Adapula cerita silat dari tanah sunda tentang asal mula aliran silat Cimande yang mengisahkan tentang seorang perempuan yang menirukan gerakan pertrukan antara harimau dan monyet.

Sejarah Perkembangan Pencak Silat di Indonesia

Sejarah perkembangan silat mulai tercatat ketika penyebarannya banyak dipengruhi oleh kaum penyebar agama Islam pada abad ke 14 di Nusantara. Pada masa itu silat menjadi pelajaran utama yang banyak diajarkan di berbagai surau atau pesantren. Bisanya latihan bela diri ini dilakukan sebelum mereka mengaji. Sehingga pencak silat menjadi bagian tak terpisahkan dari latihan spiritual.

Selain sebagai bagian dari latihan spiritual, silat juga menjadi bagian tak terpisahkan dalam upacara adat berbagai suku di Indonesia. Misalnya kesenian tari randai yang tak lain adalah gerakan silek Minangkabau. Suku lainnya yang menggunakan pencak silat dalam adat tradisinya adalah Betawi. Betawi memiliki tradisi palang pintu yaitu peragaan silat betawi yang dikemas dalam sebuah sandiwara kecil yang diperagakan sebelum akad nikah. Tradisi palang pintu menceritakan perjalanan rombongan pengantin pria menuju rumah pengantin wanita yang dihadang oleh jawara (pendekar) kampung setempat yang juga menaruh hati kepada wanita tersebut. Alkisah terjadilah pertarungan antara jawara-jawara penghadang dengan pendekar-pendekar pengiring pengantin pria yang tentu ssaja dimenangkan oleh para pendekar dari pengantin pria.

Bermula sebagai bentuk bela diri dan seni tari tari rakyat, pencak silat kemudian menjadi bagian dari pendidikan bela negara untuk menghadapi penjajah asing terutama dalam menghadapi penjajah Belanda. Hingga tercatatlah berbagai pahlawan yang juga seorang pendekar seperti Panembahan Senopati, Sultan Agung, Pangeran Diponegoro, Teuku Cik Di Tiro, Teuku Umar, Imam Bonjol, serta para pendekar wanita, seperti Sabai Nan Aluih, Cut Nyak Dhien, dan Cut Nyak Meutia, yang menggunakan pencak silat untuk mengusir penjajah.

Pencak silat terus terus mengalami perkembangan dan memunculkan berbagai aliran silat di berbagai daerah di Indonesia. Seperti aliran Cimande dan Cikalong, aliran silat Merpati Putih di jawa tengah, aliran Perisai Diri di Jawa Timur dan masih banyak lagi. Menyadari pentingnya untuk menyatukan seluruh aliran-aliran silat di seluruh Indonesia serta untuk lebih mengembangkan peranan pencak silat, pada tanggal 18 mei 1948 terbentuklah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Kini IPSI tercatat sebagai organisai silat tertua di dunia.

Atas prakarsa Eddie M. Nalapraya yang saat itu menjabat sebagi ketua IPSI, pada tanggal 11 maret 1980 terbentuklah Persatuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat). Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Keempat negara itu termasuk Indonesia, ditetapkan sebagai pendiri Persilat.
Beberapa organisasi silat di Asia:
  • Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Indonesia.
  • Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia (PESAKA) di Malaysia
  • Persekutuan Silat Singapore (PERSIS) di Singapura.
  • Persekutuan Silat Brunei Darussalam (PERSIB) di Brunei.
Atas jasa para pelatih-pelatih silat dari Indonesia, pencak silat juga berkembang di Vietnam dan bahkan telah menghasilkan banyak pendekar-pendekar tangguh. Selain itu, puluhan perguruan-perguruan silat juga tumbuh di Amerika Serikat dan Eropa. Silat kini telah secara resmi masuk sebagai cabang olahraga dalam pertandingan internasional, khususnya dipertandingkan dalam SEA Games.

Penyimpangan Dan Kritik Politik Etis

Pengertian Politik Etis

Politik Balas Budi atau sering disebut Politik Etis merupakan pemikiran yang menyatakan bahwa pemerintahan kolonial memiliki tanggung jawab moral untuk kesejahteraan bumiputra. Pemikiran tersebut adalah kritik pada politik tanam paksa. Munculnya kaum Etis yang didapat oleh Pieter Brooshooft (yang merupakan wartawan Koran De Locomotief) dan C.Th. van Deventer (politikus) ternayata membuka mata pemrintah kolonial agar memperhatikan nasib para bumiputra yang terbelankang.
Pada tanggal 17 Septermber 1901, Ratu Wilhelmina yang baru naik tahta menegaskan bahawa pidato pembukaan Parlemen Belanda, bahwa pemerintah Belanda memiliki panggilan moral serta hutang budi (een eerschuld) pada bangsa bumiputra di Hindia Belanda. Ratu Wilhelmina menungkan panggilan moral tersebut ke dalam kebijakan politik etis, yang terekam pada program Trias Van deventer yang meliputi :
  1. Irigasi (pengairan), membangun serta memperbaiki bendungan dan pengairan untuk kebutuhan pertanian.
  2. Imigrasi yakni mengajak penduduk untuk bertransmigrasi.
  3. Edukasi yakni memperluas dalam bidang pengajaran dan pendidikan.
  4. Beberapa pihak menghubungkan kebijakan baru politik Belanda ini dengan pemikiran serta tulisan-tulisan Van Deventer yang diterbitkan beberapa waktu sebelumnya, sehingga Van Deventer kemudian dikenal sebagai pencetus politik etis ini.
Kebijakan yang pertama dan kedua disalahgunakan Pemerintahan Belanda dengan melakukan pembangunan irigasi sebagai perkebunan Belanda dan emigrasi dilakukan dengan memindahkan penduduk ke daerah Belanda untuk dijadikan pekerjaan rodi. Hanya pendidikan yang berarti untuk banhsa Indonesia.
Pengaruh politik etis pada bidang pengajaran serta pendidikan memiliki peran dalam pembangunan serta perluasan pada bidang pendidikan serta pengajaran di Hindia Belanda. Ssalah satu dari seseorang dari kelompok etis yang berjasa dalam bidang ini yaitu Mr. J.H. Abendanon (1852-1925), seorang Menteri Kebudayaan, Kerajinan, dan Agama selama lima tahun (1900-1905). Dari tahun 1900 itulah beridiri sekolah-sekolah, baik bagi kaum periyayi ataupun rakyat umumnya hampir merata di daerah-daerah.
Sementara dalam masyarakat sudah terjadi semacam pertukaran mental antara orang Belanda dan orang-orang bumiputra. Kalangan pendukung politik etis merasa prihatin pada bumiputra yang mendapat diskriminasi sosial-budaya. Agar tercapai tujuan tersebut, mereka berusaha menyadarkan kaum bumiputra agar melepaskan diri dari belenggu feodal serta mengembangkan diri seperti Barat, yang mencakup proses emansipasi serta menuntut pendidik ke arah swadaya.
Sebenarnya kebijakan-kebijakan yang diajukan van Deventer tersebut baik. Namun dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan yang sudah dilakukan oleh para pegawai Belada. Berikut ini ialah penyimpangan tersebut.

Penyimpangan Politik Etis

Irigasi

Pengairan hanya dilakukan pada tanah-tanah yang subur sebagai perkebunan swasta Belanda. Sedangkan miliki rakyat tidak dialiri air dari irigasi.

Edukasi

Pemerintah Belanda membangun sekolah-sekolah. Pendidikan ditujukan untuk mendapatkan tenaga administrasi yang cakap dan murah. Pendidikan yang dibuka untuk seluruh rakyat, hanya diperuntukkan kepada anak-anak pegawai negeri dan orang-orang yang mampu. Terjadi diskriminasi pendidikan yaitu pengajaran di sekolah kelas I untuk anak-anak pegawai negeri dan orang-orang yang berharta, dan di sekolah kelas II kepada anak-anak pribumi dan pada umumnya.

Migrasi

Migrasi ke daerah luar Jawa hanya ditujukan ke daerah-daerah yang dikembangkan perkebunan-perkebunan milik Belanda. Hal ini karena adanya permintaan yang besar akan tenaga kerja di daerah-daerah perkebunan seperti perkebunan di Sumatera Utara, khususnya di Deli, Suriname, dan lain-lain. Mereka dijadikan kuli kontrak. Migrasi ke Lampung mempunyai tujuan menetap. Karena migrasi ditujukan untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja, maka tidak jarang banyak yang melarikan diri. Untuk mencegah agar pekerja tidak melarikan diri, pemerintah Belanda mengeluarkan Poenale Sanctie, yaitu peraturan yang menetapkan bahwa pekerja yang melarikan diri akan dicari dan ditangkap polisi, kemudian dikembalikan kepada mandor/pengawasnya.
Penyimpangan politik etis terjadi karena adanya kepentingan Belanda terhadap rakyat Indonesia.

Kritik Politik Etis

Pelaksanaan politik etis bukannya tidak mendapat kritik. Kalangan Indo, yang secara sosial adalah warga kelas dua namun secara hukum termasuk orang Eropa merasa ditinggalkan. Di kalangan mereka terdapat ketidakpuasan karena pembangunan lembaga-lembaga pendidikan hanya ditujukan kepada kalangan pribumi (eksklusif). Akibatnya, orang-orang campuran tidak dapat masuk ke tempat itu, sementara pilihan bagi mereka untuk jenjang pendidikan lebih tinggi haruslah pergi ke Eropa, yang biayanya sangat mahal.
Ernest Douwes Dekker termasuk yang menentang ekses pelaksanaan politik ini karena meneruskan pandangan pemerintah kolonial yang memandang hanya orang pribumilah yang harus ditolong, padahal seharusnya politik etis ditujukan untuk semua penduduk asli Hindia Belanda (Indiers), yang di dalamnya termasuk pula orang Eropa yang menetap (blijvers).